Alat Gratisan

Kapitalisasi judul

Judul kamu

Boleh ditempel apa adanya — huruf kecil semua, kapital semua, atau campur. Spasi, tanda baca dan angkanya dikembalikan persis seperti yang kamu tempel. Judulmu tidak dikirim ke mana pun dan tidak disimpan.

Aturan yang dipakai

Dasarnya kaidah huruf kapital pada judul di EYD Edisi V (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2022; sebelumnya PUEBI, Permendikbud Nomor 50 Tahun 2015), yang menyebut kata tugas "seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk" — kata seperti di situ berarti contoh, bukan daftar lengkap. Jadi 31 kata bawaan ini kamu yang pegang: enam pertama memang dicontohkan kaidahnya, sisanya kata depan dan kata hubung yang lazim dikecilkan penyunting. Tambah atau hapus sesuai selingkung kampus, penerbit, atau sekolahmu — pisahkan dengan koma. Kalau pedoman jurusanmu berbeda, pedoman itu yang dipakai, bukan halaman ini.

Dua ini memang dibaca berbeda-beda, jadi kamu yang memilih. Kaidahnya cuma menyebut kata tugas "yang tidak terletak pada posisi awal", sehingga bacaan harfiahnya mengecilkan kata tugas di ujung judul; banyak penyunting mengapitalkannya supaya judul tidak berakhir dengan huruf kecil. Anak judul setelah titik dua tidak diatur sama sekali — sebagian gaya selingkung memperlakukannya sebagai judul baru, sebagian meneruskan judul yang sama.

Tempel judul makalah, skripsi atau artikelmu, lalu huruf besarnya dirapikan menurut kaidah EYD. Kata tugas seperti di, ke, dari dan yang tetap huruf kecil kecuali di posisi awal, dan setiap kata yang dikecilkan disebut alasannya sehingga kamu bisa membantahnya.

Tempel judul makalah, skripsi, artikel atau pengumumanmu, lalu huruf besarnya dirapikan menurut kaidah EYD. Setiap kata yang dikecilkan disebutkan alasannya, supaya kamu bisa membantahnya.

Aturannya satu kalimat, dan justru itu masalahnya

Huruf pertama setiap kata dalam judul memakai huruf kapital, kecuali kata tugas yang tidak berada di posisi awal. Sependek itu. Begitu dipakai, kata yang sama punya dua nasib dalam satu judul: Untuk Apa Sekolah untuk Semua. Yang menentukan adalah tempat duduknya.

Karena itu halaman ini tidak berhenti di hasil. Tiap keputusan keluar dengan kalimat sebabnya, jadi yang kamu bawa pulang aturannya, bukan cuma satu baris judul yang sudah rapi.

di yang kata depan dan di- yang awalan

Ini jebakan yang membuat halaman ini ada. Ada dua di yang hurufnya sama persis:

  • Kata depan. Kata sendiri, ditulis terpisah, huruf kecil kalau bukan kata pertama: Kegiatan Bakti Sosial di Desa Sukamaju.
  • Awalan. Menempel pada kata kerjanya jadi satu kata, jadi ikut naik bersama katanya: Program yang Dilaksanakan Sekolah.

Bedanya tidak kelihatan dari hurufnya, cuma dari cara menulisnya, dan cara menulisnya itulah yang paling sering tertukar. Jadi kalau kamu menempel di laksanakan atau Dibawah, halaman ini menandainya beserta bentuk yang benar, tapi tidak menggabung atau memisahnya sendiri. Menggabungkan dua kata mengubah katamu, bukan hurufnya, dan itu bukan wewenang alat kapitalisasi.

Daftar kata tugasnya kamu yang pegang

Kaidahnya menulis kata tugas “seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk”. Kata seperti di situ berarti daftarnya contoh, bukan isi lengkap, sehingga batas mana saja yang dikecilkan memang berbeda antar selingkung kampus, penerbit dan redaksi.

Karena itu daftarnya jadi kotak isian, dengan bawaan berisi enam kata yang dicontohkan kaidahnya plus kata depan dan kata hubung lain yang lazim dikecilkan penyunting. Hapus yang tidak dipakai pedomanmu, tambahkan yang kurang, dan pengaturannya diingat untuk judul berikutnya. Kalau pedoman jurusanmu berbeda dari hasil di sini, pedoman itu yang dipakai.

Dua hal yang memang tidak seragam

Kata tugas di kata terakhir judul: bacaan harfiah kaidahnya mengecilkannya, karena yang disebut cuma “posisi awal”; banyak penyunting mengapitalkannya supaya judul tidak berakhir menggantung. Kata pertama sesudah titik dua: sebagian gaya menghitungnya sebagai awal judul baru, sebagian meneruskan judul yang sama.

