Patungan tagihan kos
PATUNGAN TAGIHAN KOS
Total tagihan periode ini
| Tagihan | Dibagi menurut | Nominal |
|---|
| Penghuni | Hari | Porsi hari | Bagian |
|---|---|---|---|
| Jumlah |
Bagi tagihan listrik, air, wifi, dan gas ke semua penghuni kos, termasuk yang baru masuk di tengah bulan. Isi jumlah hari tinggal masing-masing dan tiap tagihan dibagi menurut hari-orang, bukan dibagi rata lalu dipotong. Hasilnya lembar berisi dasar dan jumlah tiap orang.
Tagihan listrik, air, wifi, dan gas dibagi ke semua penghuni, tapi jarang semua orang tinggal sebulan penuh. Ada yang baru masuk tanggal 13, ada yang keluar di akhir bulan. Isi jumlah hari tinggal masing-masing, dan halaman ini membagi tiap tagihan menurut hari yang benar-benar dijalani.
Cara yang paling sering dipakai, dan selalu kurang
“Tagihannya 600 ribu, kita berempat, jadi 150 ribu masing-masing. Kamu cuma 18 hari dari 30, jadi kamu 90 ribu.”
Kedengarannya adil. Jumlahnya 540 ribu, kurang 60 ribu dari tagihan yang benar-benar dibayar. Uang itu tidak hilang ke mana-mana. Yang menanggungnya adalah siapa pun yang menalangi tagihannya lebih dulu, tiap bulan, tanpa pernah muncul di percakapan siapa pun.
Yang benar adalah membagi menurut hari-orang: 30 + 30 + 30 + 18 = 108 hari-orang, lalu tiap orang membayar sebesar porsinya. Jumlahnya selalu kembali persis ke 600 ribu. Pembagi 108 itu ikut tercetak di lembar hasil, karena yang menerima tagihan ini tidak ikut mengisi formulirnya dan itu satu-satunya cara dia bisa memeriksa angkanya sendiri.
Tidak semua tagihan pantas diprorata
Listrik, air, dan gas jelas dipakai, dan yang tidak di rumah memang tidak memakainya. Wifi lain ceritanya. Langganannya jalan terus entah kamarmu kosong atau tidak, dan banyak kos membaginya rata.
Dua-duanya dipakai orang dan tidak ada yang lebih benar, jadi dasarnya jadi pilihan per tagihan dan jawabannya tercetak di sebelah nominalnya. Bedanya bukan hal kecil. Di contoh bawaan halaman ini, penghuni yang 18 hari membayar sekitar 20 ribu lebih banyak kalau wifi dibagi rata daripada kalau ikut dihitung per hari.
Sepakati sekali di awal, waktu belum ada tagihan di meja. Setelah tagihannya keluar, setiap usul mengubah dasar akan terdengar seperti usul untuk membayar lebih sedikit.
Yang menalangi tidak menagih dirinya sendiri
Isi nama yang membayar dulu ke pemilik kos, dan lembarnya berubah dari daftar angka jadi instruksi transfer. Bagian orang itu dikurangkan, lalu tertulis berapa persisnya yang harus kembali ke dia dari penghuni lain. Kalau yang menalangi bukan penghuni (orang tua, atau pemilik kos yang menagih belakangan), seluruh tagihan yang dikembalikan.
Yang halaman ini tidak hitung
Uang sewa kamar. Yang dibagi di sini cuma tagihan bersama. Sewa kamar biasanya berbeda per kamar dan dibayar sendiri-sendiri ke pemiliknya, jadi memasukkannya ke sini akan membuat kamar yang mahal ikut dibagi ke semua orang.
Berapa listrik yang benar-benar dipakai tiap orang. Hari tinggal adalah pendekatan, bukan meteran. Kalau ada yang punya AC atau rice cooker sendiri di kamarnya dan yang lain tidak, hari-orang tidak akan menangkap itu. Untuk memperkirakan berapa besar sumbangan satu alat ke tagihan bulanan, hitung biaya listrik alat itu terpisah, lalu keluarkan dari tagihan yang dibagi bersama dan tagihkan langsung ke pemiliknya.
Denda dan tunggakan bulan lalu. Isi tagihan periode ini saja. Tunggakan bulan lalu punya daftar penghuninya sendiri, dan orang yang bulan ini baru masuk tidak ada hubungannya dengan itu.
