Alat Gratisan

Cek kemiripan teks

Teks pertama

Teks kedua

Kedua teks ini dibandingkan satu sama lain saja, bukan dengan apa pun di internet. Jadi alat ini bukan pengecek plagiarisme.

Setelan

Kedua angka ini setelan, bukan aturan: tidak ada lembaga mana pun yang menetapkan berapa kata berturut-turut yang berarti menyalin. Lima kata cukup jarang muncul secara kebetulan dalam bahasa Indonesia, tapi kalimat teknis yang baku — "dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif" — bisa sama tanpa siapa pun menyalin siapa. Turunkan angkanya untuk menjaring lebih banyak, naikkan untuk menjaring yang panjang saja. Yang tercetak di lembar hasil adalah angka yang kamu pakai.

Tidak ada karya lain, basis data, atau halaman internet yang ikut diperiksa. Frasa yang dikutip di lembarnya dituliskan apa adanya seperti pada teks pertama.

Tempel dua teks, lalu lihat berapa persen masing-masing tertutup frasa yang sama, kalimat mana yang kembar, dan bagian mana yang cocok, disorot di kedua teks sekaligus. Yang dibandingkan hanya dua teks yang kamu tempel, bukan seisi internet, dan keduanya tidak keluar dari HP atau komputer yang kamu pakai.

Halaman ini membandingkan dua teks yang kamu tempel sendiri. Draf lama lawan draf baru, paragraf yang kamu tulis lawan sumber yang kamu kutip, atau dua versi bab yang sudah kamu tumpuk sampai lupa mana yang lebih baru. Bagian yang sama disorot di kedua kotak, jadi kamu melihat letaknya, bukan cuma angkanya.

Yang tidak dilakukan halaman ini

Tidak ada karya lain yang diperiksa. Tidak ada basis data jurnal, tidak ada halaman web, tidak ada tugas mahasiswa lain. Kalau kamu menempel satu teks dan mengharap halaman ini mencarikan sumbernya di internet, jawabannya tidak bisa. Halaman gratis yang mengaku bisa melakukannya tanpa mengirim teksmu ke mana-mana sedang membesarkan janji.

Karena itu hasil 0% di sini bukan surat keterangan bebas plagiarisme, dan angka berapa pun di sini tidak sebanding dengan laporan pemeriksa yang dipakai kampusmu. Kalimat itu juga ikut tercetak di lembar hasilnya, supaya siapa pun yang menerima lembar itu membacanya sebagai apa adanya.

Dua persen, bukan satu

Bagian yang sama dihitung dua kali: terhadap panjang teks pertama, dan terhadap panjang teks kedua. Kutipan 60 kata yang disalin utuh ke dalam bab 6.000 kata menutup 100% kutipannya dan sekitar 1% babnya. Satu angka rata-rata akan menenangkanmu justru di kasus yang paling perlu kamu urus, jadi keduanya berdiri sendiri dan lembar hasilnya menyebutkan kenapa keduanya timpang.

Mengambil dari file Word

Di bawah kotak isian ada tautan untuk mengambil tulisan langsung dari file .docx, supaya kamu tidak perlu memblok berpuluh halaman di Word — pekerjaan yang menyebalkan di laptop dan hampir mustahil di HP.

Tiga yang sering ditanya:

  • .doc (Word lama): buka di Word, pilih Simpan Sebagai, pilih Dokumen Word (.docx).
  • Google Docs: Berkas → Unduh → Microsoft Word (.docx).
  • PDF: salin tulisannya lalu tempel. Huruf di dalam PDF ditaruh satu per satu di halaman dan tidak tersimpan sebagai kalimat, jadi menyusunnya kembali jadi paragraf tidak bisa dijamin benar.

Yang terbaca cuma tulisannya. Gambar, tabel, catatan kaki, dan daftar isi otomatis tidak ikut.

Kata yang sama dan susunan yang sama itu dua hal

Angka kemiripan kata mengukur perbendaharaannya, yaitu berapa banyak kata yang muncul di kedua teks. Angka ini tinggi untuk dua tulisan tentang topik yang sama walaupun tidak ada satu kalimat pun yang sama, karena istilah bidangnya memang itu-itu saja.

Yang menunjukkan salin-tempel adalah urutannya, yaitu potongan lima kata atau lebih yang persis berurutan sama. Itu yang disorot, itu yang dikutip di lembar hasil, dan panjang minimalnya bisa kamu ubah kalau bidangmu penuh frasa baku yang mau tidak mau sama.

