Alat Gratisan

Sisa SKS

SKS-mu

Isian awal 144 sks adalah beban minimal program sarjana menurut standar nasional pendidikan tinggi (SN-Dikti, terakhir diatur lewat Permendikbudristek 53/2023) — cek lagi, itu batas minimal dan bisa berubah. Banyak prodi menetapkan lebih, dan program diploma serta magister punya angkanya sendiri; yang mengikat adalah kurikulum prodimu. Kolom kedua diisi SKS yang sudah lulus, bukan yang sudah diambil — mata kuliah yang kamu ulang mengganti nilainya, bukan menambah jumlahnya.

Sisa waktumu

Isian awal 24 sks adalah pola yang paling umum, biasanya untuk IP semester lalu 3,00 ke atas — tapi batas ini ditetapkan tiap kampus sendiri, bukan aturan nasional, dan tangganya berbeda-beda. Pakai angka yang benar-benar diizinkan KRS-mu. Kalau semester depan kamu berencana mengulang mata kuliah, kurangi sendiri batas ini sebanyak SKS ulangannya, karena ulangan tetap memakan jatah.

SKS yang harus diambil tiap semester

Syarat SKS kelulusan
SKS sudah lulus
Sisa SKS
Sisa semester
Batas SKS per semester

Syarat SKS dan batas per semester mengikuti aturan KRS kampus yang bersangkutan, bukan angka nasional.

Yang dihitung hanya jumlah SKS. Skripsi, KKN, mata kuliah wajib, syarat nilai minimal, dan mata kuliah yang cuma dibuka di semester ganjil atau genap punya jalurnya sendiri, dan bisa membuat sisa SKS tidak bisa diambil sekaligus walaupun jumlahnya muat.

Isi syarat SKS kelulusan, SKS yang sudah lulus, sisa semester, dan batas SKS per semester di kampusmu. Halaman ini menghitung berapa SKS yang harus diambil tiap semester. Kalau jumlah itu lewat dari batas KRS, hasilnya mengatakannya terus terang, lengkap dengan berapa semester lagi yang dibutuhkan.

Isi empat angka: syarat SKS kelulusan, SKS yang sudah lulus, sisa semester, dan batas SKS per semester di kampusmu. Halaman ini menghitung berapa SKS yang harus diambil tiap semester, dan apakah jumlah itu benar-benar muat di KRS.

Pembulatannya ke atas, dan itu bukan detail

Sisa 47 sks dibagi 4 semester adalah 11,75, dan setengah mata kuliah tidak ada. Kalau dibulatkan ke bawah jadi 11, tiap semester berjalan sesuai rencana dan di ujungnya masih tersisa 3 sks. Tiga SKS itu menuntut satu semester tambahan utuh, persis hal yang sedang kamu hindari.

Jadi beban per semesternya dibulatkan ke atas jadi 12. Efek sampingnya ditulis jujur di lembar hasil, karena 12 × 4 adalah 48 sementara sisamu 47. Artinya satu semester, biasanya yang terakhir, bisa diambil satu SKS lebih sedikit. Tanpa kalimat itu, pembacanya menemukan selisih satu SKS di lembar yang sama dan tidak punya penjelasannya.

Kalau tidak muat, halaman ini mengatakannya

Sisa 60 sks dengan 2 semester tersisa keluar sebagai 30 SKS per semester. Angkanya benar secara hitungan dan tidak akan pernah lolos KRS mana pun. Menampilkan 30 lalu berhenti di situ sama dengan memberi seseorang tanggal wisuda yang tidak mungkin terjadi.

Karena itu vonisnya ikut tercetak bersama angkanya: tidak muat, kurang berapa SKS, dan (kalau tiap semester diambil penuh sesuai batas) berapa semester yang sebenarnya dibutuhkan dan berapa semester lebih lama dari rencanamu. Itu angka yang bisa dibawa ke dosen pembimbing akademik, bukan sekadar kabar buruk.

Dua angka yang bukan aturan nasional

Keduanya sengaja jadi kolom yang bisa kamu ubah:

  • 144 SKS adalah beban minimal program sarjana menurut standar nasional pendidikan tinggi (SN-Dikti, terakhir diatur lewat Permendikbudristek 53/2023). Banyak prodi menetapkan lebih, dan program diploma serta magister punya angkanya sendiri. Aturannya juga bisa berubah, dan yang mengikat adalah kurikulum prodimu.
  • 24 SKS per semester bukan aturan nasional sama sekali. Batas itu ditetapkan tiap kampus, umumnya berdasarkan IP semester sebelumnya, dan tangganya berbeda-beda. Angka yang berlaku untukmu adalah yang benar-benar diizinkan sistem KRS.