Dua-duanya disediakan sebagai pilihan, bukan dipilihkan diam-diam. Halaman gratis yang terdengar lebih pasti daripada kaidahnya sendiri adalah halaman yang bikin kamu kalah waktu ditanya.

Yang tidak dikerjakan di sini

Hanya huruf pertama tiap kata yang disentuh. Ejaan kata, tanda baca, dan susunan kalimat tidak diperiksa sama sekali, dan judul yang kapitalnya rapi tapi katanya tidak baku tetap saja dikembalikan. Untuk bagian itu, tempel dulu tulisanmu ke cek kata baku, baru bawa judulnya ke sini.

Pertanyaan umum

Kenapa di kadang huruf kecil, kadang ikut huruf besar?
Karena ada dua di yang bentuknya sama persis. Yang pertama kata depan, kata sendiri yang ditulis terpisah, dan di tengah judul dia huruf kecil, seperti pada Kegiatan Bakti Sosial di Desa Sukamaju. Yang kedua awalan di-, yang menempel pada kata kerjanya jadi satu kata sehingga ikut naik bersama katanya, seperti pada Program yang Dilaksanakan Sekolah. Bedanya ada pada ditulis serangkai atau tidak. Itu sebabnya halaman ini menandai Dibawah dan di laksanakan tanpa membetulkannya sendiri. Yang perlu diubah di situ cara menulis katamu, bukan besar kecil hurufnya.
Dosen saya minta kata terhadap tetap huruf besar. Berarti hasil di sini salah?
Belum tentu salah, dan pedoman jurusanmu yang menang. Kaidahnya sendiri cuma memberi contoh kata tugas, bukan daftar tertutup, jadi batas mana saja yang dikecilkan memang berbeda antar selingkung kampus dan penerbit. Karena itu daftar kata tugasnya bisa kamu edit di halaman ini. Hapus terhadap dari kotaknya, judulnya langsung ikut berubah, dan pengaturan itu diingat untuk judul berikutnya.
Anak-anak ditulis Anak-Anak atau Anak-anak?
Anak-Anak, karena kedua bagiannya kata yang sama persis. Itu kata ulang utuh, dan keduanya dikapitalkan, seperti Undang-Undang. Berbeda dengan kata ulang yang berubah bunyi atau berimbuhan, seperti Sayur-mayur dan Berjalan-jalan, yang hanya bagian pertamanya. Halaman ini memisahkan keduanya sendiri, tapi tetap menyebutkan tiap kata ulang di daftar keputusan supaya bisa kamu periksa.
Judul saya ketik kapital semua. Kenapa SD berubah jadi Sd?
Karena begitu seluruh judul huruf besar, tidak ada lagi yang membedakan singkatan dari kata biasa. SD, PT dan RI kelihatan sama saja dengan KEGIATAN. Judul kapital semua dibaca ulang dulu sebagai huruf kecil, kalau tidak halaman ini justru diam pada bentuk yang paling sering ditempel orang. Ongkosnya singkatan ikut turun, dan itu disebutkan di layar setiap kali terjadi. Betulkan singkatannya sendiri setelah judul disalin, biasanya cuma satu dua kata.
Kata terakhir judul saya jadi huruf kecil. Itu wajar?
Itu satu dari dua bacaan yang sama-sama hidup, dan halaman ini menyediakan keduanya lewat pilihan di kotak aturan. Kaidahnya menyebut kata tugas yang tidak terletak pada posisi awal, jadi bacaan harfiahnya mengecilkan kata tugas di mana pun kecuali kata pertama, termasuk di ujung. Banyak penyunting mengapitalkannya karena judul yang berakhir dengan kata kecil terasa menggantung. Pilih yang sesuai pedomanmu; kalau tidak ada pedoman, bacaan harfiah lebih mudah dipertahankan waktu ditanya.
Aturannya sama dengan judul berbahasa Inggris?
Tidak, dan ini yang sering tercampur karena orang biasa melihat judul Inggris di jurnal. Gaya Inggris mengapitalkan kata depan menurut panjang katanya (with dan from ikut besar di beberapa gaya, di, to dan of tetap kecil), dan hampir semua gaya mengapitalkan kata terakhir apa pun katanya. Kaidah bahasa Indonesia tidak memakai panjang kata sama sekali; yang menentukan cuma jenis katanya dan posisinya. Judul Inggris di skripsimu ikut aturan Inggris, judul Indonesianya ikut yang ini.
Ejaan katanya sekalian dibetulkan?
Tidak. Yang dikerjakan halaman ini cuma besar kecil huruf pertama, ditambah dua catatan soal di yang salah tulis. Kata seperti ijin, jadual atau resiko akan lewat begitu saja dengan huruf besar yang rapi, dan judul yang kapitalnya benar tapi katanya tidak baku tetap dicoret dosen. Untuk itu pakai alat cek kata baku, lalu bawa hasilnya ke sini.