Alat Gratisan

Nisab dan cara menghitung zakat maal

Diperbarui 25 Agustus 2026 · Alat Gratisan

Nisab itu ambang, bukan potongan. Harta bersih Rp 200 juta dengan nisab Rp 161,5 juta berzakat lima juta rupiah, bukan sembilan ratus ribu, dan selisih lima kali lipat itu selalu ke arah kurang bayar. Ini rincian nisab emas dan perak, haul, dan apa saja yang ikut dihitung.

Rumus zakat maal pendek: harta bersih yang memenuhi syarat, dibandingkan dengan nisab, lalu dikali 2,5%. Yang panjang adalah tiga hal di sekitarnya, dan ketiganya menghasilkan selisih yang jauh lebih besar daripada pembulatan.

Kesalahan pertama: nisab dikira potongan

Ini yang paling sering, dan paling mahal.

Nisab adalah ambang, bukan pengurang seperti PTKP di pajak penghasilan. Kalau harta bersihmu sudah melewati nisab, zakatnya dihitung dari seluruh harta bersih itu, bukan dari kelebihannya saja.

Contohnya begini. Harta bersih Rp 200.000.000, nisab Rp 161.500.000.

  • Cara yang benar: 2,5% × Rp 200.000.000 = Rp 5.000.000
  • Cara yang keliru: 2,5% × (Rp 200.000.000 − Rp 161.500.000) = Rp 962.500

Selisihnya lebih dari lima kali lipat, dan arahnya selalu kurang bayar. Yang membuat cara kedua terasa masuk akal adalah kebiasaan dari sistem pajak: di PPh memang ada penghasilan tidak kena pajak yang dikurangkan lebih dulu. Zakat tidak bekerja begitu.

Kesalahan kedua: nisab dikira satu angka tetap

Nisab tidak dinyatakan dalam rupiah, tapi dalam berat logam: lazimnya 85 gram emas, atau 595 gram perak. Rupiahnya baru muncul setelah dikalikan harga hari ini, dan harga itu bergerak tiap hari.

Karena itu angka nisab yang kamu temukan di artikel bertanggal delapan bulan lalu bukan angka yang bisa dipakai hari ini. Bukan karena aturannya berubah, tapi karena harga emasnya berubah.

Kalkulator zakat maal di situs ini sengaja tidak mengambil harga dari mana pun dan tidak memasang angka bawaan. Selama kotak harga per gram masih kosong, ia tidak akan mengatakan kamu wajib atau belum wajib, karena memang belum ada dasarnya. Ambil harga hari ini dari toko emas, Pegadaian, atau situs penjual yang kamu percaya.

Kesalahan ketiga: dasar emas dan perak dikira sama saja

Nisab perak menghasilkan ambang yang jauh lebih rendah daripada nisab emas. Untuk banyak orang, jawabannya benar-benar berubah tergantung dasar mana yang dipakai: wajib menurut nisab perak, belum wajib menurut nisab emas.

Ulama berbeda pendapat mana yang dipakai. Sebagian memilih nisab perak dengan alasan lebih berpihak pada penerima zakat; sebagian memilih nisab emas karena dinilai lebih mendekati nilai nisab pada masa penetapannya. Ini bukan detail yang boleh dipilih diam-diam oleh sebuah kalkulator, jadi kedua ambangnya dihitung dan perbedaannya ditandai. Keputusannya tetap milikmu, sebaiknya dengan rujukan lembaga zakat atau ustaz yang kamu ikuti.

Haul: satu tahun, dihitung dari kapan

Syaratnya harta itu mengendap satu tahun Hijriah di atas nisab. Yang menentukan bukan tanggal setoran terakhir ke rekening, tapi sejak kapan hartamu bertahan di atas ambang itu.

Ini alasan haul tidak bisa dihitung otomatis dari tanggal oleh alat mana pun: yang tahu kapan hartamu mulai bertahan di atas nisab cuma kamu. Jadi haul masuk sebagai pernyataan yang kamu centang, bukan sebagai hasil hitungan.

Perlu dicatat: tahun Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari daripada tahun Masehi. Kalau kamu memakai patokan Masehi supaya lebih gampang diingat, sebagian lembaga zakat menyarankan menaikkan kadarnya sedikit sebagai penyesuaian. Tanyakan ke lembaga tempat kamu menyalurkan.