Sebelum menyerahkan naskahnya, dua hal lain yang bisa kamu bereskan sendiri di sini: cek kata baku untuk ejaan yang paling sering lolos dari mata sendiri, dan hitung kata skripsi kalau yang kamu kejar adalah panjang tiap bab.

Pertanyaan umum

Ini bisa dipakai menggantikan Turnitin?
Tidak, dan bukan versi gratisnya juga. Turnitin dan sejenisnya membandingkan tulisanmu dengan puluhan miliar halaman web, jurnal berlangganan, dan tugas mahasiswa lain yang pernah diunggah ke sana. Halaman ini membandingkan dua teks yang kamu tempel sendiri, satu lawan satu, dan tidak menyentuh apa pun di luar itu. Hasil 0% di sini sama sekali tidak berarti tulisanmu bersih menurut pemeriksa kampus. Yang berlaku untuk sidang hanya laporan dari sistem yang dipakai kampusmu.
Kenapa persennya berbeda antara teks pertama dan teks kedua?
Karena bagian yang sama itu dihitung terhadap panjang masing-masing teks, dan panjangnya jarang sama. Kutipan 60 kata yang kamu salin utuh menutup 100% kutipannya dan cuma sekitar 1% skripsi 6.000 kata. Satu angka gabungan akan membuat kejadian itu terlihat kecil, padahal yang 100% itulah yang perlu kamu beri tanda kutip dan sumber. Jadi dua angkanya sengaja tidak dirata-ratakan.
Kemiripan katanya 70%, tapi frasanya 0%. Ini bagaimana?
Itu artinya kedua teks memakai perbendaharaan kata yang mirip tetapi tidak ada satu pun potongan kalimat yang sama. Dua bab metode penelitian yang ditulis dua orang berbeda hampir selalu begitu: populasi, sampel, kuesioner, validitas, reliabilitas muncul di keduanya karena memang itu kosakata bidangnya. Yang menunjukkan salin-tempel adalah urutan katanya, bukan katanya, dan itu ada di angka frasa serta di bagian yang disorot.
Kalimat saya cuma beda satu kata, kok dihitung kembar?
Karena bawaannya menganggap dua kalimat kembar mulai dari kemiripan kata 80%, dan mengganti nama fakultas di kalimat yang sama masih jauh di atas itu. Menaikkan angkanya ke 100% membuat hanya kalimat yang persis sama yang dihitung; menurunkannya ke 60% akan menjaring kalimat yang cuma bersaudara jauh. Angka itu setelan yang kamu pegang, dan yang tercetak di lembar hasil adalah angka yang kamu pakai.
Lima kata berturut-turut itu patokan dari mana?
Dari kami, sebagai isian awal, bukan dari lembaga mana pun. Tidak ada aturan yang menetapkan berapa kata berturut-turut berarti menyalin. Lima kata jarang muncul kebetulan dalam bahasa Indonesia, tapi kalimat baku bidang tertentu seperti “dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif” bisa sama tanpa ada yang menyalin siapa pun. Kalau hasilnya penuh frasa baku semacam itu, naikkan angkanya sampai yang tersisa hanya potongan yang benar-benar khas.
Aman menempel skripsi yang belum disidangkan?
Kedua teks tidak dikirim ke mana pun dan tidak disimpan; yang diingat halaman ini hanya dua angka setelan, bukan tulisannya. Seluruh pembandingannya terjadi di HP atau komputer yang kamu pakai, jadi tidak ada orang lain yang bisa membacanya, kami pun tidak. Begitu halamannya ditutup, teksnya ikut hilang.
Bisa membandingkan file PDF atau Word langsung?
Belum. Teksnya harus disalin lalu ditempel ke kotak. Untuk PDF hasil pindaian, salinannya sering berantakan: tanda hubung di ujung baris, nomor halaman yang nyelip di tengah kalimat, dan catatan kaki yang ikut terbawa. Semua itu memotong frasa sehingga bagian yang sebenarnya sama bisa lolos dari hitungan. Kalau hasil tempelnya terlihat kacau, rapikan dulu bagian yang kamu periksa.
Teks saya panjang sekali dan baris kalimat kembarnya kosong.
Perbandingan per kalimat itu tiap kalimat lawan tiap kalimat, jadi biayanya melompat untuk dua naskah utuh dan halaman ini memilih mengosongkannya daripada membeku. Angka frasa dan kata di atasnya tetap dihitung penuh. Bandingkan per bab saja. Selain kembali memberi angka kalimat, hasilnya juga lebih berguna karena kamu jadi tahu bab mana yang bermasalah.