Kalau kos kalian juga bergiliran bersih-bersih, giliran mingguannya bisa disusun di jadwal piket. Dan kalau yang kamu susun sebenarnya rencana keuangan kuliah secara keseluruhan (kos, makan, dan UKT sekaligus), angkanya ada di biaya kuliah sampai lulus.
Pertanyaan umum
- Kenapa hasilnya beda dengan hitungan saya sendiri?
- Kemungkinan besar karena kamu membagi rata dulu baru memotong menurut hari. Cara itu tidak pernah menutup tagihannya: listrik 600 ribu berempat, satu orang cuma 18 hari dari 30, maka 150 + 150 + 150 + 90 = 540 ribu, kurang 60 ribu dari tagihan aslinya. Di sini tagihannya dibagi menurut jumlah hari-orang (30+30+30+18 = 108), jadi tiap orang membayar porsinya sendiri dan jumlahnya selalu kembali persis ke 600 ribu.
- Kalau selisih 60 ribunya dibiarkan, siapa yang menanggung?
- Yang menalangi tagihannya, dan biasanya orang yang sama tiap bulan, karena dia yang membayar dulu ke pemilik kos lalu menagih ke yang lain sesuai hitungan tadi. Kerugiannya kecil per bulan dan tidak pernah terlihat, tapi setahun bisa jadi ratusan ribu yang tidak pernah dibicarakan. Itu sebabnya kolom penalang ada di halaman ini. Lembarnya menyebut namanya, mengurangi bagiannya sendiri, dan menulis berapa persisnya yang harus kembali ke dia.
- Wifi juga dibagi per hari tinggal?
- Terserah kesepakatan kalian, dan halaman ini menanyakannya per tagihan alih-alih memilihkan. Dua-duanya dipakai: ada yang membagi rata karena langganannya jalan terus entah orangnya di rumah atau tidak, ada yang membagi per hari karena yang tidak di rumah tidak memakainya. Bedanya nyata. Di contoh bawaan halaman ini, penghuni yang 18 hari membayar sekitar 20 ribu lebih banyak kalau wifi dibagi rata. Sepakati sekali di awal, jangan tiap kali ada yang pulang kampung.
- Ada yang bulan ini pulang kampung dua minggu, harinya diisi berapa?
- Diisi hari yang dia benar-benar menempati kamarnya, jadi 16 kalau dia pergi 14 hari dari bulan 30 hari. Tapi ini pantas dibicarakan dulu. Kamarnya tetap dia kunci dan barangnya tetap di situ, jadi sebagian kos menghitung sewa kamar penuh dan hanya memprorata listrik dan air. Halaman ini cuma membagi tagihan pemakaian bersama, bukan uang sewa kamar, jadi memotongnya menurut hari biasanya wajar. Yang tidak wajar adalah memutuskannya sepihak setelah tagihannya keluar.
- Penghuni yang harinya saya isi 0 kok masih kena tagihan?
- Karena masih ada tagihan yang dibagi rata, dan 'rata' memang berarti dibagi ke semua nama yang terdaftar tanpa melihat hari. Kalau bulan ini dia memang tidak menanggung apa pun, hapus namanya dari daftar penghuni. Itu yang mengubah pembaginya. Kalau dia tetap ikut menanggung wifi walaupun tidak di rumah, biarkan namanya dan lembarnya akan menuliskan pembaginya, sehingga siapa pun yang keberatan bisa menunjuk angka yang mana yang dia persoalkan.
- Kenapa jumlahnya kadang beda satu-dua rupiah dari perkalian saya?
- Karena rupiah tidak bisa dibagi 108. Tiap bagian dibulatkan ke rupiah penuh dan sisanya diberikan ke porsi terbesar, supaya jumlah semua bagian sama persis dengan tagihannya. Kalau tiap orang dibulatkan sendiri-sendiri, ada beberapa rupiah yang tidak jadi milik siapa-siapa dan lembarnya tidak akan pernah cocok. Lembar yang tidak cocok jumlahnya adalah alasan orang diam-diam berhenti mempercayainya.
- Bisa dipakai untuk kontrakan atau rumah bersama, bukan cuma kos?
- Bisa, selama yang dibagi adalah tagihan bersama dan orangnya tidak semuanya tinggal sepanjang periode. Yang tidak dihitung di sini adalah uang sewa yang besarnya berbeda per kamar, deposit, dan iuran yang dibayar per orang langsung ke pemiliknya. Untuk kamar yang harganya berbeda-beda, hitung sendiri sewa kamarnya lalu pakai halaman ini untuk tagihan bersamanya saja.