Alat Gratisan

Format teks WhatsApp

Pesan kamu
Membuang spasi tersembunyi, spasi menggantung, dan tumpukan baris kosong yang terbawa saat menyalin. Kata-katamu tidak diubah.

Sorot dulu teksnya, baru tekan tombolnya. Kalau tidak ada yang disorot, penandanya dipasang berpasangan dan kursornya ditaruh di tengah. Menekan tombol yang sama pada teks yang sudah bertanda akan melepas tandanya lagi.

Kira-kira begini yang dilihat penerimanya

Pratinjau ini mengikuti aturan yang paling ketat, jadi penanda yang di sini tidak berubah bentuk memang berisiko tidak terbaca. Tampilan persisnya tetap milik aplikasi WhatsApp di HP penerimanya, dan sebagian versi lebih longgar daripada ini.

Tulis atau tempel pesanmu, sorot bagiannya, lalu pasang tebal, miring, coret, atau monospace dengan penanda yang benar-benar dibaca WhatsApp. Ada pratinjau bentuk jadinya sebelum terkirim, dan tombol perapi untuk membuang spasi tersembunyi yang biasa terbawa dari salinan Word.

Ketik atau tempel pesanmu, sorot bagian yang mau ditandai, lalu tekan tombolnya. Yang keluar adalah teks biasa lengkap dengan penandanya (*tebal*, _miring_, ~coret~, dan tiga backtick untuk monospace), siap disalin ke kolom chat.

Kenapa cara manualnya sering gagal

Kebanyakan orang sudah tahu bintang berarti tebal. Yang jarang diketahui adalah kenapa cara itu gagal separuh waktu, dan penyebabnya dua-duanya tidak kelihatan di kotak ketik:

  1. Tandanya harus menempel. *promo* menjadi tebal; * promo * tidak. Padahal menyorot teks dengan jari hampir selalu ikut membawa spasi di ujung, jadi cara paling sering seseorang menghasilkan pesan gagal format adalah dengan menyorot persis seperti yang diajarkan.
  2. Ada karakter yang tidak tampak. Teks salinan dari Word atau halaman web membawa spasi keras dan spasi lebar nol. Keduanya tidak terlihat, dan keduanya duduk persis di posisi yang mematikan penanda.

Halaman ini menangani keduanya. Spasi yang ikut tersorot ditinggal di luar tanda, dan tombol perapi membuang karakter tak terlihat tanpa mengubah satu kata pun.

Pratinjaunya sengaja lebih ketat

Kotak pratinjau menunjukkan bentuk jadinya sebelum pesannya terkirim. Aturannya dibuat lebih ketat daripada WhatsApp: penanda cuma dihitung kalau berdiri di batas kata dan tidak melewati pergantian baris.

Artinya kalau di pratinjau sebuah tanda tidak berubah bentuk, tanda itu memang berisiko tidak terbaca. Sebagian versi WhatsApp lebih longgar, tapi kamu tidak tahu versi apa yang dipakai penerimanya. Salah arah yang aman adalah yang membuatmu memeriksa, bukan yang membuatmu telanjur percaya.

Di bawah pratinjau ada catatan untuk hal yang akan mengejutkanmu setelah terkirim: tanda yang tidak berpasangan, tanda yang dipisah spasi, dan karakter tak terlihat yang terbawa. Tanda yang memang disengaja, misalnya menulis 3 * 4, tidak diperlakukan sebagai kesalahan.

Untuk pesan broadcast

Pesan yang dikirim ke banyak orang biasanya lahir dari tempelan: dari catatan, dari grup lain, dari dokumen. Di situlah spasi menggantung, baris kosong bertumpuk, dan karakter tak terlihat paling banyak menumpuk. Tekan perapi sekali sebelum menandai apa pun, dan sisa pekerjaannya jadi jauh lebih pendek.

