Kalkulator zakat maal
Perhitungan zakat maal
| Uang tunai, tabungan, deposito | ||
| Emas dan perak yang disimpan | ||
| Barang dagangan (harga jual) | ||
| Piutang yang diyakini tertagih | ||
| Harta lain | ||
| Total harta | ||
| Utang jatuh tempo | ||
| Harta bersih | ||
| Kadar zakat | ||
| Haul | ||
| Zakat |
Hitung zakat maal dan zakat perdagangan. Seluruh harta yang memenuhi syarat dikurangi utang jatuh tempo, dibandingkan dengan nisab, lalu dikali 2,5%. Harga emas dan peraknya kamu yang isi, dan kedua nisabnya ditampilkan berdampingan karena jawabannya bisa berbeda.
Zakat maal dihitung dari seluruh harta yang memenuhi syarat, dikurangi kewajiban jangka pendek, lalu dibandingkan dengan nisab. Kalau harta bersihnya sudah di atas nisab dan sudah genap haul, zakatnya 2,5%. Halaman ini menghitung itu, termasuk harta dagangan yang dinilai dengan harga jualnya sekarang.
Nisabnya butuh harga hari ini, dan kami tidak mengambilnya dari mana pun
Nisab tidak dinyatakan dalam rupiah. Ia dinyatakan dalam berat: setara 85 gram emas, atau setara 595 gram perak. Rupiahnya baru ada setelah beratnya dikalikan harga per gram, dan harga itu bergerak tiap hari.
Halaman ini tidak mengambil harga dari mana pun, dan tidak menyimpan angka bawaan untuk kotak harga. Angka bawaan akan basi dalam beberapa hari sambil tetap terlihat resmi, dan itu jenis kesalahan yang tidak kelihatan dari layar. Jadi harganya kamu yang isi, dan lembar hasilnya menuliskan kembali harga yang kamu pakai, supaya siapa pun yang membacanya nanti, termasuk kamu sendiri, tahu perhitungan itu berdiri di atas harga tanggal berapa.
Takaran 85 gram dan 595 gram sendiri adalah takaran yang paling umum dipakai lembaga amil zakat di Indonesia untuk 20 dinar dan 200 dirham. Sebagian pendapat memakai angka lain, yaitu 91,92 gram untuk emas dan 642 gram untuk perak, jadi kedua kotak beratnya juga bisa kamu ganti.
Yang dizakati adalah seluruh harta bersih, bukan kelebihannya
Ini kekeliruan yang paling sering dan paling mahal. Nisab adalah ambang, bukan potongan seperti PTKP di pajak penghasilan.
Harta bersih Rp200.000.000 dengan nisab Rp161.500.000:
- Dihitung benar: 2,5% × Rp200.000.000 → Rp5.000.000
- Dihitung dari kelebihannya saja: 2,5% × Rp38.500.000 → Rp962.500
Selisihnya lima kali lipat, dan arahnya selalu kurang bayar. Begitu ambangnya terlampaui, yang dizakati adalah seluruh hartanya.
Dasar emas dan dasar perak bisa menjawab berbeda
Nisab perak biasanya jatuh jauh di bawah nisab emas, karena harga perak sudah lama tidak sejalan dengan emas. Akibatnya nyata. Harta yang sama bisa sudah wajib zakat menurut dasar perak dan belum menurut dasar emas.
Karena itu kedua nisabnya selalu tampil berdampingan di lembar hasil, dengan tanda mana yang kamu pilih. Kalau pilihan itu ternyata mengubah jawabannya, halaman ini mengatakannya terang-terangan alih-alih diam dan menampilkan satu angka. Ini perbedaan pendapat yang sudah lama ada, dan kalkulator bukan pihak yang berhak menyelesaikannya untukmu.
Haul dicentang, bukan dihitung
Syarat haul, yaitu harta bertahan satu tahun Hijriah penuh, sengaja tidak dihitung dari tanggal. Yang menentukan adalah sejak kapan hartamu bertahan di atas nisab, dan itu cuma kamu yang tahu. Kotak tanggal di sini hanya akan menghasilkan angka yang tampak pasti tentang sesuatu yang tidak kami ketahui.
Kalau centangnya kamu lepas, hitungannya tetap muncul sebagai perkiraan untuk nanti, dan lembar hasilnya menulis bahwa haulnya belum dinyatakan genap.
Yang halaman ini tidak putuskan
Perhiasan yang dipakai sehari-hari. Ada pendapat yang mewajibkan zakat atasnya dan ada yang tidak. Kotaknya ada, isinya keputusanmu, dan lembar hasilnya menyebut berapa yang kamu masukkan.
Zakat fitrah dan zakat pertanian bukan ini. Zakat fitrah dihitung per jiwa dalam takaran beras menjelang Idulfitri; zakat hasil pertanian, ternak, dan barang tambang punya nisab dan kadarnya sendiri. Yang di sini adalah zakat harta simpanan dan harta perdagangan.
Zakat penghasilan sering dihitung dengan cara yang berbeda lagi: bulanan, dari penghasilan kotor atau bersih, dengan nisab yang disetahunkan. Kalau itu yang kamu cari, pastikan dulu formulasi mana yang dipakai lembaga zakat tempatmu menyetor.