Karena batasnya menempel pada IP, memperbaiki IP semester ini bisa menaikkan jatah semester depan. Kalau IPK-mu sendiri belum pernah kamu hitung ulang dari daftar SKS, Konversi IPK ke GPA bisa melakukannya. Kalau yang sedang kamu kejar adalah satu mata kuliah tertentu, nilai minimal UAS menghitung nilai ujian paling rendah yang masih mencapai targetmu.

Yang halaman ini tidak tahu

Hasil di sini hanya menghitung jumlah SKS dari angka yang kamu isi sendiri. Yang tidak bisa diketahuinya:

  • Syarat kelulusan selain SKS. Skripsi, KKN, magang, mata kuliah wajib, dan syarat nilai minimal punya jalurnya sendiri.
  • Mata kuliah yang ditawarkan. Sebagian hanya dibuka di semester ganjil atau genap, dan sebagian punya prasyarat berjenjang, jadi sisa SKS bisa muat secara jumlah tapi tidak bisa diambil sekaligus.
  • Aturan khusus kampusmu. Semester antara, batas masa studi, dan aturan SKS semester akhir berbeda-beda.

Yang berlaku tetap transkrip dan kurikulum yang dipegang bagian akademik, bukan lembar hasil ini.

Pertanyaan umum

Syarat lulusnya memang 144 SKS?
144 sks adalah beban minimal program sarjana menurut standar nasional pendidikan tinggi (SN-Dikti, terakhir diatur lewat Permendikbudristek 53/2023). Itu batas minimal, bukan angka yang pasti berlaku untukmu. Banyak prodi menetapkan lebih, program diploma dan magister punya angkanya sendiri, dan aturannya sendiri bisa berubah. Yang mengikat adalah yang tertulis di kurikulum prodimu, jadi ganti angka di kolom pertama kalau berbeda.
Batas 24 SKS per semester itu aturan dari mana?
Dari kampusmu, bukan dari aturan nasional. Polanya yang paling umum adalah jatah SKS semester depan ditentukan oleh IP semester ini, dan 24 sks biasanya untuk IP 3,00 ke atas. Tapi besaran dan tangganya berbeda-beda antar kampus, sebagian menetapkannya langsung lewat sistem KRS, dan sebagian punya aturan khusus untuk semester akhir. Isi angka yang benar-benar muncul di KRS-mu, bukan angka yang paling sering kamu dengar dari teman beda kampus.
Kenapa hasilnya dibulatkan ke atas?
Karena SKS diambil per mata kuliah dan tidak bisa setengah-setengah, dan pembulatan ke bawah membuat rencananya tidak selesai. Sisa 47 sks dibagi 4 semester itu 11,75. Kalau tiap semester diambil 11, di akhir masih tersisa 3 sks dan kamu butuh satu semester tambahan hanya untuk itu. Jadi angkanya jadi 12, dan lembar hasilnya menyebutkan bahwa satu semester, biasanya yang terakhir, bisa diambil lebih sedikit.
Hasilnya 'tidak muat'. Berarti pasti telat lulus?
Berarti tidak muat dengan angka yang kamu isi. Yang paling sering bisa diubah adalah batas SKS-nya. Batas itu menempel pada IP, jadi memperbaiki IP semester ini bisa menaikkan jatah semester depan; sebagian kampus juga membuka semester antara. Yang tidak bisa diubah adalah jumlah SKS yang tersisa, dan itu sebabnya halaman ini langsung menyebut berapa semester yang dibutuhkan kalau batasnya tetap, bukan cuma menampilkan angka per semester yang tidak mungkin diambil.
SKS mata kuliah yang saya ulang dihitung bagaimana?
Mengulang tidak menambah SKS lulus. Yang berganti nilainya, bukan jumlahnya. Jadi kolom 'SKS sudah lulus' diisi hanya SKS dari mata kuliah yang nilainya sudah memenuhi syarat kelulusan di kampusmu. Sebaliknya, kalau semester depan kamu berencana mengulang, SKS ulangan itu tetap memakan jatah semester tersebut. Kurangi sendiri angka di kolom batas sebanyak SKS ulangannya supaya rencananya realistis.
Kalau SKS-nya sudah cukup, berarti sudah bisa lulus?
Belum tentu, dan ini yang membuat hitungan di sini cuma separuh jawaban. Jumlah SKS adalah satu syarat; skripsi atau tugas akhir, KKN, magang, mata kuliah wajib tertentu, dan syarat nilai minimal punya jalurnya sendiri. Ada juga mata kuliah yang cuma dibuka di semester ganjil atau genap, jadi sisa SKS bisa saja tidak bisa diambil sekaligus walaupun jumlahnya muat. Cocokkan dengan transkrip dan kurikulum prodimu, bukan dengan angka di halaman ini saja.