Kebutuhan cat tembok
Cat yang dibutuhkan
| Ukuran ruangan | |
| Luas dinding sebelum dikurangi | |
| Pintu | |
| Jendela | |
| Plafon | |
| Luas yang dicatsatu lapis | |
| Jumlah lapis | |
| Daya sebar cat | |
| Isi satu kaleng |
Cat dasar (plamir atau sealer) belum termasuk. Angka daya sebar di kaleng catmu sendiri lebih benar daripada angka ini.
Hitung berapa liter cat untuk satu ruangan: luas dinding diambil dari keliling kali tinggi, dikurangi pintu dan jendela, dikali jumlah lapis, dibagi daya sebar yang tertulis di kalengmu sendiri. Hasilnya juga diterjemahkan jadi jumlah kaleng, selalu dibulatkan ke atas.
Isi ukuran ruangannya, kurangi pintu dan jendela, pilih jumlah lapis, lalu halaman ini menghitung berapa liter cat yang dibutuhkan dan berapa kaleng yang harus kamu beli.
Yang dicat itu dinding, bukan lantai
Kesalahan yang paling sering di sini adalah salah luas. Orang memakai angka 4 × 3, luas lantai, sebagai luas yang dicat. Padahal yang disapu kuas adalah kelilingnya kali tinggi. Kamar 4 × 3 m dengan tinggi 3 m punya lantai 12 m² dan dinding 42 m². Selisihnya tiga setengah kali lipat, dan angka 12 tetap terlihat masuk akal sampai catnya habis di dinding kedua.
Karena itu kamu cuma perlu mengisi panjang, lebar, dan tinggi; kelilingnya diambil sendiri dan ikut tercetak di lembar hasil, supaya kamu bisa mengeceknya. Pintu dan jendela dikurangkan dengan ukurannya masing-masing, dan ukuran awal yang tertulis di sana hanya ukuran yang lazim, bukan ukuran rumahmu.
Daya sebar itu angka di kalengmu
Daya sebar adalah berapa meter persegi yang tertutup oleh satu liter cat, untuk satu lapis. Kisaran 10–12 m² per liter lazim disebut untuk cat tembok interior, dan halaman ini memakai 10 sekadar sebagai isian awal. Itu batas bawahnya, karena kekurangan cat lebih merepotkan daripada kelebihan.
Angka itu tidak seragam dan tidak pantas dinyatakan sebagai fakta di sini. Ia berbeda antar merek, antar jenis cat, dan paling jauh berbeda antar permukaan. Acian baru yang belum pernah dicat bisa menghabiskan hampir dua kali lipat dibanding tembok lama yang tinggal ditimpa. Yang tercetak di kaleng catmu sendiri selalu lebih benar daripada angka mana pun yang bisa kami tebak, jadi kolomnya bisa kamu ubah dan lembar hasilnya selalu mencetak angka yang benar-benar dipakai.
Hal yang sama berlaku untuk jumlah lapis. Dua lapis adalah kebiasaan, bukan aturan. Karena lapis adalah pengali, mengecat dua lapis dengan cat hasil hitungan satu lapis berarti kurang separuh.
Kenapa kalengnya selalu dibulatkan ke atas
Toko tidak menjual 2,98 kaleng. Yang lebih penting adalah kenapa pembulatannya cuma boleh ke satu arah. Cat yang habis di tengah bidang memaksa beli kaleng baru, dan kaleng baru itu hampir pasti dari batch produksi lain. Warna antar batch bisa meleset sedikit, dan di bidang yang sama selisih itu kelihatan sebagai belang. Memperbaikinya berarti mengecat ulang seluruh bidang, bukan menambal bagian yang belang.
Lembar hasilnya menyebut berapa liter yang tersisa dari pembulatan itu, supaya kamu tahu selisihnya datang dari mana, dan supaya sisa yang ditutup rapat bisa kamu simpan untuk menambal goresan nanti, dengan warna yang pasti cocok.
Yang halaman ini tidak tahu
Cat dasar dan plamir tidak ikut dihitung; daya sebarnya lain, jadi hitung sekali lagi dengan angka dari kalengnya sendiri. Perubahan warna gelap ke terang juga tidak ditebak. Kamu yang menambah lapisnya. Tekstur dinding kasar, dinding luar yang kena hujan, dan cara mengecat (kuas lebih boros daripada roller, semprot lebih boros lagi) semuanya menggeser hasilnya ke atas, dan tidak satu pun dari itu bisa diukur dari kolom isian.