Pajak bukan zakat, dan zakat bukan pajak. Keduanya kewajiban yang berbeda dengan hitungan yang berbeda; untuk pajak atas omzet usaha ada halaman terpisah, PPh final UMKM. Apakah zakat yang kamu bayar bisa menjadi pengurang penghasilan bruto, itu ada ketentuannya sendiri, antara lain PP 60/2010, dan syaratnya termasuk disetor ke lembaga yang disahkan pemerintah. Pastikan ke DJP atau konsultan pajakmu, bukan ke kalkulator ini.
Kalau angka hartanya sendiri belum ada
Kotak kas, piutang, dan barang dagangan menuntut angka yang mungkin belum pernah kamu kumpulkan sekaligus. Untuk usaha kecil, rekap arus kas bulanan biasanya sudah memuat saldo kas dan piutangnya, tinggal dipindahkan ke sini.
Hasilnya bisa dicetak atau disimpan sebagai gambar. Semua dasarnya ikut tertulis di lembar itu: tiap pos harta, utang yang dikurangkan, kedua nisab, harga per gram yang kamu pakai, kadar, dan status haul. Dengan begitu amil zakat bisa memeriksanya ulang tanpa perlu mengulang wawancaranya dari nol.
Pertanyaan umum
- Kenapa nisabnya tidak muncul sendiri?
- Karena nisab dinyatakan dalam berat emas atau perak, dan harganya berubah tiap hari. Halaman ini tidak mengambil data dari mana pun, jadi tidak ada angka yang bisa kami pasang tanpa berbohong beberapa hari kemudian. Ambil harga hari ini dari toko emas, Pegadaian, atau situs penjual yang kamu percaya, lalu ketik di kotak harga per gram. Selama kotak itu kosong, halaman ini tidak akan bilang kamu wajib atau belum wajib, karena memang belum ada dasarnya.
- Pakai nisab emas atau nisab perak?
- Keduanya dipakai orang, dan ambangnya berbeda jauh. Nisab perak biasanya hanya sekitar sepersepuluh nisab emas, sehingga banyak orang berada di atas yang satu dan di bawah yang lain. Yang memilih perak umumnya beralasan ambang yang lebih rendah lebih berpihak kepada penerima zakat; yang memilih emas beralasan nilainya lebih stabil dibanding perak yang sudah jauh turun dari zaman ditetapkannya. Halaman ini menampilkan dua-duanya berdampingan dan menandai mana yang kamu pilih, lalu memberi tahu kalau pilihan itu mengubah jawabannya. Keputusannya bukan milik kalkulator. Tanyakan ke amil zakat atau ustaz yang kamu percaya.
- Zakatnya dihitung dari kelebihan di atas nisab, kan?
- Tidak, dan ini kekeliruan yang paling mahal di perhitungan zakat. Nisab itu ambang, bukan potongan seperti PTKP di pajak. Kalau harta bersihmu Rp200.000.000 dan nisabnya Rp161.500.000, zakatnya 2,5% dari Rp200.000.000, yaitu Rp5.000.000, bukan 2,5% dari selisih Rp38.500.000 yang cuma Rp962.500. Begitu nisabnya terlampaui, yang dizakati adalah seluruh hartanya.
- Sisa KPR dan cicilan motor saya potong semua?
- Jangan langsung. Yang lazim dikurangkan adalah kewajiban yang harus dibayar dalam waktu dekat: cicilan bulan berjalan, utang bahan ke pemasok, gaji karyawan yang belum dibayar. Memasukkan seluruh sisa pokok KPR dua puluh tahun akan menghapus hampir semua hartamu di layar ini, dan itu bukan cara menghitungnya yang lazim dipakai lembaga zakat. Perincian utang mana yang boleh dikurangkan termasuk bagian yang berbeda antar pendapat, jadi kalau angkamu besar dan utangmu panjang, tanyakan ke amil zakat sebelum memakai hasilnya.
- Barang dagangan dinilai pakai harga modal atau harga jual?
- Harga jual yang berlaku sekarang, bukan harga kulakannya. Itu yang membedakan zakat perdagangan dari sekadar menghitung modal. Hitung stok yang benar-benar masih bisa dijual; barang rusak, kedaluwarsa, atau yang sudah bertahun-tahun tidak laku sebaiknya tidak dinilai seolah masih berharga penuh. Uang di laci dan saldo rekening usaha masuk ke kotak kas, dan piutang pelanggan yang kamu yakin tertagih masuk ke kotaknya sendiri.
- Uang saya sudah setahun di rekening, berarti haulnya genap?
- Belum tentu, dan itu sebabnya haul di sini dicentang, bukan dihitung dari tanggal. Yang dihitung adalah sejak kapan hartamu bertahan di atas nisab, bukan sejak kapan uangnya masuk. Kalau di tengah tahun hartamu sempat turun di bawah nisab, hitungannya lazimnya mulai lagi dari awal. Satu tahun Hijriah juga sekitar 354 hari, sebelas hari lebih pendek daripada satu tahun Masehi. Kalau kamu memakai patokan tanggal Masehi tiap tahun, haulmu pelan-pelan bergeser.
- Angka yang keluar bisa langsung saya setorkan?
- Anggap ini perkiraan untuk perencanaan, bukan ketetapan. Yang dihitung di sini adalah formulasi yang lazim dipakai lembaga amil zakat di Indonesia, dan beberapa bagiannya (takaran nisab, perhiasan yang dipakai sehari-hari, utang mana yang dikurangkan) memang berbeda antar pendapat ulama. Bawa rincian di lembar hasilnya ke amil zakat atau lembaga zakat resmi; karena semua dasarnya tertulis di situ, mereka bisa langsung menunjuk baris mana yang perlu diperbaiki.