Apa saja yang ikut dihitung

Yang masuk hitungan harta:

  • Uang tunai, saldo rekening, dan deposito
  • Emas dan perak yang disimpan, menurut harga hari ini
  • Barang dagangan menurut harga jual saat ini, yang lazim disebut zakat perdagangan
  • Piutang yang kamu yakini akan tertagih
  • Harta lain yang diniatkan berkembang: saham, reksa dana, properti yang disewakan

Yang dikurangkan: kewajiban jangka pendek yang sudah jatuh tempo. Cicilan bulan ini yang belum dibayar masuk; sisa pokok KPR lima belas tahun ke depan umumnya tidak, karena kalau seluruh utang jangka panjang boleh dikurangkan maka hampir tidak ada orang yang pernah sampai nisab.

Yang perinciannya berbeda antarmazhab, dan karena itu perlu kamu putuskan sendiri: perhiasan emas yang dipakai sehari-hari dalam batas wajar, rumah yang ditinggali, kendaraan yang dipakai bekerja, dan alat produksi. Sebagian pendapat mengeluarkannya dari hitungan sebagai kebutuhan pokok; sebagian memasukkannya.

Zakat penghasilan, dan hubungannya dengan ini

Zakat penghasilan, yang sering disebut zakat profesi, adalah pembahasan yang berbeda. Sebagian ulama memandangnya sebagai zakat yang ditunaikan saat menerima penghasilan tanpa menunggu haul, dengan nisab yang disetarakan dari nisab emas. Praktik yang lazim di Indonesia mengeluarkan 2,5% dari penghasilan setelah dikurangi kebutuhan pokok.

Kalau kamu sudah menunaikan zakat penghasilan tiap bulan, sisa penghasilan yang mengendap jadi tabungan tetap masuk hitungan zakat maal di akhir haul. Yang tidak boleh adalah menghitung harta yang sama dua kali dalam satu haul, dan lembaga zakat tempat kamu menyalurkan bisa membantu memisahkannya.

Kalau ternyata belum mencapai nisab

Tidak ada kewajiban zakat maal, dan itu jawaban yang lengkap, bukan jawaban yang perlu dibulatkan jadi sesuatu. Sedekah tetap terbuka, dan sedekah tidak punya ambang.

Untuk kewajiban Ramadan yang berdiri sendiri, seperti mengganti puasa yang ditinggalkan atau membayar fidyah bagi yang memang tidak mampu menggantinya, kalkulator fidyah menghitungnya terpisah, karena dasarnya jumlah hari dan bukan jumlah harta.

Ini formulasi, bukan fatwa

Yang dijelaskan di halaman ini adalah formulasi yang lazim dipakai lembaga amil zakat di Indonesia, bukan fatwa. Perincian mazhab berbeda-beda: takaran nisab, apakah perhiasan yang dipakai ikut dihitung, utang jangka panjang mana yang boleh dikurangkan.

Kalau hartamu berada di sekitar ambang, atau bentuknya rumit seperti usaha bersama, warisan yang belum dibagi, dan aset yang tidak likuid, jawaban yang benar untukmu datang dari lembaga zakat atau ustaz yang kamu ikuti, bukan dari halaman mana pun.

Alat yang mengerjakan hitungannya

Bisa dipakai berapa kali pun, tanpa daftar dan tanpa batas harian.

  • Kalkulator zakat maal

    Hitung zakat maal dan zakat perdagangan. Seluruh harta yang memenuhi syarat dikurangi utang jatuh tempo, dibandingkan dengan nisab, lalu dikali 2,5%. Harga emas dan peraknya kamu yang isi, dan kedua nisabnya ditampilkan berdampingan karena jawabannya bisa berbeda.

  • Kalkulator fidyah

    Hitung fidyah puasa dari jumlah hari yang ditinggalkan dikali takaran makanan pokok per hari, lalu dinilai dengan harga beras atau nominal per hari yang kamu isi sendiri. Takaran dan harganya kolom yang bisa diubah, karena keduanya memang berbeda antar pendapat dan antar daerah.

  • Tabungan haji dan umrah

    Hitung berapa lama tabunganmu sampai ke setoran awal pendaftaran haji, ke pelunasan, atau ke harga paket umrah. Bisa juga dibalik, berapa yang perlu disisihkan tiap bulan supaya sampai pada tanggal yang kamu kejar. Setoran awal dan perkiraan biayanya bisa kamu ubah, lengkap dengan dasar dan tahun angkanya.

Sumber

Halaman ini menjelaskan aturan yang berlaku umum. Ia bukan nasihat hukum, pajak, atau keagamaan untuk perkara kamu sendiri.