Alat Gratisan

Alat untuk UMKM dan penjual

Harga jual, modal, nota, stok, pajak. Lima hal yang berulang terus kalau kamu punya warung, toko kelontong, katering rumahan, atau jualan makanan. Halaman ini mengumpulkan alat yang mengerjakan kelimanya, gratis, tanpa daftar akun.

Urutan mengerjakannya

  1. 1

    Hitung modal satu porsi dulu

    Sebelum harga dipasang, angka modalnya harus benar. Hitung HPP menghitung dari daftar bahan, termasuk bahan yang dibeli sekilo tapi sekali masak cuma dipakai 250 gram.

  2. 2

    Baru tentukan harga jualnya

    Pakai Markup vs margin dengan HPP tadi sebagai modal. Di sinilah markup dan margin paling sering tertukar, dan selisihnya kelihatan begitu jualannya sudah ratusan porsi sebulan.

  3. 3

    Pasang harganya di rak

    Label harga mencetak banyak barang sekaligus, tinggal ketik satu per baris atau salin dari Excel.

  4. 4

    Keluarkan nota tiap kali ada yang beli

    Nota penjualan bisa dicetak ke printer thermal 58mm, disimpan jadi PDF, atau dikirim gambarnya lewat WhatsApp. Kalau yang diminta tanda terima pembayaran, pakai Kwitansi.

  5. 5

    Tutup toko, rekap hari itu

    Rekap penjualan harian menjumlahkan catatan hari itu dan menunjukkan barang yang paling laku. Utang pelanggan dicatat terpisah di Buku kasbon.

  6. 6

    Akhir bulan, hitung rak dan hitung untung

    Stok opname membandingkan stok fisik dengan catatan, lalu Laba rugi sederhana memisahkan laba kotor dari laba usaha.

  7. 7

    Siapkan pajaknya

    PPh final UMKM menghitung dari peredaran bruto tiap bulan, sekaligus menunjukkan kapan bagian yang tidak kena pajak habis terpakai.

Alatnya (69)

Warung, toko kelontong, katering rumahan, dan jualan makanan punya hari yang bentuknya mirip. Uang masuk dicatat, modal dihitung, harga dipasang, stok diperiksa. Alat di halaman ini dibuat untuk pekerjaan itu dan semuanya bisa dibuka dari HP.

Tahu modalnya dulu

Yang paling sering meleset waktu memasang harga adalah modal per porsinya sendiri. Tepung dibeli sekilo Rp 12.000 tapi sekali masak cuma terpakai 250 gram, dan yang seharusnya masuk hitungan Rp 3.000. Hitung HPP punya kolom isi kemasan dan dipakai khusus untuk itu. Kalau belanjanya belum jalan, Daftar belanja bahan baku menghitung mundur dari target porsi jadi daftar yang dibawa ke pasar.

Sesudah modalnya keluar, barulah harga jual. Markup 30% menghasilkan margin 23%, dan dua angka itu sering dikira sama. Markup vs margin menampilkan keduanya berdampingan. Harga yang sudah diputuskan tinggal dicetak lewat Label harga.

Yang dikerjakan tiap hari

Nota penjualan mengisi nomor notanya sendiri melanjutkan nota terakhir, dan hasilnya bisa dicetak ke printer struk atau dikirim ke pembeli. Untuk pembayaran yang perlu tanda terima, Kwitansi menuliskan jumlahnya jadi terbilang otomatis.

Waktu tutup, Rekap penjualan harian menjumlahkan catatan hari itu dan menunjukkan barang mana yang paling laku. Utang pelanggan yang belum lunas dicatat terpisah di Buku kasbon, lengkap dengan tiap cicilan pembayarannya, supaya sisa tagihan tiap orang jelas waktu ditagih.

Sebulan sekali

Hitung rak dan bandingkan dengan catatan lewat Stok opname. Selisih terbesar naik ke paling atas karena itu yang perlu diperiksa duluan. Sesudahnya, Laba rugi sederhana memisahkan laba kotor dari laba usaha, jadi kelihatan kelompok biaya mana yang paling banyak memakan uang.

Untuk pajaknya, PPh final UMKM menghitung dari peredaran bruto bulanan. Yang perlu diingat, batas Rp500 juta itu jatah setahun yang menumpuk sejak Januari, bukan jatah tiap bulan.

Yang tidak bisa dikerjakan di sini

Angka hasil hitungan tidak berpindah sendiri antar alat. HPP yang sudah kamu hitung tidak langsung muncul di label harga, dan catatan penjualan harian tidak berubah jadi laporan laba rugi dengan sendirinya. Angkanya kamu ketik ulang.

Alat-alat ini juga tidak melapor ke DJP, tidak mengurus e-Faktur, dan tidak menggantikan konsultan pajak. Angka PPh yang keluar dipakai untuk memperkirakan dan menyiapkan uangnya, sedangkan yang mengikat tetap hitungan di sistem DJP. Untuk pembukuan yang akan diperiksa auditor atau dipakai mengajukan kredit ke bank, laporan sesederhana ini biasanya belum cukup.

Kumpulan lainnya