Konversi IPK ke GPA
IPK 3,45 di transkrip Indonesia tetap 3,45 di kolom GPA skala 4.0, dan yang berbeda cuma hurufnya. Lihat setara hurufnya, dan hitung dulu IPK dari daftar SKS kalau transkripmu belum keluar.
Isi IPK-mu, dan halaman ini menunjukkan angkanya pada skala 4.0 beserta setara hurufnya, dua hal yang biasanya diminta formulir pendaftaran kampus luar negeri. Kalau transkrip akhirmu belum keluar, IPK-nya bisa dihitung dulu dari daftar mata kuliah dan SKS.
Kabar baiknya, tidak ada rumus
IPK di transkrip Indonesia sudah berada pada skala 0–4,00. Skala yang diminta formulir Amerika juga 0–4,00. Jadi IPK 3,45 masuk ke kolom GPA sebagai 3.45, dan kolom scale atau maximum GPA diisi 4.00. Tidak ada yang perlu dikalikan.
Ini terdengar terlalu sederhana, dan justru itu masalahnya. Banyak yang mencari rumus, menemukan salah satu dari beberapa rumus keliru yang beredar, lalu menuliskan angka yang tidak sesuai dengan transkrip di tangannya sendiri. Formulir pendaftaran hampir selalu meminta salinan transkrip juga, sehingga angka yang tidak cocok akan terlihat.
Yang benar-benar berbeda adalah hurufnya
Tangga hurufnya tidak sama.
- Di Indonesia, tangganya sering A, AB, B, BC, C, D, E, dengan AB di 3,50 dan BC di 2,50.
- Di Amerika, tangganya A, A−, B+, B, B−, C+, C, C−, D+, D, F, dengan titik di 3,70 dan 3,30, tanpa apa pun di antaranya.
Karena itu sebuah AB tidak punya huruf kembarannya. Halaman ini mengambil titik terdekat, dan kalau nilaimu tepat di tengah dua titik, yang diambil yang lebih rendah. Sengaja begitu. Kelebihan satu anak tangga pada dokumen pendaftaran adalah hal yang akan dicek, sedangkan kekurangan satu anak tangga tidak merugikan apa pun.
Kalau transkrip akhirmu belum keluar
Pilih Hitung dulu dari daftar mata kuliah, lalu isi SKS dan nilai tiap mata kuliah. Rumusnya jumlah SKS dikali bobot, dibagi jumlah SKS.
Penimbangan SKS itulah yang paling sering salah ketika dihitung sendiri. Rata-rata biasa dari huruf-hurufnya membuat nilai A di mata kuliah 1 SKS membatalkan nilai C di mata kuliah 5 SKS, dan hasilnya keluar cukup tinggi untuk terasa benar. Nilai yang sebenarnya 2,33 bisa terbaca 3,00, selisih yang baru ketahuan ketika ada orang lain menghitung ulang dari transkrip.
Bobot tiap huruf ditetapkan kampusmu sendiri, jadi kolom Bobot bisa kamu ubah, dan setiap baris pada hasilnya mencantumkan bobot yang dipakai.
Yang halaman ini tidak bisa
Halaman ini tidak mengevaluasi transkrip. Banyak kampus di Amerika meminta transkrip dinilai dulu oleh lembaga evaluasi ijazah, yang mengkonversi per mata kuliah dengan tabel mereka sendiri dan bisa menghasilkan angka yang sedikit berbeda. Sebagian kampus juga menghitung ulang sendiri, kadang hanya dari mata kuliah jurusan, kadang hanya dari dua tahun terakhir.
Jadi anggap hasilnya sebagai angka untuk mengisi formulir dan memperkirakan posisimu. Yang selalu benar dan selalu bisa kamu pertahankan adalah angka yang tercetak di transkripmu.
Pertanyaan umum
- IPK saya 3,45. Berapa GPA saya di skala 4.0?
- Tetap 3,45. Transkrip perguruan tinggi Indonesia sudah memakai skala 0–4,00, persis seperti skala Amerika, jadi tidak ada rumus yang perlu dijalankan. Di formulir, kolom GPA kamu isi 3.45 dan kolom scale atau maximum GPA kamu isi 4.00. Yang bikin banyak orang ragu adalah mengira ada konversi khusus yang belum mereka ketahui. Yang benar-benar berbeda antara dua sistem itu cuma hurufnya.
- Kenapa hurufnya B+ padahal di kampus saya dapat AB?
- Karena tangga hurufnya berbeda. AB berbobot 3,50 di kampusmu, sedangkan tangga Amerika tidak punya titik di 3,50. Yang tersedia 3,70 untuk A− dan 3,30 untuk B+, dan 3,50 sama jauhnya dari keduanya. Alat ini mengambil yang lebih rendah kalau nilainya tepat di tengah, supaya kamu tidak menuliskan huruf yang lebih tinggi daripada yang bisa kamu buktikan dengan transkrip.
- Universitas tujuan saya akan memakai angka ini apa adanya?
- Hampir pasti tidak. Banyak kampus di Amerika meminta transkrip dinilai dulu oleh lembaga evaluasi ijazah seperti WES atau ECE, dan lembaga itu mengkonversi per mata kuliah dengan tabelnya sendiri. Hasilnya bisa meleset beberapa persepuluh dari IPK di transkripmu, ke atas maupun ke bawah. Angka di sini untuk mengisi kolom formulir dan memperkirakan posisimu, bukan untuk diperdebatkan dengan pihak kampus.
- Bobot huruf di kampus saya beda dari yang terisi otomatis. Bagaimana?
- Tulis ulang saja angkanya di kolom Bobot, dan angka itu yang dipakai. Bobot ditetapkan tiap perguruan tinggi lewat buku panduan akademiknya sendiri: ada yang memakai A, AB, B, BC, C, ada yang memakai A, A−, B+, B, B−. Setiap baris di hasil perhitungan mencantumkan bobot yang benar-benar dipakai, jadi siapa pun yang mengecek bisa melihat angkanya, bukan menebaknya.
- Kenapa IPK-nya beda dengan rata-rata nilai saya?
- Karena IPK menimbang SKS, sedangkan rata-rata biasa tidak. Nilai A di mata kuliah 1 SKS tidak sekuat nilai C di mata kuliah 5 SKS. Kalau dirata-rata biasa hasilnya 3,00, kalau ditimbang SKS hasilnya 2,33. Rumus yang dipakai di sini jumlah SKS dikali bobot, dibagi jumlah SKS, sama seperti yang dipakai kampusmu.
- Transkrip saya berskala 100, bukan 4,00. Bisa dikonversi?
- Bisa, isi 100 di kolom skala maksimum, dan angkanya dibagi 100 lalu dikali 4. Tapi ada batasnya. Konversi sebanding menganggap jarak antar nilai sama rata, padahal pada skala 100 nilai kelulusan biasanya di angka 55–60, bukan di seperempat skala. Hasilnya cenderung terlalu rendah dan sebaiknya dianggap kasar. Kalau transkripmu juga mencantumkan huruf, jauh lebih tepat memakai daftar mata kuliah.
- Nilai yang saya isi tersimpan di mana?
- Di HP atau komputer yang kamu pakai saja, supaya daftar mata kuliahnya tidak hilang saat halaman ditutup. Tidak ada yang dikirim ke mana pun, dan seluruh perhitungan berjalan di perangkatmu sendiri. Catatannya juga bukan akun yang bisa kamu buka dari alat lain: pindah HP atau bersihkan isinya, dan daftarnya hilang. Kalau kamu memakai komputer bersama di kampus atau warnet, kosongkan isiannya sebelum pergi.