Kalau pesannya juga akan dipasang sebagai pesan pembuka di tautan chat, susun tautannya di buat link WhatsApp. Kalau naskahnya harus muat di kotak yang ada batas karakternya (caption, status, deskripsi katalog), hitung dulu panjangnya di hitung karakter.

Yang alat ini tidak lakukan

Alat ini tidak mengirim pesan, tidak menyimpan draf, dan tidak menyentuh daftar kontakmu. Ia juga tidak bisa menjanjikan tampilan persis di HP penerimanya, karena yang menampilkan pesan adalah aplikasi WhatsApp di sana, bukan halaman ini.

Satu hal lagi sengaja tidak dilakukan. Kata-katamu tidak pernah diubah. Perapi cuma membuang yang tidak pernah sengaja kamu ketik.

Pertanyaan umum

Kenapa bintangnya malah kelihatan di chat, bukannya jadi tebal?
Hampir selalu karena ada spasi di antara tanda dan hurufnya. Tulisan *promo* menjadi tebal, sedangkan * promo * tidak. Yang tampil justru bintangnya. Ini jebakan yang wajar terjadi, karena menyorot teks dengan jari hampir selalu ikut membawa spasi di ujung, jadi orang menyorot persis seperti yang diajarkan dan tetap gagal. Halaman ini merapatkan sendiri tandanya ke huruf pertama dan huruf terakhir, dan spasi yang tersorot ditinggal di luar.
Teks yang saya salin dari Word tidak mau ditebalkan sama sekali
Itu masalah yang tidak bisa dilihat, dan bukan salahmu. Salinan dari Word, Notes, dan halaman web sering membawa spasi keras dan spasi lebar nol, karakter yang tidak tampak di kotak ketik tapi menempati posisi tepat di sebelah tandamu, sehingga tandanya dianggap dipisah spasi. Tekan “Rapikan tempelan”. Karakter itu dibuang, spasi menggantung di ujung baris ikut hilang, dan kata-katamu tidak diubah satu pun.
Bisa menebalkan satu paragraf yang panjang sekaligus?
Bisa, dan penandanya dipasang per baris. Sorot beberapa baris lalu tekan tebal, hasilnya tiap baris punya sepasang tanda sendiri, bukan satu pasang yang melintasi seluruh paragraf. Bentuk per baris selalu terbaca di semua versi, sedangkan penanda yang menyeberang pergantian baris tidak. Jadi yang dipasang di sini adalah bentuk yang tidak perlu kamu cek ulang.
Penandanya bisa dipakai di luar WhatsApp?
Tandanya ikut ke mana pun teksnya kamu tempel, karena ia memang karakter biasa dan bukan format tersembunyi. Yang berbeda adalah siapa yang mau membacanya sebagai format. Di kolom Instagram, di email, atau di SMS, tulisan *promo* akan tampil apa adanya lengkap dengan bintangnya. Kalau satu teks mau dipakai di banyak tempat, sebaiknya tulis versi tanpa penanda untuk yang di luar WhatsApp.
Kenapa tidak ada tombol daftar berpoin atau kutipan?
Karena dukungannya berbeda-beda antar versi aplikasi, dan alat ini cuma memasang penanda yang hasilnya bisa dipastikan. Empat yang ada di sini (tebal, miring, coret, monospace) sudah lama sama di mana-mana. Untuk daftar, tanda hubung di awal baris tetap terbaca sebagai daftar oleh manusia yang membacanya, dan itu yang paling penting untuk pesan jualan.
Pesan yang saya ketik di sini ikut terkirim ke kalian?
Tidak. Semuanya dikerjakan di HP atau komputer yang kamu pakai sendiri, tidak dikirim ke mana-mana, dan halaman ini tidak menyimpan apa pun setelah halamannya ditutup, termasuk tidak menyimpan draf. Itu disengaja, karena yang diketik di sini sering berupa harga, nomor rekening, dan daftar pelanggan, yang tidak ada urusannya dengan kami.