Target omzet harian
Target omzet per hari jualan
| Target laba per bulan | ||
| Biaya tetap per bulan | ||
| Harus ditutup penjualantarget laba ditambah biaya tetap | ||
| Harga jual per unit | ||
| Biaya variabel per unit | ||
| Margin per unitsisa satu penjualan untuk menutup beban | ||
| Target sebulan | ||
| Target per hari jualan |
Tentukan untung yang kamu mau sebulan, lalu halaman ini menghitung mundur berapa unit dan berapa rupiah yang harus terjual tiap hari jualan. Target laba dan biaya tetap dijumlahkan dulu, karena membagi target laba saja dengan margin adalah cara paling umum meleset jauh.
Alat ini bekerja mundur. Kamu menentukan untung yang mau dibawa pulang sebulan, lalu halaman ini menghitung berapa unit dan berapa rupiah yang harus terjual tiap hari jualan supaya angka itu tercapai.
Yang dibagi bukan target labanya saja
Ini kesalahan yang membuat angkanya meleset paling jauh, dan arahnya selalu ke arah yang menyenangkan. Target laba 5.000.000 dibagi margin 10.500 keluar 477 porsi, dan 477 porsi terasa masuk akal. Padahal di 477 porsi yang benar-benar dibawa pulang cuma 508.500, karena sewa dan gaji belum dibayar sama sekali.
Yang harus ditutup penjualan adalah dua-duanya:
- Target laba 5.000.000 + biaya tetap 4.500.000 = 9.500.000
- Margin per porsi: 18.000 − 7.500 = 10.500
- 9.500.000 ÷ 10.500 = 905 porsi sebulan
- 26 hari jualan → 35 porsi per hari, setara omzet 630.000 per hari
Karena itu lembar hasilnya menulis target laba dan biaya tetap sebagai dua baris yang dijumlahkan di depan mata, bukan satu angka gabungan yang tidak bisa dinilai siapa pun.
Sebagian dari target itu belum menghasilkan apa-apa
Dari 905 porsi tadi, 429 porsi pertama cuma menutup biaya tetap. Untung baru mulai terkumpul setelah angka itu terlewati. Sebelum itu untungnya bukan kecil, tapi tidak ada sama sekali.
Angka itu ikut ditulis di lembar hasilnya karena efeknya nyata pada cara orang membaca bulan yang sedang berjalan. Berhenti di 500 porsi bukan “separuh target tercapai”, tapi sekitar seperlima, dan bedanya cuma kelihatan kalau titik impasnya ditulis. Kalau yang kamu butuhkan justru angka impasnya saja, itu ada di kalkulator BEP.
Omzet harian, bukan untung harian
Rp 630.000 per hari adalah uang yang masuk laci, bukan yang tersisa. Dari tiap 18.000 yang masuk, 7.500 sudah menjadi bahan dan kemasan sebelum kamu sempat menghitungnya. Ini titik yang paling sering salah dibaca, dan salah bacanya selalu ke arah merasa aman.
Kalau kamu belum tahu biaya variabel per unitmu berapa, hitung HPP dulu. Angkanya persis yang diisikan ke kolom biaya variabel di sini. Dan kalau yang kamu cari adalah omzet yang sudah terjadi, bukan yang ditargetkan, hitung omset yang menjumlahkan penjualan dan memproyeksikannya ke periode lain.
Kalau targetnya kelihatan mustahil
Yang paling kuat digeser adalah margin per unit, bukan hari jualan. Menambah hari cuma memindahkan jumlah yang sama ke lebih banyak hari; menaikkan harga seribu rupiah memotong jumlah yang harus terjual. Di warung contoh tadi, harga 19.000 menurunkan target dari 905 porsi ke 827 porsi sebulan.
Isi ulang angkanya di sini dengan harga yang berbeda dan lihat targetnya bergerak, sebelum memutuskan bahwa target labamu yang harus dikecilkan.