Perlakukan angkanya sebagai perkiraan belanja, lalu cocokkan dengan keterangan di kaleng sebelum membayar. Kalau lantainya sekalian diganti, jumlah dusnya bisa kamu hitung di kebutuhan keramik.
Pertanyaan umum
- Kenapa hasilnya lebih banyak dari perkiraan saya?
- Biasanya karena satu dari dua hal. Pertama, luas yang dipakai adalah dinding, bukan lantai. Kamar 4 × 3 m punya lantai 12 m² tapi dinding 42 m², tiga setengah kali lipat. Kedua, daya sebar di kaleng berlaku untuk satu lapis, sedangkan cat tembok umumnya dua lapis, jadi catnya dua kali lipat. Dua kesalahan itu sering terjadi bersamaan, dan hasilnya orang pulang dari toko dengan cat yang cuma cukup untuk seperempat pekerjaan.
- Daya sebarnya saya isi 10 atau 12?
- Isi yang tertulis di kaleng catmu, dan itu memang alasannya jadi kolom yang bisa diubah. Kisaran 10–12 m² per liter per lapis lazim untuk cat tembok interior, tapi berbeda antar merek dan antar jenis, dan yang paling jauh berbeda adalah permukaannya: acian baru yang belum pernah dicat, bekas dempul, dan tembok berpori menyerap jauh lebih banyak. Kalau temboknya seperti itu, turunkan angkanya sendiri, misalnya ke 7 atau 8, daripada berharap kisaran umum tetap berlaku.
- Cat saya dijual kiloan, bukan literan. Bagaimana?
- Banyak cat tembok di sini memang dijual per kilogram: 2,5 kg, 5 kg, 25 kg. Kalau labelnya juga menyebut isi dalam liter, pakai angka liter itu. Kalau tidak, ada jalan lain yang tetap benar. Isi daya sebar dengan angka per kilogram dari labelnya dan isi kolom kaleng dengan beratnya dalam kilogram. Hitungannya tidak berubah, hanya kata "liter" di lembar hasil yang harus kamu baca sebagai kilogram. Halaman ini sengaja tidak menebak sendiri konversi kg ke liter, karena angkanya berbeda menurut jenis dan kekentalan cat.
- Tembok saya sekarang warna gelap, mau dicat putih. Sudah dihitung?
- Belum, dan halaman ini tidak akan menebaknya. Menutup warna gelap dengan warna terang sering butuh satu sampai dua lapis tambahan, dan berapa persisnya tergantung seberapa kontras warnanya, daya tutup catnya, dan apakah kamu pakai cat dasar dulu. Yang bisa kamu lakukan adalah menaikkan jumlah lapis di kolomnya, lalu melihat lagi hasilnya. Menaikkan dari 2 ke 3 lapis menambah catnya setengah kali lipat, dan itu angka yang jujur karena kamu yang memutuskannya.
- Cat dasar atau plamir ikut dihitung?
- Tidak. Cat dasar, sealer, dan plamir punya daya sebar sendiri yang biasanya jauh berbeda dari cat tembok, jadi menjumlahkannya diam-diam akan membuat kedua angka salah sekaligus. Cara paling rapi adalah menghitung cat temboknya dulu di sini, lalu mengulanginya sekali lagi dengan daya sebar dan jumlah lapis milik cat dasarnya. Dua hasil yang terpisah lebih mudah dicek di toko daripada satu angka gabungan yang tidak bisa ditelusuri.
- Kenapa kalengnya dibulatkan ke atas, padahal sisanya kelihatan mubazir?
- Karena kekurangan cat jauh lebih mahal daripada kelebihan cat. Kalau cat habis di tengah bidang, kaleng penggantinya hampir pasti dari batch produksi lain, dan warna antar batch bisa meleset sedikit. Di dinding yang sama, bedanya kelihatan sebagai belang yang cuma hilang kalau seluruh bidang dicat ulang. Sisa cat yang ditutup rapat masih bisa dipakai untuk menambal goresan setahun kemudian, dan warnanya pasti cocok.
- Plafon dan kusennya bagaimana?
- Plafon ada centangannya. Kalau dinyalakan, luas lantai ditambahkan ke luas yang dicat, dan lembar hasilnya menyebut berapa m² yang ditambahkan. Kusen, daun pintu, dan jendela kayu atau besi tidak dihitung di sini sama sekali. Keduanya pakai cat kayu atau cat besi yang jenis dan daya sebarnya lain, dan luasnya justru sudah dikurangkan dari dinding. Hitung itu terpisah, dengan angka dari kaleng cat kayunya sendiri.