Alat Gratisan

Kalkulator BEP

Biaya

Biaya tetap jalan terus walau tidak ada yang terjual: sewa, listrik langganan, gaji tetap, cicilan alat. Biaya variabel cuma muncul kalau ada yang terjual: bahan, kemasan, komisi ojek online. Gaji kamu sendiri masuk biaya tetap kalau kamu memang mau digaji dari usaha ini.

Penjualan

Satu unit itu satu porsi, satu botol, satu potong — apa pun yang kamu hitung satu-satu. Hari jualan diisi 30 kalau buka tiap hari, atau 26 kalau libur tiap Minggu, supaya target hariannya sesuai hari kamu benar-benar berjualan.

Titik impas per bulan

Biaya tetap per bulan
Harga jual per unit
Biaya variabel per unit
Margin per unitsisa satu penjualan untuk menutup biaya tetap
Target per hari

Hitung titik impas usaha: berapa unit dan berapa rupiah omzet yang harus terjual sebulan supaya biaya tetap tertutup, dan berapa target per hari jualannya. Yang dibagi itu margin per unit, bukan harga jual.

Titik impas adalah jumlah penjualan yang membuat usahamu tidak untung dan tidak rugi. Isi biaya tetap sebulan, harga jual per unit, dan biaya variabel per unit. Hasilnya berapa unit sebulan, berapa rupiah omzetnya, dan berapa target per hari jualan.

Yang dibagi itu margin, bukan harga jual

Ini kesalahan yang paling sering membuat angkanya jauh meleset. Biaya tetap dibagi sisa harga setelah biaya variabel.

  • Nasi ayam dijual 15.000, bahannya 6.000 → sisa 9.000 per porsi
  • Biaya tetap sebulan 6.000.000 → 6.000.000 ÷ 9.000 = 667 porsi
  • Kalau dibagi harga jual: 6.000.000 ÷ 15.000 = 400 porsi, yang cuma menyisakan 3.600.000 dan sewanya masih kurang 2.400.000

Selisihnya bukan sedikit, dan arahnya selalu berbahaya karena angka yang salah selalu terlihat lebih mudah dicapai. Karena itu baris margin per unit ikut ditulis di lembar hasilnya, di antara isian dan jawabannya, supaya hitungannya bisa diikuti.

Biaya tetap dan biaya variabel

Biaya tetap jalan terus walaupun sehari tidak ada yang terjual: sewa tempat, listrik langganan, gaji karyawan tetap, cicilan alat, internet.

Biaya variabel cuma muncul kalau ada yang terjual: bahan baku, kemasan, gas, komisi ojek online, biaya admin marketplace per pesanan.

Yang paling sering terlewat adalah gaji kamu sendiri. Kalau kamu bekerja penuh di usaha ini, gajimu adalah biaya tetap. Menghilangkannya membuat titik impas terlihat lebih rendah daripada yang sebenarnya, dan usaha yang “sudah balik modal” ternyata tidak pernah membayar pemiliknya.

Kalau kamu belum tahu biaya variabel per unitmu berapa, hitung HPP dulu. Angkanya persis yang diisikan ke kolom biaya variabel di sini.

Kenapa angkanya dibulatkan ke atas

Hitungan persisnya sering pecahan, dan 666,7 porsi tidak ada wujudnya. Dibulatkan ke bawah, biaya tetapnya masih kurang tertutup; jadi pembulatannya ke atas, dan angka persisnya tetap ditulis di lembar hasil supaya bisa kamu cocokkan.

Target hariannya juga dibulatkan ke atas, dengan pembagiannya ditulis apa adanya, 667 ÷ 30 hari. Dikalikan lagi memang jadi lebih besar dari target sebulan, dan selisihnya itu kelonggaran.

Yang alat ini tidak bisa

Hitungannya menganggap satu jenis barang dengan satu harga dan satu biaya variabel. Toko dengan banyak jenis dagangan yang marginnya jauh berbeda tidak terwakili oleh satu rata-rata. Hitung produk yang paling laku dulu, satu per satu.

Titik impas juga bukan target keuntungan. Menyentuh angka ini artinya kamu tidak rugi, bukan kamu untung. Untuk memutuskan berapa harga jual yang menyisakan untung sesuai maumu, pakai markup vs margin.

Pertanyaan umum

Kenapa hasilnya jauh lebih besar dari biaya tetap dibagi harga jual?
Karena harga jual bukan yang tersisa buat menutup biaya tetap. Dari nasi ayam 15.000 yang bahannya 6.000, yang tersisa cuma 9.000. Itulah yang dipakai membagi. Biaya tetap 6 juta dibagi 15.000 memang keluar 400 porsi, tapi 400 porsi cuma menyisakan 3,6 juta dan sewanya masih kurang 2,4 juta.
Gaji saya sendiri masuk biaya tetap atau tidak?
Masuk, kalau kamu memang mau digaji dari usaha ini. Kalau tidak dimasukkan, titik impasnya terlihat lebih rendah dan kamu sebenarnya sedang bekerja gratis di angka itu. Banyak pemilik warung baru sadar hal ini justru waktu usahanya 'sudah balik modal' tapi dompet pribadinya tidak pernah terisi.
Saya jualan banyak jenis barang, bisa dipakai?
Bisa, tapi angkanya jadi rata-rata. Isi harga jual dan biaya variabel dengan rata-rata satu transaksi atau satu produk yang paling dominan, lalu baca hasilnya sebagai perkiraan. Kalau jenis daganganmu marginnya jauh berbeda (misalnya minuman dan rokok di satu toko), hitung yang paling laku dulu satu per satu, karena rata-rata gabungannya bisa menyesatkan.
Kenapa targetnya dibulatkan ke atas?
Karena hitungan persisnya sering pecahan, dan 666,7 porsi tidak bisa dijual. Kalau dibulatkan ke bawah jadi 666, biaya tetapnya masih kurang tertutup sedikit. Angka persisnya tetap ditulis di hasilnya supaya kamu bisa mencocokkan dengan hitunganmu sendiri.
Target per hari saya kalikan hari jualan kok lebih besar dari target sebulan?
Itu efek pembulatan yang sama. 667 unit dibagi 30 hari itu 22,2 unit, dan target harian yang bisa dipakai adalah 23. Dikalikan 30 memang jadi 690, jadi kamu punya sedikit kelonggaran, bukan kekurangan. Pembagiannya ditulis di lembar hasilnya supaya angka itu bisa ditelusuri.
Harga jual saya di bawah biaya bahan, kenapa tidak keluar angkanya?
Karena memang tidak ada titik impasnya. Kalau tiap penjualan sudah rugi sebelum menyentuh sewa, makin laris justru makin besar ruginya, dan angka berapa pun yang ditampilkan akan menyesatkan. Yang perlu diubah dulu harganya atau biaya bahannya, bukan targetnya.
Bedanya BEP dengan HPP apa?
HPP menjawab 'satu barang ini modalnya berapa', BEP menjawab 'berapa banyak yang harus terjual supaya seluruh biaya bulanan tertutup'. Keduanya dipakai bersama: HPP jadi isian biaya variabel di sini, dan biaya tetap bulanan tidak masuk ke HPP karena sewa tidak berubah oleh laku atau tidaknya daganganmu.