Alat Gratisan

Doa harian

Kumpulan bacaan doa untuk enam agama resmi di Indonesia: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Dipisah per agama, disaring menurut situasi, dan tiap bacaan menyebutkan sumbernya. Bisa dicetak atau disimpan sebagai gambar untuk ditempel.

Urutan mengerjakannya

  1. 1

    Buka halaman agamamu

    Tiap agama punya halamannya sendiri, dan bacaannya tidak dicampur. Alasannya bukan kerapian: rumusan yang sama bisa berbeda kata per kata antar agama — Bapa Kami versi Katolik tidak memakai penutup yang dipakai gereja Protestan — dan satu halaman gabungan akan menyajikan rumusan yang salah untuk sebagian pembacanya.

  2. 2

    Saring menurut situasi yang sedang kamu hadapi

    Kesembilan situasinya sama untuk keenam agama: belajar dan ujian, doa harian, makan, tidur, bepergian, rezeki dan usaha, sakit, duka dan kehilangan, serta syukur. Menyaring lebih dulu memangkas daftar jadi bacaan yang memang kamu cari, dan itu yang membedakan lembar ini dari daftar panjang yang harus dibaca semuanya.

  3. 3

    Putuskan perlu tulisan Latinnya atau tidak

    Bacaan beraksara Arab, Dewanagari, Pali, dan Hanzi datang dengan transliterasi Latin, dan itu bisa dimatikan lewat satu kotak centang. Untuk anak yang belum lancar membaca aksara aslinya, tulisan Latin itu yang dipakai; untuk yang sudah lancar, ia cuma memenuhi lembar.

  4. 4

    Cetak atau simpan sebagai gambar

    Lembarnya dirancang untuk ditempel di dinding kamar atau dibagikan lewat pesan. Teks aslinya sengaja dicetak lebih besar dari teks lain, karena aksara non-Latin kehilangan bentuknya lebih dulu daripada huruf Latin di printer yang tintanya menipis.

  5. 5

    Cocokkan dengan guru atau pemuka agamamu

    Tiap bacaan di sini menyebutkan sumbernya — nomor surat dan ayat, kitab dan pasal, nomor Puji Syukur, atau nama sutta — dan sumbernya ikut tercetak di lembarnya. Jadi kalau ada yang perlu dipastikan, yang memeriksa bisa langsung menunjuk barisnya, bukan menebak dari mana bacaan itu datang.

Alatnya (6)

Yang membuat halaman ini ada: kalau kamu mengetik “doa sebelum ujian” hari ini, yang keluar sebagian besar tidak menyebutkan sumbernya sama sekali. Untuk sebuah bacaan yang akan diulang anak-anak sampai hafal, itu masalah — dan bukan masalah yang kelihatan, karena bacaan yang salah satu katanya meleset tampil sama meyakinkannya dengan yang benar.

Jadi aturan di sini satu: tidak ada bacaan yang tayang tanpa rujukan. Bukan kebijakan redaksional yang bisa dilupakan, melainkan syarat di kodenya — entri tanpa sumber menggagalkan build, dan tidak pernah sampai ke halaman.

Enam agama, satu bentuk yang sama

Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Keenamnya memakai daftar situasi yang sama, tata letak yang sama, dan aturan sumber yang sama. Tidak ada agama yang mendapat urutan lebih dulu, ruang lebih banyak, atau perlakuan yang berbeda karena keputusan struktur.

Katolik dipisah dari Kristen Protestan karena keduanya memang agama resmi yang berbeda di Indonesia, dan sebagian rumusannya berbeda kata per kata.

Yang halaman ini tidak lakukan

Ia tidak memutuskan bacaan mana yang paling utama, tidak menilai derajat sebuah hadis, dan tidak menyatakan sebuah rumusan lebih sah daripada rumusan lain. Perbedaan antar aliran dan antar daerah disebutkan apa adanya kalau memang ada — halaman Buddha menyebutkan bahwa bacaannya mengikuti rumusan Theravada, bukan Mahayana, karena membiarkan itu tidak disebut berarti menyajikan satu aliran sebagai keseluruhan agamanya.

Daftar Khonghucu paling sedikit di antara keenamnya, dan itu bukan kebetulan: sumber berbahasa Indonesia yang menyebutkan rujukannya jauh lebih sedikit. Daftar yang pendek dan jujur lebih baik daripada daftar panjang yang sebagiannya dikarang.

Dua situasi yang ditambahkan belakangan

Rezeki dan usaha ada karena 69 dari 156 alat di situs ini melayani UMKM dan pedagang, sementara tujuh situasi awal tidak menyentuh nafkah sama sekali. Yang membuka kalkulator HPP dan yang mencari doa pembuka rezeki sering orang yang sama.

Duka dan kehilangan berpasangan dengan checklist urus kematian dan kalkulator faraidh. Keluarga yang sedang mengurus surat kematian adalah keluarga yang juga sedang mencari bacaan untuk almarhum. Yang dimuat bacaan yang dipanjatkan oleh yang ditinggalkan — bukan tata cara pemakaman, yang berbeda antar agama dan antar daerah dan memang tidak disentuh di mana pun di situs ini.

Kalau ada yang keliru

Halaman-halaman ini disusun dari sumber tertulis, bukan dari pemeriksaan pemuka agama masing-masing. Kalau kamu menemukan bacaan yang keliru — hurufnya, artinya, atau penempatannya — kabari lewat halaman kontak. Sebutkan agamanya, judul bacaannya, dan yang menurutmu benar. Koreksi semacam itu yang paling ditunggu dari halaman ini.

Kumpulan lainnya