Alat Gratisan

Markup vs margin

Yang kamu sudah tahu

Isi dua angka yang sudah kamu tahu, sisanya dihitung. Markup dan margin selalu ditampilkan berdua supaya kelihatan bedanya.

Harga jual

Modal
Untung per barang
Markupuntung dibanding modal
Marginuntung dibanding harga jual

Markup 30% itu margin 23%, bukan 30%. Hitung harga jual dari modal, lalu lihat markup dan marginnya berdampingan supaya tidak salah pasang harga.

Markup 30% bukan margin 30%. Ini salah satu kesalahan harga yang paling sering terjadi dan paling mahal, karena baru ketahuan setelah barangnya terjual banyak.

Dua angka, satu untung

Untungnya sama. Yang berbeda cuma dibandingkan ke apa.

  • Markup: untung dibanding modal. Modal 100.000, dijual 130.000: untung 30.000, markup 30%.
  • Margin: untung dibanding harga jual. Untung 30.000 yang sama, dibanding 130.000, jadi margin 23,08%.

Karena harga jual selalu lebih besar dari modal, margin selalu lebih kecil dari markup, kecuali saat untungnya nol, waktu keduanya sama-sama nol.

Kesalahan yang bikin rugi

Seorang penjual memutuskan ingin untung 30% dari setiap penjualan, lalu memasang markup 30%. Yang dia dapat adalah 23%. Selisih 7 poin itu tidak terasa per barang, tapi terasa di akhir bulan, dan biasanya baru ketahuan saat menghitung ulang biaya sewa dan gaji yang memang dihitung dari omzet.

Untuk benar-benar mendapat margin 30%, markupnya harus 42,86%. Alat di halaman ini menghitung mundur untukmu: pilih Margin yang saya mau, isi angkanya, dan harga jualnya keluar.

Kapan pakai yang mana

Untuk memasang harga, markup lebih praktis. Kamu punya modal, tinggal ditambah sekian persen.

Untuk menilai usaha, margin yang dipakai. Sewa, gaji, dan biaya lain biasanya dihitung dari omzet, jadi margin bisa langsung dibandingkan dengan mereka. Markup tidak bisa, karena pembandingnya modal per barang.

Kebanyakan pemilik usaha kecil akhirnya memakai keduanya: markup untuk menetapkan harga, margin untuk mengecek apakah harga itu cukup.

Pertanyaan umum

Apa bedanya markup dan margin?
Keduanya menghitung untung yang sama, tapi dibandingkan ke angka yang berbeda. Markup membandingkan untung ke modal. Margin membandingkan untung ke harga jual. Karena harga jual selalu lebih besar dari modal, angka marginnya selalu lebih kecil dari markupnya.
Kenapa markup 30% jadi margin 23%?
Modal 100.000 ditambah markup 30% jadi harga jual 130.000, untungnya 30.000. Dibanding modal 100.000 itu 30%, tapi dibanding harga jual 130.000 itu 23,08%. Untungnya sama; pembaginya yang berbeda.
Saya mau untung 30% dari setiap penjualan. Berapa markupnya?
42,86%. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memasang markup 30% padahal yang dimaksud margin 30%, lalu untungnya cuma 23%. Pilih Margin yang saya mau di alat ini dan harga jualnya akan dihitung mundur untukmu.
Yang mana yang sebaiknya saya pakai?
Untuk memasang harga, markup lebih praktis karena dihitung langsung dari modal. Untuk menilai sehat atau tidaknya usaha, margin yang dipakai, karena itu yang bisa dibandingkan dengan biaya lain yang juga dihitung dari omzet. Banyak yang memakai keduanya: markup untuk menetapkan, margin untuk mengecek.
Margin bisa lebih dari 100%?
Tidak. Untung tidak mungkin lebih besar daripada harga jualnya sendiri, jadi margin mentok di bawah 100%. Markup tidak punya batas. Menjual barang modal 10.000 seharga 100.000 itu markup 900%, dan marginnya 90%.
Kenapa markupnya jadi tanda hubung?
Karena modalnya nol. Markup dihitung dengan membagi untung ke modal, jadi kalau modalnya tidak ada, angkanya memang tidak ada, bukan nol tapi tidak terdefinisi. Marginnya tetap keluar, 100%, karena margin dibagi harga jual. Ini contoh paling jelas bahwa keduanya bukan satu angka dengan dua nama. Di titik yang sama, yang satu hilang dan yang satu masih menjawab.
Kalau saya jual rugi?
Angkanya jadi minus dan tetap ditampilkan apa adanya, tidak dibulatkan jadi nol. Harga cuci gudang di bawah modal memang rugi, dan alat yang menyembunyikannya cuma bikin kamu tahu belakangan.