Alat Gratisan

Kalkulator denda keterlambatan

Tagihan
Sesuai kesepakatan

Semua angka dan pilihan di atas harus sesuai perjanjian yang sudah ada. Halaman ini tidak menetapkan tarif denda apa pun.

Hitung denda keterlambatan pembayaran invoice berdasarkan tarif yang sudah kamu sepakati dengan pelanggan, lalu cetak rinciannya untuk dilampirkan saat menagih. Tarif dendanya kamu sendiri yang menentukan.

Alat ini menghitung denda keterlambatan pembayaran berdasarkan ketentuan yang sudah ada di perjanjianmu, lalu merapikannya jadi rincian yang bisa dilampirkan saat menagih.

Tarifnya kamu yang menentukan, bukan kami

Tidak ada angka denda yang terisi otomatis di halaman ini, dan itu disengaja. Denda keterlambatan hanya sah kalau sudah disepakati sebelumnya. Mencantumkan tarif yang tidak pernah ada di perjanjian akan membuat tagihanmu ditolak, dan yang tersisa adalah percakapan yang lebih sulit daripada sebelum menagih.

Kalau perjanjianmu memang belum mengatur denda, alat ini tidak bisa mengadakannya. Yang bisa dilakukan adalah menyepakatinya untuk transaksi berikutnya.

Empat hal yang ditanyakan di awal

Kapan hitungan dimulai, hari mana yang dihitung, denda dihitung dari nilai apa, dan apakah berbunga majemuk — keempatnya punya lebih dari satu jawaban yang wajar, dan perjanjian yang berbeda memakai jawaban yang berbeda. Selisihnya nyata, jadi halaman ini menanyakannya daripada memilih diam-diam.

Rincian untuk dilampirkan

Yang tercetak hanya nama usahamu, angka-angkanya, dan ketentuan yang sudah kamu sepakati. Di bagian bawah ada satu baris kecil berisi alamat situs ini, dan selain itu tidak ada kalimat apa pun dari kami di lembar tersebut, karena yang menagih adalah kamu, dan dokumennya harus terbaca sebagai dokumen usahamu.

Pertanyaan umum

Kenapa tarif dendanya tidak diisikan otomatis?
Karena denda keterlambatan hanya berlaku kalau sudah disepakati sebelumnya. Kalau halaman ini mengisikan angka sendiri, kamu akan menagih memakai tarif yang tidak pernah ada di perjanjian, dan pelanggan berhak menolaknya. Isi sesuai yang tertulis di invoice atau kontrakmu.
Kalau di perjanjian saya tidak ada pasal dendanya?
Berarti belum ada dasar untuk menagih denda, dan alat ini tidak bisa membuatkannya. Yang bisa dilakukan adalah menyepakati ketentuan denda untuk transaksi berikutnya, lalu mencantumkannya di invoice sejak awal.
Mulai dihitung dari tanggal jatuh tempo atau sehari setelahnya?
Dua-duanya dipakai di perjanjian yang berbeda, dan selisihnya satu hari denda. Karena itu ditanyakan di awal. Kalau perjanjianmu tidak menyebutkan, mulai sehari setelah jatuh tempo adalah pilihan yang lebih hati-hati. Angkanya lebih kecil, dan justru karena itu lebih sulit dibantah.
Denda dihitung dari nilai invoice penuh atau sisa yang belum dibayar?
Tergantung perjanjian. Kalau pelanggan sudah membayar sebagian, sebagian kesepakatan menghitung denda dari sisa tagihan saja, sebagian lagi tetap dari nilai penuh. Pilih yang sesuai punyamu.
Rinciannya bisa dilampirkan ke pelanggan?
Bisa, itu memang tujuannya. Rincian yang tercetak hanya memuat nama usahamu, angka-angkanya, dan ketentuan yang sudah kamu sepakati. Selain satu baris kecil berisi alamat situs ini di bagian bawah, tidak ada kalimat dari kami di dalamnya. Yang menagih tetap kamu, alat ini hanya menghitung dan merapikan.
Flat dan majemuk itu bedanya apa?
Flat berarti denda dihitung dari nilai awal terus-menerus. Majemuk berarti denda periode berikutnya dihitung dari nilai yang sudah termasuk denda sebelumnya, sehingga tumbuh lebih cepat. Pilih sesuai yang tertulis di perjanjian, karena selisihnya bisa besar untuk keterlambatan panjang.