PPh final UMKM
Isi peredaran bruto tiap bulan, dan halaman ini menghitung PPh finalnya sekaligus menunjukkan omzet kumulatif setahun, bulan berapa bagian yang tidak kena pajak habis, dan kapan batas skemanya terlampaui. Tarif dan kedua batasnya kamu yang isi.
Isi peredaran bruto tiap bulan, dan halaman ini menghitung PPh finalnya, sekaligus menunjukkan omzet kumulatifmu sejak Januari, bulan berapa bagian yang tidak kena pajak habis terpakai, dan kapan batas skemanya terlampaui.
Bagian yang tidak kena pajak itu jatah setahun, bukan jatah bulanan
Ini kesalahan yang paling mahal di halaman seperti ini, dan arahnya selalu bayar kelebihan. Warung yang omzetnya rata 50 juta sebulan tidak membayar 0,5% dua belas kali. Bagian yang tidak dikenai pajak dipakai menumpuk dari Januari. Sepuluh bulan pertama habis untuk menutup Rp500.000.000, dan yang dikenai tarif hanya omzet bulan kesebelas dan kedua belas.
- Dihitung menumpuk: 100 juta yang kena pajak → Rp500.000
- Dihitung per bulan tanpa memperhatikan jatahnya: 600 juta dikali 0,5% → Rp3.000.000
Bulan saat jatah itu habis dipotong dua. Kalau kumulatifmu sudah 450 juta dan bulan itu kamu dapat 90 juta, yang dikenai tarif adalah 40 juta, bukan seluruh 90 juta dan bukan nol. Kolom kumulatif dan kolom kena pajak di rekapnya ada supaya bulan itu bisa kamu lihat sendiri.
Tarif dan batasnya kamu yang isi
Isian awalnya 0,5%, Rp500.000.000 dan Rp4.800.000.000, angka yang tertulis di PP 55/2022 dan UU 7/2021. Halaman ini memakainya sebagai isian awal, bukan sebagai pernyataan bahwa ketiganya pasti berlaku untuk usahamu tahun ini. Ketentuan pajak berubah, dan yang paling merugikan adalah kalkulator yang angkanya dipatok mati lalu diam saja setelah aturannya bergeser.
Ketiga angka itu ditulis ulang di lembar rekapnya. Rekap tanpa tarif yang tertulis tidak bisa diperiksa oleh siapa pun yang menerimanya, termasuk oleh kamu sendiri, enam bulan kemudian.
Yang halaman ini tidak bisa putuskan
Apakah kamu masih boleh memakai skema ini. Masa pemakaiannya terbatas dan berbeda menurut jenis wajib pajak. PP 55/2022 menyebut 7 tahun untuk orang pribadi, 4 tahun untuk koperasi, CV dan firma, dan 3 tahun untuk PT, dan aturan turunannya pernah memperpanjang masa itu untuk sebagian orang pribadi. Tahun keberapa usahamu berjalan bukan sesuatu yang bisa ditebak dari angka omzet, jadi pastikan ke DJP atau konsultan pajak.
Apa yang terjadi setelah batas Rp4.800.000.000 terlampaui. Rekapnya menandai bulannya dan berhenti sampai di situ. Perlakuan sisa tahun berjalan dan tahun berikutnya adalah pertanyaan untuk DJP atau konsultan, bukan untuk kalkulator.
Yang juga tidak dihitung: PPh 21 karyawanmu, PPN, denda keterlambatan, dan penghasilan di luar usaha ini. Semuanya perhitungan yang berbeda.
Kalau angka omzetnya sendiri belum ada
Peredaran bruto adalah seluruh uang masuk dari penjualan sebelum dikurangi apa pun, bukan untung dan bukan yang tersisa di rekening setelah potongan marketplace. Kalau kamu belum punya angkanya per bulan, hitung omset dulu dari daftar penjualanmu, lalu pindahkan angkanya ke sini.
Untuk pajak yang dipungut dari pembeli dan bukan dari omzetmu sendiri, itu perhitungan lain: hitung PPN.
