Alat Gratisan

Konversi nilai huruf

Daftar nilainya

Boleh dipisah koma, titik koma, tab, atau spasi — angkanya diambil dari ujung baris, jadi nama seperti Kalkulus 2 tetap terbaca utuh. Nilai berkoma seperti78,5 dibaca sebagai satu nilai. Nama mata kuliahnya boleh dikosongkan, cukup angkanya saja.

Dipakai untuk menandai nilai yang jelas salah ketik — 780 untuk 78 akan masuk ke huruf tertinggi di tangga mana pun kalau tidak diperiksa. Kosongkan kalau kamu memang tidak mau ada batas atas.

Tangga nilai kampusmu
HurufNilai minimalBobot

Tangga yang terisi ini contoh yang umum, bukan standar. Tidak ada aturan nasional soal ini: tiap perguruan tinggi menetapkan huruf, batas, dan bobotnya sendiri lewat buku panduan akademik, dan dua prodi di satu kampus pun bisa berbeda. Ganti isinya dengan tabel milik kampusmu — nilai minimal diisi nilai terendah yang masih mendapat huruf itu, dan baris paling bawah diisi 0.

Konversi nilai ke huruf

Nilai tertinggi yang mungkin
Mata kuliahNilaiHurufBobot

Tangga nilai yang dipakai

HurufRentang nilaiBobotJumlah

Ubah nilai angka jadi huruf dan bobot untuk sedaftar mata kuliah sekaligus. Batas tiap huruf dan bobotnya kamu isi sendiri, karena tiap kampus menetapkannya sendiri. Tangga A/AB/B/BC/C/D/E yang terpasang cuma contoh yang umum, bukan standar.

Tempel nilai angkanya, satu baris satu mata kuliah, lalu isi tangga nilai yang berlaku di kampusmu. Halaman ini mengubah semuanya sekaligus jadi huruf dan bobot, dan mencetak tangga yang dipakainya di bawah hasil.

Tangga nilainya milik kampusmu

Tidak ada tangga nilai nasional untuk perguruan tinggi di Indonesia. A, AB, B, BC, C, D, E memang paling sering dipakai, tapi batas dan bobotnya ditetapkan tiap kampus sendiri lewat buku panduan akademik. A yang dimulai dari 80 di satu kampus bisa dimulai dari 85 di kampus sebelah, dengan bobot AB 3,50 di satu tempat dan 3,75 di tempat lain.

Karena itu tangganya di sini adalah kolom yang kamu isi, bukan tabel yang kami kunci. Yang terpasang saat halaman dibuka cuma contoh supaya ada yang bisa langsung dicoba. Halaman ini juga tidak menganggap huruf apa pun lebih tinggi dari huruf lain: urutan tingkatnya ditentukan oleh angka batasnya, jadi tangga apa pun (termasuk A/A−/B+/B) bekerja sama saja.

Batas dibaca sebagai nilai minimal

Nilai yang jatuh persis di batas adalah satu-satunya hal di halaman ini yang kami yang putuskan, bukan kamu. Nilai 75 pada batas 75 sudah mendapat huruf itu, dan 74,9 turun satu tingkat.

Itu pembacaan yang paling umum, tapi sebagian panduan akademik menuliskannya terbuka di bawah, sehingga nilai yang pas di batas justru jatuh ke tingkat bawahnya. Selisihnya cuma muncul pada nilai yang pas, dan nilai yang pas di batas justru yang paling sering diperdebatkan. Jadi arah pembacaannya ikut tercetak di lembar hasil, dengan angka dari tanggamu sendiri.

Yang tidak dikonversi

Dua hal sengaja dibiarkan kosong, dengan alasannya tertulis di lembar:

  • Nilai di luar skala. 780 untuk 78 masuk ke huruf tertinggi di tangga mana pun, dan huruf A yang lahir dari salah ketik tidak pernah dicek ulang siapa pun. Kolom nilai tertinggi ada supaya angka seperti itu tertangkap, bukan dikonversi.
  • Nilai di bawah tingkat terendah. Kalau tangga terbawahmu berhenti di 60, nilai 55 tidak punya huruf. Jawabannya menurunkan batas tingkat terbawah ke 0.

