Bunga kartu kredit kalau bayar minimum
Kalau bayar minimum terus, lunasnya
| Saldo terutang sekarang | ||
| Bunga | ||
| Pembayaran minimum bulan ini |
| Bayar minimum terus | ||
|---|---|---|
| Lunas dalam | ||
| Total bunga | ||
| Total yang dibayar |
Perkiraan, bukan tagihan. Belanja baru, tarik tunai, iuran tahunan, biaya materai, dan denda keterlambatan belum dihitung — semuanya membuat angka sebenarnya lebih besar. Yang mengikat adalah lembar tagihan dari penerbit kartu.
Bayar minimum terus itu lunasnya berapa lama, dan bunganya berapa? Isi saldo terutang, bunga per tahun, dan aturan minimum penerbitmu, lalu lihat jawabannya bersebelahan dengan satu angka tetap yang lebih besar: lama pelunasan, total bunga, dan total yang dibayar.
Pembayaran minimum di lembar tagihan selalu terlihat sebagai angka kecil yang aman. Isi saldo terutang, bunga per tahun, dan aturan minimum penerbitmu, lalu halaman ini menghitung berapa lama saldo itu lunas kalau minimumnya dibayar terus, dan berapa bunganya sampai selesai. Di kolom sebelahnya, angka yang sama untuk satu pembayaran tetap yang lebih besar.
Pembagian yang ada di kepala kita meleset jauh
Saldo dibagi pembayaran minimum. Dua belas juta dibagi enam ratus sepuluh ribu, dua puluh bulan. Untuk saldo dan aturan yang sama, jawaban di halaman ini 99 bulan (delapan tahun tiga bulan) dengan bunga Rp 6.008.901, setengah saldonya lagi.
Dua sebabnya searah. Pembayaran minimum itu persentase dari tagihan, jadi ia mengecil bersama saldonya. Seperempat utang yang terakhir dicicil jauh lebih pelan daripada seperempat yang pertama, dan yang menahannya cuma batas rupiah di ujung. Lalu bunga ditagihkan lagi tiap bulan atas sisa yang masih ada, sehingga sebagian setoranmu tidak membeli pengurangan utang sama sekali.
Yang mengubah keadaan bukan besarnya, tapi tetapnya
Ini bagian yang paling sering mengejutkan orang di kolom kedua. Membayar Rp 611.000 tiap bulan, cuma lima ratus rupiah di atas tagihan minimum bulan pertama, melunasi kartu yang sama dalam 25 bulan, bukan 99. Angka itu bekerja karena ia tidak ikut mengecil ketika saldonya mengecil.
Karena itu halaman ini tidak berhenti di satu kolom. Angka lamanya bayar minimum sendirian cuma bikin panik; dua kolom bersebelahan menunjukkan berapa bulan dan berapa rupiah yang berpindah kalau angkanya dipatok.
Tiga angka penerbit, tiga kolom yang bisa kamu ubah
Bunga, persen minimum, dan batas rupiah minimum semuanya ditetapkan penerbit kartu, di dalam batas maksimum yang ditetapkan Bank Indonesia dan sudah beberapa kali diubah. Karena itu ketiganya jadi kolom isian. Angka 21% per tahun, 5%, dan Rp 50.000 hanya isian awal, dan lembar hasilnya selalu mencetak angka yang benar-benar dipakai.
Beda satu angka saja sudah mengubah jawabannya secara kasar. Pada saldo yang sama, bunga 35,4% per tahun membuat pelunasan dengan pembayaran minimum makan 143 bulan dan bunga Rp 15.297.865, lebih besar daripada utang yang dibayarnya. Cek lembar tagihanmu sendiri, lalu isi angka itu di sini.
Kalau jawabannya bukan angka
Ada keadaan yang tidak punya durasi sama sekali. Ketika pembayaran minimum tidak melebihi bunga bulan itu, saldonya tidak pernah turun. Dengan aturan persen, bunga dan pembayaran naik bersama-sama, jadi menunggu tidak memperbaikinya. Halaman ini menulis “Tidak pernah lunas” di tempat angka lamanya, beserta dua angka yang membuktikannya (pembayaran bulan pertama dan bunga bulan pertama) supaya bisa kamu cocokkan sendiri.
Yang tidak dihitung, dan semuanya ke arah yang sama
Belanja baru, tarik tunai, iuran tahunan, bea meterai, dan denda keterlambatan tidak masuk hitungan. Tidak ada satu pun dari daftar itu yang membuat angkanya lebih kecil, jadi hasil di sini adalah keadaan paling ringan, bukan perkiraan tengah. Yang mengikat tetap lembar tagihan dari penerbit kartumu.