Yang alat ini tidak bisa
Hitungannya menganggap satu jenis barang dengan satu harga dan satu biaya variabel, dan menganggap tiap hari jualan sama besarnya. Warung yang ramai di akhir pekan dan sepi Senin tetap bisa memakai angka hariannya, tapi sebagai rata-rata, bukan sebagai target yang wajib dicapai tiap hari.
Pajak penghasilan tidak dihitung di sini, dan tidak ada satu pun tarif yang dipasang. Ketentuannya punya aturan sendiri dan bisa berubah, jadi kalau target yang kamu maksud adalah angka bersih setelah pajak, naikkan sendiri target labanya setelah mengecek tarif yang berlaku untuk usahamu.
Dan targetnya tetap target. Halaman ini menghitung berapa yang harus terjual, bukan menjanjikan bahwa pasarnya ada.
Pertanyaan umum
- Bedanya dengan kalkulator BEP apa?
- Garis finisnya. BEP menjawab 'berapa yang harus terjual supaya tidak rugi', halaman ini menjawab 'berapa yang harus terjual supaya saya bawa pulang sekian juta'. Hitungannya memang alat yang sama dengan angka yang harus ditutup berbeda. BEP menutup biaya tetap saja, di sini biaya tetap ditambah target labamu. Kalau target labanya diisi 0, angkanya persis sama dengan BEP.
- Rp 630.000 per hari itu untung saya?
- Bukan, itu omzet, yaitu uang yang masuk laci, sebelum bahan dan sewa. Dari harga 18.000 per porsi, yang tersisa untuk menutup beban cuma 10.500; sisanya sudah habis jadi bahan dan kemasan. Salah baca di titik ini bikin orang merasa targetnya sudah tercapai padahal baru sepertiganya, jadi lembar hasilnya menulis omzet dan margin sebagai dua baris terpisah.
- Target labanya sebelum atau sesudah pajak?
- Sebelum. Angka yang keluar di sini adalah laba usaha sebelum pajak penghasilan, dan halaman ini sengaja tidak memasang tarif apa pun. Ketentuan untuk UMKM punya aturannya sendiri (yang sering dirujuk PP 55/2022), syaratnya berbeda-beda, dan angkanya bisa berubah. Kalau yang kamu mau adalah angka bersih setelah pajak, cek dulu tarif yang berlaku untukmu ke sumber resmi atau konsultan pajak, lalu naikkan target labanya sendiri di sini.
- Gaji saya sendiri masuk biaya tetap atau target laba?
- Tergantung kamu mengambilnya bagaimana. Kalau kamu menggaji diri sendiri rutin tiap bulan seperti karyawan, itu biaya tetap, dan target laba adalah kelebihan di atasnya. Kalau kamu tidak menggaji diri sendiri dan hidup dari sisa usahanya, masukkan kebutuhan hidupmu sebagai target laba. Yang tidak boleh cuma satu, yaitu tidak menaruhnya di mana-mana, karena targetnya lalu terlihat mudah dan kamu bekerja gratis di angka itu.
- Targetnya kelihatan mustahil, yang harus saya ubah apa?
- Margin per unitnya, hampir selalu. Menambah hari jualan cuma memindahkan angka yang sama ke lebih banyak hari, sedangkan menaikkan harga 1.000 atau menekan bahan 1.000 langsung memotong jumlah yang harus terjual. Di contoh warung ini, harga naik dari 18.000 ke 19.000 menurunkan target sebulan dari 905 porsi ke 827, turun 78 porsi cuma dari seribu rupiah. Coba geser angkanya di sini sebelum memutuskan targetnya yang harus dikecilkan.
- Dagangan saya banyak jenis, bisa dipakai?
- Bisa, dengan satu penyesuaian. Isi harga jual dan biaya variabel dengan rata-rata satu transaksi, bukan satu barang. Yang keluar lalu dibaca sebagai berapa transaksi per hari, dan angka rupiah hariannya tetap sah karena omzet tidak peduli barangnya apa. Yang jadi kurang teliti adalah jumlah unitnya, dan itu memang tidak bisa lain selama satu toko menjual barang yang marginnya jauh berbeda.