Checklist urus kematian
Checklist Urus Kematian
Daftar ini titik awal. Syarat dan alur berbeda antar daerah, dan sebagian kantor meminta berkas tambahan. Tidak ada urusan keagamaan di lembar ini — itu urusan keluarga bersama pemuka agamanya.
Daftar yang harus diurus setelah seseorang meninggal, disaring menurut keadaannya: surat keterangan kematian, akta kematian dengan batas 30 hari, Kartu Keluarga baru, klaim JKM dan JHT, pensiun, rekening bank, dan surat keterangan ahli waris. Bisa dicetak untuk dibawa.
Yang membuat urusan ini berat bukan jumlah berkasnya, melainkan waktunya: semuanya jatuh di minggu ketika keluarga paling tidak sanggup membaca prosedur. Daftar ini disusun untuk dicetak sekali lalu dibawa, supaya tidak perlu dibaca ulang di layar setiap kali.
Urutannya mengikuti jam, bukan tingkat kepentingan
Kelompok pertama adalah yang harus ada hari itu juga: surat keterangan dari dokter atau rumah sakit, lapor RT, lalu surat dari kelurahan. Tanpa itu tidak ada urusan berikutnya yang bisa dimulai.
Akta kematian menyusul, dan batasnya tiga puluh hari.
Hak yang tidak akan ditagih siapa pun
Bagian yang paling sering terlewat bukan berkas, melainkan uang: santunan JKM, saldo JHT, pensiun janda atau duda, asuransi yang menempel di cicilan. Tidak ada kantor yang menghubungi ahli waris untuk mengingatkan. Kalau tidak diklaim, ia hanya diam.
Untuk pembagian harta peninggalannya sendiri, kalkulator faraidh menghitung perkiraan bagian menurut hukum waris Islam.
Bacaan untuk almarhum ada terpisah, per agama, di kumpulan doa harian — pilih situasi “Duka dan kehilangan”.
Kalau ada anak yang ditinggalkan
Bagian ini yang paling sering tidak terpikirkan di minggu pertama, karena semuanya terasa bisa menyusul. Sebagian memang bisa; dua di antaranya tidak. Iuran BPJS Kesehatan anak terus berjalan dan menunggak kalau penanggungnya tidak dipindahkan, dan penetapan perwalian dari pengadilan diperlukan sebelum anak di bawah umur bisa menerima bagian warisannya.
Keringanan biaya sekolah hampir tidak pernah ditawarkan lebih dulu. Ia diberikan kalau ditanyakan.
Yang tidak ada di sini
Tata cara keagamaan tidak ditulis di daftar ini, dan itu disengaja. Memandikan, menyalatkan, menguburkan, upacara dan selamatan berbeda antar agama dan antar daerah, dan bukan sesuatu yang pantas disajikan sebagai kotak centang. Itu urusan keluarga bersama pemuka agamanya.
Daftar ini juga menyebut dirinya titik awal. Praktik Dukcapil, kelurahan, dan kantor cabang BPJS berbeda antar daerah, dan sebagian meminta berkas tambahan yang tidak tertulis di mana pun.
Pertanyaan umum
- Berapa lama batas mengurus akta kematian?
- Tiga puluh hari sejak tanggal kematian, menurut UU 23/2006 Pasal 44. Lewat dari itu sebagian daerah meminta penetapan pengadilan lebih dulu sebelum aktanya bisa terbit, dan itu jalur yang jauh lebih panjang serta berbiaya. Akta kematiannya sendiri tidak dipungut biaya; kalau ada yang meminta bayaran untuk penerbitannya, itu di luar ketentuan.
- Kenapa akta kematian penting kalau surat dari kelurahan sudah ada?
- Karena hampir semua urusan berikutnya memintanya, bukan surat kelurahannya. Pencairan rekening bank, klaim asuransi, pengurusan pensiun janda atau duda, balik nama rumah dan kendaraan, sampai syarat menikah lagi bagi yang ditinggalkan — semuanya meminta akta kematian. Surat kelurahan adalah bahan untuk mengurusnya, bukan penggantinya.
- JKM dan JHT itu sama?
- Bukan, dan ini yang paling sering terlewat. JKM adalah santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan; JHT adalah tabungan hari tua milik almarhum sendiri. Keduanya diklaim terpisah dengan berkas yang berbeda. Ahli waris yang hanya mengurus salah satunya sering tidak pernah tahu ada yang kedua, dan tidak ada yang mengingatkan.
- Kalau meninggal di luar kota atau luar negeri, bedanya apa?
- Yang bertambah surat izin pengangkutan jenazah dari dinas kesehatan setempat kalau jenazah dibawa pulang. Untuk yang meninggal di luar negeri, surat keterangan kematian dari KBRI atau KJRI yang jadi dasar penerbitan akta kematian di Indonesia, jadi itu diurus lebih dulu sebelum pulang. Pilih tempatnya di form dan daftar ini menyesuaikan.
- Kenapa tata cara pemakaman tidak ada di daftar ini?
- Karena itu urusan keluarga bersama pemuka agamanya, dan berbeda-beda antar agama serta antar daerah. Daftar centang di halaman web akan salah untuk sebagian besar pembacanya sekaligus terasa dingin bagi semuanya. Yang ada di sini hanya urusan administratif dan hak yang bisa diklaim — bagian yang justru paling sulit diingat saat sedang berduka.
- Apa gunanya pertanyaan soal anak yang masih sekolah?
- Ia memunculkan hak dan urusan yang hanya ada kalau ada anak yang ditinggalkan, dan itu berlaku apa pun pekerjaan almarhum. Untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan ada beasiswa anak; untuk PNS ada pensiun anak dan bantuan beasiswa dari Taspen. Di luar itu ada yang berlaku untuk semua: memindahkan penanggung iuran BPJS Kesehatan anak, memberi tahu sekolah sekalian menanyakan keringanan biaya, memeriksa polis asuransi pendidikan, dan menanyakan perlu penetapan perwalian atau tidak kalau anak menerima warisan sementara masih di bawah umur.
- Utang almarhum otomatis lunas?
- Tidak otomatis, tapi jangan buru-buru membayar sebelum diperiksa. Sebagian pinjaman, KPR, dan kartu kredit punya asuransi jiwa yang menempel, dan tagihannya lunas begitu kematian dilaporkan beserta aktanya. Tanyakan lebih dulu ke bank atau leasing-nya. Yang jelas berjalan terus sampai dilaporkan adalah bunga kartu kredit dan iuran BPJS Kesehatan.