Pertanyaan umum
- Omzet saya belum sampai 500 juta, tetap kena 0,5%?
- Untuk wajib pajak orang pribadi, PP 55/2022 menyebut bagian peredaran bruto sampai Rp500.000.000 setahun sebagai bagian yang tidak dikenai PPh final, jadi yang dihitung hanya omzet di atas bagian itu. Bagian ini tidak berlaku untuk badan seperti CV atau PT, dan karena itu kotaknya bisa kamu ubah, termasuk diisi 0. Tidak kena pajak juga bukan berarti tidak ada kewajiban lain. Soal pelaporan, tanyakan ke DJP atau konsultan pajakmu.
- Batas itu dihitung per bulan atau ditumpuk dari Januari?
- Ditumpuk dari Januari, dan itu bagian yang paling sering salah. Kalau lima bulan pertama omzetmu 90 juta sebulan, kumulatifnya sudah 450 juta; di bulan keenam sisa bagian yang tidak kena pajak tinggal 50 juta, jadi dari omzet 90 juta bulan itu yang dikenai tarif cuma 40 juta. Bukan seluruh 90 juta, dan bukan nol. Bulan penyeberangan itu ditandai di rekapnya lengkap dengan kolom kumulatifnya.
- Kenapa tarif dan batasnya bisa saya ubah? Bukannya sudah pasti?
- Karena angka seperti ini berubah, dan halaman gratis bukan tempat yang tepat untuk menyatakan tarif pajak sebagai fakta terbaru. Isian awalnya mengikuti PP 55/2022 dan UU 7/2021 (0,5%, Rp500.000.000, dan Rp4.800.000.000), dan ketiganya ditulis ulang di lembar hasilnya, supaya siapa pun yang membacanya tahu angka mana yang dipakai. Kalau ketentuannya sudah bergeser, kamu ganti isinya dan rekapnya tetap benar.
- Sampai kapan saya boleh pakai skema ini?
- Ada batas waktunya dan berbeda menurut jenis wajib pajak: PP 55/2022 menyebut 7 tahun untuk orang pribadi, 4 tahun untuk koperasi, CV dan firma, serta 3 tahun untuk PT, dihitung sejak tahun pertama skema ini dipakai atau sejak terdaftar. Aturan turunannya pernah memperpanjang masa itu untuk sebagian wajib pajak orang pribadi. Halaman ini tidak tahu kamu sudah di tahun keberapa, jadi pastikan ke DJP atau konsultan pajak. Kalau masamu sudah habis, perhitungannya bukan 0,5% dari omzet lagi.
- Omzet saya lewat 4,8 miliar di tengah tahun, bagaimana?
- Rekapnya akan menandai bulan saat kumulatifmu melewati batas itu, dan angkanya tetap dihitung sampai Desember, tapi apa yang terjadi setelahnya bukan urusan kalkulator. Yang lazim dipahami, tahun berjalan diselesaikan dengan skema ini dan tahun berikutnya memakai ketentuan umum, tapi perlakuan persisnya untuk usahamu perlu dipastikan ke DJP atau konsultan pajak sebelum kamu menyetor apa pun.
- Ini sudah termasuk PPN?
- Tidak. PPh final dihitung dari omzetmu dan menjadi bebanmu sebagai penjual; PPN dipungut dari pembeli dan hanya wajib kalau usahamu sudah dikukuhkan sebagai PKP. Dua pajak yang berbeda, dua hitungan yang berbeda, dan tidak saling menggantikan.
- Angka di sini bisa langsung saya setor?
- Anggap ini perkiraan untuk perencanaan dan untuk dicek bersama konsultanmu, bukan angka final. Yang mengikat adalah hitungan di sistem DJP beserta kode billing dan tenggat setornya, dan itu semua di luar halaman ini. Yang bisa dilakukan lembar rekapnya adalah menunjukkan asal angkanya bulan per bulan, supaya kalau ada selisih kamu tahu bulan mana yang perlu diperiksa.