Kalkulator kehadiran
Sisa jatah tidak hadir
| Jumlah pertemuan | |
| Batas minimal kehadiran | |
| Sudah tidak hadir | |
| Jatah tidak hadir seluruh semester |
Hitung sisa jatah tidak hadir supaya kehadiranmu tetap di atas 75%, atau 80% kalau itu aturan kampusmu. Isi jumlah pertemuan dan berapa kali kamu sudah absen, lalu halaman ini menghitung sisanya, termasuk kalau batasnya memang sudah tidak bisa dikejar.
Alat ini menghitung berapa kali lagi kamu boleh tidak hadir sebelum kehadiranmu jatuh di bawah batas. Isi jumlah pertemuan satu semester, batas minimal di tempatmu, dan berapa kali kamu sudah tidak hadir.
Jatahnya bukan sekadar 25%
Kalau batasnya 75%, jatah tidak hadirmu memang 25% dari pertemuan, tapi hasil pembagiannya hampir tidak pernah bulat, dan arah pembulatannya menentukan jawabannya.
Untuk 14 pertemuan, 25% adalah 3,5. Dibulatkan menjadi 4, kehadiranmu tinggal 10 dari 14, yaitu 71,4%, di bawah batas yang sedang kamu hitung. Jadi yang dibulatkan ke atas adalah jumlah hadirnya, bukan jatah bolosnya. Minimal hadir 11 dari 14, dan jatahnya 3.
Efek sampingnya ditampilkan jujur di lembar hasil. Kalau jatahmu habis, kehadiranmu jadi 78,6%, bukan pas 75%. Pertemuan tidak bisa dibagi setengah, dan sisanya selalu jatuh ke pihak yang lebih aman.
Kalau jawabannya “sudah tidak bisa”
Alat ini akan mengatakannya dengan jelas, bukan menampilkan angka 0 yang terbaca seperti “pas di batas”. Kalau sisa pertemuannya sudah tidak cukup, hadir di semua sisa pertemuan pun angkanya tidak akan sampai, dan lembar hasilnya menuliskan berapa persen maksimal yang masih mungkin, supaya kamu tahu persis sejauh apa selisihnya.
Yang bisa mengubahnya adalah pihak kampus: surat sakit, dispensasi kegiatan, atau pertemuan pengganti. Semuanya diurus selagi semester berjalan.
Yang alat ini tidak tahu
Aturan kehadiran ditulis oleh kampus dan sekolah masing-masing, dan halaman ini tidak tahu isi aturanmu. Tiga hal yang perlu kamu pastikan sendiri:
- Angka batasnya. 75% adalah pilihan awal di sini karena paling umum, bukan karena pasti.
- Status izin dan sakit. Ada tempat yang menghitungnya sebagai hadir, ada yang tidak.
- Pertemuan pengganti dan kuliah daring. Sebagian dosen menghitungnya, sebagian tidak.
Hasil di halaman ini adalah hitungan dari angka yang kamu isi sendiri, bukan catatan kehadiran resmi. Yang berlaku tetap presensi yang dipegang dosen atau bagian akademik.
Kalau yang sedang kamu kejar adalah nilainya, bukan kehadirannya, pakai nilai minimal UAS untuk tahu berapa nilai ujian akhir yang kamu butuhkan.
Pertanyaan umum
- Batas kehadirannya memang selalu 75%?
- Tidak. 75% memang yang paling sering dipakai, tapi itu aturan masing-masing kampus dan sekolah, bukan aturan nasional. Ada yang memakai 80%, ada yang memakai jumlah pertemuan langsung ('maksimal 3 kali absen'). Angkanya biasanya ada di pedoman akademik atau di kontrak kuliah yang dibagikan dosen pada pertemuan pertama. Kalau di tempatmu bukan 75, ganti saja angkanya di alat ini.
- Izin dan sakit dihitung bolos juga?
- Tergantung tempatmu, dan itu yang harus kamu pastikan dulu. Ada kampus yang menghitung surat sakit sebagai hadir, ada yang tetap menghitungnya sebagai tidak hadir dan hanya membebaskan dari sanksi. Alat ini tidak bisa menebaknya: isi kolom ketidakhadiran dengan yang di tempatmu dihitung tidak hadir saja.
- Kenapa jatahnya 3, bukan 3,5?
- Karena setengah pertemuan tidak ada. Untuk 14 pertemuan, 75% berarti kamu harus hadir minimal 10,5 kali. Sepuluh kali cuma 71,4%, jadi angka hadirnya dibulatkan ke atas menjadi 11. Sisanya, 3, itulah jatahnya. Kalau 3,5 dibulatkan menjadi 4, kamu justru jatuh di bawah batas yang sedang kamu hitung.
- Hitungannya per mata kuliah atau semua digabung?
- Per mata kuliah. Aturan kehadiran hampir selalu berlaku untuk tiap mata kuliah sendiri-sendiri, jadi hadir penuh di lima mata kuliah tidak menutup satu mata kuliah yang absennya berlebihan. Hitung satu per satu dengan jumlah pertemuannya masing-masing.
- Baru pertemuan kedua dan kehadiranku baru 50%. Bahaya?
- Tidak, dan itu sebabnya alat ini tidak menampilkan persentase 'sekarang'. Yang dinilai adalah kehadiran di akhir semester, jadi angka di tengah jalan selalu terlihat menakutkan atau terlalu tenang tanpa alasan. Yang benar-benar berarti cuma satu, yaitu berapa kali lagi kamu boleh tidak hadir sampai pertemuan terakhir.
- Kalau hasilnya 'sudah tidak bisa', masih ada yang bisa dilakukan?
- Bukan lewat menghitung ulang. Kalau sisa pertemuannya sudah tidak cukup, hadir penuh pun angkanya tidak sampai. Yang tersisa ada di pihak kampus: surat keterangan sakit, dispensasi kegiatan, atau pertemuan pengganti. Semuanya harus diurus selagi semesternya berjalan, jadi kalau alat ini menulis 'sudah tidak bisa', hari ini adalah waktu terbaik untuk menemui dosen atau bagian akademik.