Sesudah ini
Kalau yang mau dibandingkan justru penawaran kredit yang bunganya ditulis flat, setarakan dulu lewat bunga flat vs efektif supaya dua penawaran bisa diadu dalam satu ukuran. Dan kalau saldo ini muncul gara-gara satu pengeluaran mendadak, target dana yang membuat kejadian berikutnya tidak lagi mendarat di kartu bisa kamu hitung di kalkulator dana darurat.
Pertanyaan umum
- Bunga kartunya saya isi berapa?
- Angka yang mengikat cuma ada di lembar tagihanmu, dan di sana biasanya ditulis per bulan. Kalikan 12 sebelum diisi ke kolom ini. Isian awal 21% per tahun setara 1,75% per bulan, mengikuti batas maksimum bunga kartu kredit yang ditetapkan Bank Indonesia lewat surat edaran turunan PBI 14/2/PBI/2012. Batas itu sudah beberapa kali diubah (pernah 2,95% dan 2% per bulan), dan penerbit boleh memasang angka lebih rendah, jadi halaman ini tidak menyatakan satu pun di antaranya sebagai tarif yang berlaku untuk kartumu hari ini.
- Pembayaran minimumnya 5% atau 10%?
- Dua-duanya dipakai penerbit di Indonesia, dan batas rupiahnya juga tidak seragam, jadi keduanya jadi kolom yang kamu isi. Bedanya jauh lebih besar daripada kelihatannya. Saldo 12 juta dengan bunga 21% per tahun butuh 99 bulan dan bunga Rp 6.008.901 kalau minimumnya 5%, tapi 48 bulan dan Rp 2.443.016 kalau minimumnya 10%. Angka yang berlaku untuk kartumu tertulis di baris pembayaran minimum pada lembar tagihan.
- Kok lamanya bertahun-tahun? Saldo dibagi minimum cuma dua puluh bulanan.
- Karena pembagian itu menganggap angka minimumnya tetap, padahal ia persentase dari sisa tagihan. Begitu saldonya turun, tagihan minimumnya ikut turun, dan cicilanmu melambat persis ketika utangnya mengecil, sampai akhirnya cuma batas rupiah yang menahan. Ditambah bunga yang ditagihkan lagi tiap bulan atas sisanya, hasilnya 99 bulan untuk sesuatu yang di kepala terasa 20 bulan.
- Kenapa angkanya beda dengan tagihan asli saya?
- Halaman ini menghitung bulanan dari satu saldo yang diam, sementara penerbit menghitung bunga harian atas saldo harian sejak tanggal transaksi dibukukan. Dua transaksi bernilai sama di awal dan di akhir siklus tidak menghasilkan bunga yang sama. Di luar itu ada pembulatan rupiah tiap bulan, iuran tahunan, dan bea meterai pada tagihan yang melewati batas tertentu. Kalau selisihnya besar, biasanya penyebabnya tarif bunga atau aturan minimum yang kamu isi berbeda dari yang dipakai penerbitmu.
- Kartunya masih saya pakai untuk belanja. Angkanya masih berlaku?
- Tidak, dan ini batas yang paling penting di halaman ini. Hitungannya menganggap tidak ada satu pun transaksi baru sampai lunas. Setiap belanja menambah saldo yang dibungakan, dan pada saat yang sama menaikkan tagihan minimum bulan berikutnya, sehingga lamanya bisa bergeser jauh dari angka di sini. Kalau kartunya masih dipakai rutin, angka di halaman ini adalah keadaan paling ringan yang mungkin terjadi, bukan perkiraan yang wajar.
- Kolom bayar tetap saya isi di bawah minimum, kenapa ada catatannya?
- Karena angka itu tidak bisa dijalankan apa adanya. Penerbit tetap menagih pembayaran minimum, dan kekurangannya dicatat sebagai tunggakan lengkap dengan dendanya, jadi mensimulasikannya seolah-olah boleh akan memberimu jadwal yang tidak ada di dunia nyata. Lembar hasilnya menyebut angka minimum bulan pertama supaya kamu tahu dari mana kolom kedua baru masuk akal.
- Kalau tagihannya saya bayar penuh sebelum jatuh tempo, bunganya nol?
- Banyak kartu memberi masa bebas bunga untuk transaksi ritel selama tagihan dibayar penuh sampai tanggal jatuh tempo, sementara tarik tunai umumnya berbunga sejak hari transaksi dan punya biaya tersendiri. Ketentuannya ada di perjanjian pemegang kartu, dan itu yang berlaku, bukan halaman ini. Hitungan di sini selalu memungut bunga sejak bulan pertama karena titik berangkatnya adalah saldo yang sudah terlanjur kamu bawa ke siklus berikutnya.