Nilai minimal UAS
Nilai minimal di ujian akhir
| ? | ||
| Total bobot | ||
| Sudah terkumpul | ||
| Target nilai akhir |
Hitung nilai UAS paling rendah yang masih membuat nilai akhirmu mencapai target. Isi bobot tugas, UTS, dan UAS beserta nilai yang sudah keluar. Kalau angkanya ternyata di atas 100, halaman ini mengatakannya, bukan menampilkan nilai yang tidak mungkin didapat.
Alat ini menghitung nilai UAS paling rendah yang masih membuat nilai akhirmu mencapai target. Isi komponen yang nilainya sudah keluar beserta bobotnya, lalu bobot UAS dan target nilai akhirmu.
Satu angka yang belum diketahui
Nilai akhir adalah rata-rata berbobot. Tiap komponen dikalikan bobotnya, lalu semuanya dijumlahkan. Kalau semua komponen sudah ada nilainya kecuali satu, sisanya tinggal aljabar, dan itulah yang dikerjakan halaman ini.
Lembar hasilnya menuliskan tiap komponen dengan bobot dan nilainya, bukan cuma jumlah akhirnya, supaya kamu bisa mencocokkannya baris per baris dengan kontrak kuliah. Kalau salah satu bobotnya salah ketik, di situ ketahuannya.
Kalau angkanya di atas 100
Ini kejadian yang paling sering dan paling perlu dijawab dengan jujur. Nilai yang sudah terkumpul kecil, bobot UAS tidak cukup besar, dan targetmu menuntut nilai 118, angka yang tidak ada.
Halaman ini tidak menampilkan 118, dan juga tidak memotongnya menjadi 100. Keduanya menyesatkan. Yang satu memberi target yang tidak mungkin, yang satu menyuruhmu mengejar nilai sempurna yang ternyata tetap tidak menyelamatkan. Yang ditampilkan adalah nilai akhir tertinggi yang masih mungkin, angka nyata yang bisa kamu bandingkan dengan batas kelulusan, dan yang perlu kamu bawa kalau mau menanyakan nilai perbaikan.
Bobotnya harus berjumlah 100%
Jumlah seluruh bobot ditulis di lembar hasil, dan kalau bukan 100% halaman ini mengatakannya. Bukan karena rewel. Rata-rata berbobot yang bobotnya baru 90% selalu menghasilkan nilai akhir yang lebih kecil dari yang sebenarnya, jadi membandingkannya dengan target justru menyesatkan. Biasanya penyebabnya satu komponen yang belum dimasukkan: kehadiran, kuis, atau praktikum.
Yang alat ini tidak tahu
Hasil di sini adalah hitungan dari angka yang kamu isi sendiri, dan beberapa hal memang di luar jangkauannya:
- Kebijakan pembulatan. Ada yang membulatkan tiap komponen dulu, ada yang di akhir saja.
- Konversi ke huruf. Rentang A, AB, B berbeda antar kampus dan tidak dihitung di sini.
- Nilai perbaikan dan remedi. Kalau ada, aturannya milik dosen atau sekolahmu.
Jadi kalau hasilnya pas-pasan di batas, anggap saja itu batas bawah, bukan angka aman.
Kalau yang mengancam bukan nilainya melainkan absensimu, hitung sisa jatahnya di kalkulator kehadiran.
Pertanyaan umum
- Bobotnya harus 30% tugas, 30% UTS, 40% UAS?
- Tidak, itu cuma pembagian yang paling sering dipakai dan dipasang sebagai titik awal. Bobot yang berlaku untukmu ada di kontrak kuliah atau RPP yang dibagikan di pertemuan pertama. Ada yang 20/30/50, ada yang memasukkan kehadiran dan praktikum sebagai komponen sendiri. Semua kolom bobotnya bisa kamu ubah dan barisnya bisa ditambah.
- Kenapa hasilnya 'tidak bisa dikejar'?
- Karena nilai yang dibutuhkan keluar di atas 100. Misalnya nilai yang sudah terkumpul baru 25,5 poin dan UAS berbobot 40%, target 75 menuntut nilai 123,75, angka yang tidak ada. Halaman ini memilih mengatakannya dan menampilkan nilai akhir tertinggi yang masih mungkin, daripada menuliskan 100 seolah-olah masih ada peluang.
- Kenapa angkanya dibulatkan ke atas?
- Karena pembulatan ke bawah menghilangkan justru bagian yang menentukan. Kalau hitungannya 82,5 lalu ditampilkan 82, kamu mendapat nilai 82 dan target itu tetap tidak tercapai. Jadi yang ditampilkan 83, dan angka persisnya tetap ditulis di lembar hasil supaya kamu bisa mencocokkan.
- Ada dua komponen yang belum keluar nilainya. Bisa?
- Belum bisa. Alat ini menjawab satu hal yang belum diketahui, karena dengan dua angka kosong jawabannya adalah banyak pasangan nilai, bukan satu nilai. Cara memakainya begini. Isi dulu perkiraan nilai untuk komponen yang satu, lalu lihat berapa yang dituntut dari UAS, dan ulangi dengan perkiraan yang lebih pesimistis untuk tahu batas amannya.
- Total bobotnya kok diperiksa? Memangnya kenapa kalau bukan 100%?
- Karena nilai akhir adalah rata-rata berbobot, dan rata-rata itu hanya berarti kalau seluruh bobotnya berjumlah 100%. Kalau baru 90%, nilai akhir yang muncul selalu lebih kecil dari nilai akhir yang sebenarnya, dan membandingkannya dengan target 75 jadi keliru. Biasanya penyebabnya satu komponen yang belum dimasukkan.
- Nilainya pasti sama dengan yang dihitung dosen?
- Belum tentu persis. Sebagian dosen dan sekolah membulatkan nilai tiap komponen dulu sebelum dikalikan bobot, sebagian membulatkan di akhir saja, dan sebagian mengonversinya ke huruf dengan rentang sendiri. Selisihnya biasanya kecil, tapi cukup untuk mengubah 74,6 menjadi 75 atau sebaliknya. Jadi jangan mengejar angka yang pas-pasan kalau bisa dilebihkan.
- Target 75 itu dari mana?
- Dari KKM yang paling umum dipakai, bukan dari aturan yang berlaku di semua tempat. Tiap sekolah menetapkan KKM sendiri per mata pelajaran, dan di kampus batas kelulusan mata kuliah berbeda lagi dengan batas nilai A atau B. Ganti angkanya dengan yang benar-benar kamu kejar.