Yang halaman ini sengaja tidak hitung

Rata-rata bobot dari daftar ini tidak ditampilkan, dan itu keputusan, bukan kelupaan. Rata-rata bobot tanpa SKS bukan IPK. Nilai A di mata kuliah 1 SKS akan membatalkan nilai C di mata kuliah 4 SKS, dan hasilnya keluar cukup wajar untuk terasa benar. Perhitungan yang menimbang SKS ada di Konversi IPK ke GPA, lengkap dengan kolom bobot yang bisa kamu sesuaikan juga.

Kalau yang kamu urus rata-rata nilai rapor sekolah, misalnya berapa lagi yang dibutuhkan di mata pelajaran yang nilainya belum keluar, hitungannya ada di Target nilai rapor.

Pertanyaan umum

Nilai saya persis 75. Dapat AB atau B?
Di halaman ini AB, karena kolom batas dibaca sebagai nilai terendah yang masih mendapat huruf itu. Nilai 75 masuk AB, 74,9 masuk B. Itu pembacaan yang paling umum, tapi bukan satu-satunya. Ada panduan akademik yang menulis rentangnya sebagai 'di atas 75', sehingga nilai 75 pas justru jatuh ke B. Lembar hasilnya menuliskan arah pembacaan itu dengan angka dari tanggamu sendiri, supaya kamu bisa mencocokkannya sebelum dipakai.
Tangga A/AB/B/BC/C/D/E yang sudah terisi itu aturan resmi?
Bukan. Tidak ada tangga nilai nasional untuk perguruan tinggi di Indonesia. Huruf, batas, dan bobotnya ditetapkan tiap kampus lewat buku panduan akademiknya, dan dua prodi di satu kampus pun bisa berbeda. Yang terpasang di sini pola yang paling sering dipakai, dipasang supaya halamannya langsung bisa dicoba. Angka yang mengikat kamu ada di panduan akademik atau di keterangan di balik KHS-mu.
Kampus saya pakai A, A−, B+, B, B−. Bisa?
Bisa. Isi hurufnya apa adanya, batasnya sesuai panduan kampusmu, lalu tambah baris sebanyak yang dibutuhkan. Tidak ada tangga yang lebih benar dari yang lain di sini, dan tidak ada huruf yang diperlakukan istimewa. Yang menentukan urutan tingkat cuma angka batasnya, bukan hurufnya.
Kenapa ada nilai yang tidak dapat huruf sama sekali?
Ada dua sebab dan lembarnya menyebut yang mana. Pertama, nilainya di bawah tingkat paling rendah di tanggamu, biasanya karena baris paling bawah belum diisi 0. Kedua, nilainya di luar skala, misalnya 780 yang harusnya 78. Yang kedua sengaja tidak dikonversi. Angka sebesar itu masuk ke huruf tertinggi di tangga mana pun, dan huruf A yang muncul dari salah ketik adalah satu-satunya kesalahan yang tidak pernah dicek ulang orang.
Kenapa tidak ada rata-rata bobotnya?
Karena rata-rata bobot tanpa SKS bukan IPK, dan menampilkannya di sini akan membuatnya dipakai seperti IPK. Nilai A di mata kuliah 1 SKS tidak sekuat nilai C di mata kuliah 4 SKS; kalau dirata-rata biasa hasilnya terlihat wajar dan bisa meleset jauh. Perhitungan yang menimbang SKS ada di halaman konversi IPK, dan itu tempat yang benar untuk angka tersebut.
Ada tingkat yang katanya tidak dipakai. Kenapa?
Karena tingkat itu tidak menampung nilai apa pun, dan halaman ini memilih menyebutnya daripada menghapusnya diam-diam. Huruf yang hilang dari tabel adalah huruf yang masih dikira berlaku. Dua sebabnya: batasnya sama dengan tingkat yang sudah ada di atasnya, atau batasnya lebih tinggi dari nilai tertinggi yang mungkin, misalnya batas 105 pada skala 0–100.
Daftarnya harus diketik ulang atau bisa ditempel?
Tempel saja. Satu nilai per baris, nama mata kuliahnya di depan, pemisahnya bebas: koma, titik koma, tab, atau spasi. Angkanya diambil dari ujung baris, jadi nama seperti Kalkulus 2 tidak ikut terbaca sebagai nilai, dan nilai berkoma seperti 78,5 tetap dibaca satu nilai. Baris yang tidak diakhiri angka, misalnya baris judul yang ikut tertempel, dilaporkan sendiri supaya tidak diam-diam hilang.