Alat Gratisan

Biaya kemasan per order

Kemasan sekali kirim

Harga beli diisi harga sekali beli — satu roll, satu pak, satu dus — dan isi diisi berapa banyak isinya dalam satuan yang kamu pakai: 50 meter, 100 lembar, 500 label. Dipakai per order diisi dalam satuan yang sama. Kalau sekali beli memang habis untuk satu order, seperti dus, isi dan dipakainya boleh dikosongkan dan harga belinya dihitung penuh.

Volume dan margin

Dua kolom terakhir boleh dikosongkan — biaya kemasan per order dan per bulannya tetap keluar. Untung sebelum kemasan adalah harga jual dikurangi modal barang dan potongan lain yang sudah kamu hitung, tapi belum dikurangi kemasan; itu yang membuat halaman ini bisa menunjukkan berapa bagiannya yang habis buat membungkus.

Biaya kemasan per order

BarangDasar hitunganPer order
Biaya kemasan per order
Biaya kemasan sebulan
Harga jual rata-rata per order
Untung per order sebelum kemasan
Untung per order setelah kemasan

Hitung berapa rupiah yang benar-benar keluar untuk membungkus satu order: dus, bubble wrap, lakban, label, sampai kartu ucapan. Lalu berapa jadinya sebulan di volume ordermu, dan berapa margin per order yang hilang karenanya. Barang yang dibeli per roll atau per pak dibagi otomatis.

Satu order dibungkus dus, dilapisi bubble wrap, dilakban, ditempeli label, kadang diselipi kartu ucapan. Masing-masing kecil. Yang tidak kecil adalah jumlahnya dikali jumlah order sebulan, dan itu angka yang jarang pernah ditulis di mana pun.

Yang lupa dihitung ada di sekeliling dus

Dus hampir selalu masuk hitungan penjual. Harganya jelas, dibeli satuan, dan terlihat. Yang tidak masuk adalah semua yang mengelilinginya: satu setengah meter bubble wrap dari roll yang dibeli bulan lalu, lakban yang habis pelan-pelan, label yang dicetak seratus lembar sekali pesan, kartu ucapan yang sisa setengah pak di laci.

Di isian awal halaman ini dusnya Rp 1.500 dan empat barang di sekelilingnya berjumlah Rp 2.073, lebih mahal daripada dusnya sendiri. Angka-angka itu contoh dari satu toko, bukan harga pasar yang kami klaim berlaku hari ini; ganti dengan harga belanjamu sendiri, karena yang menentukan hasilnya memang angka itu.

Sekali beli, berkali-kali pakai

Bagian yang membuat orang menyerah menghitung ini di kepala adalah kemasan dibeli dalam satu satuan dan dipakai dalam satuan lain. Bubble wrap dibeli per roll 50 meter, dipakai satu setengah meter. Label dibeli seratus lembar, dipakai selembar.

Karena itu tiap baris punya tiga kolom (harga beli, isi, dan dipakai per order), dan pembagiannya dikerjakan halaman ini. Barang yang memang habis sekali pakai, seperti dus, cukup diisi harganya saja. Kolom isi dan dipakainya boleh dikosongkan.

Per order kecil, sebulan tidak

Angka per order yang keluar biasanya di bawah lima ribu rupiah, dan itu sebabnya biaya ini diabaikan bertahun-tahun. Karena itu lembar ini menulis dua angka bersebelahan: biaya per order, dan biaya sebulan di volume ordermu. Yang pertama membuat orang mengabaikannya, yang kedua membuat orang bertindak.

Kalau kamu mengisi harga jual dan untung per order, ada satu baris lagi yang menyebut berapa persen untung yang habis untuk membungkus, dan margin turun dari berapa ke berapa. Turunnya margin selalu persis sebesar porsi kemasan terhadap harga jual. Itu memang definisinya, jadi tidak dihitung sebagai angka tersendiri yang bisa berbeda.

Yang tidak ikut dihitung di sini

Ongkos kirim tidak masuk, karena dibayar pembeli atau ditanggung promo, dan besarnya ditentukan berat serta ukuran dus lewat perhitungan sendiri di ongkir volumetrik. Di situ dus yang kebesaran baru kelihatan mahalnya. Potongan marketplace juga tidak, karena berbeda tiap kanal dan lebih tepat dihitung di harga jual marketplace.

Yang paling sering lupa disebut adalah waktu. Membungkus rapi butuh menit, dan menit itu tidak dihitung di mana pun di halaman ini. Kalau kamu ingin memasukkan biaya kemasan ke dalam modal produkmu, angkanya bisa langsung dipakai sebagai satu baris di hitung HPP, asal dihitung sekali saja, bukan di dua tempat sekaligus.

Pertanyaan umum

Bubble wrap saya beli per roll. Isinya diisi apa?
Isi diisi panjang rollnya, dipakai diisi berapa meter yang habis untuk satu order. Misalnya isi 50, dipakai 1,5. Halaman ini yang membagi. Satuannya bebas asal kedua kolomnya sama: roll 50 meter dengan pemakaian 1,5 meter, atau pak 100 lembar dengan pemakaian 1 lembar. Kalau kamu belum pernah mengukur, buka satu roll baru dan hitung berapa order yang habis dipakainya. Angka itu lebih jujur daripada perkiraan, dan cuma perlu diukur sekali.
Selembar label cuma Rp 250. Perlu dihitung?
Justru itu masalahnya. Satu per satu semuanya terlihat tidak layak dihitung, dan karena itu tidak pernah dijumlahkan sama sekali. Yang dihitung penjual biasanya cuma dusnya. Di isian awal halaman ini dus harganya Rp 1.500, sementara empat barang kecil di sekelilingnya berjumlah Rp 2.073 per order, lebih mahal daripada dusnya sendiri. Di 400 order sebulan bedanya lebih dari delapan ratus ribu rupiah, dan itu angka yang kelihatan di rekening.
Untung per order sebelum kemasan itu yang mana?
Harga jual dikurangi modal barang dan potongan lain yang sudah kamu hitung sendiri, tapi belum dikurangi kemasan. Buat kebanyakan penjual itu angka yang sudah ada di kepala: 'sekali kirim untungnya sekitar dua puluh ribu'. Kalau kamu belum yakin angkanya, kosongkan saja. Biaya kemasan per order dan per bulannya tetap keluar, cuma baris marginnya yang jadi strip. Menebak untung demi mengisi kolom itu cuma memindahkan tebakannya ke bawah, ke tempat yang lebih sulit dilihat.
Kenapa biaya sebulannya beda beberapa ratus rupiah dari hitungan saya?
Karena biaya per ordernya dibulatkan ke atas ke rupiah penuh dulu, baru dikali jumlah order. Pembulatan ke atas dipilih dengan sengaja karena ini biaya, dan biaya yang dibulatkan ke bawah membuat marginmu terlihat lebih longgar daripada kenyataannya. Angka sebelum pembulatan tetap ditulis di lembarnya, jadi selisih satu rupiah itu ada penjelasannya di kertas, bukan cuma di kepala kami.
Biaya kemasannya lebih besar daripada untung per order saya. Berarti saya rugi?
Untuk order seperti itu, iya, dan lembarnya menyebutnya begitu, bukan menyembunyikannya di balik persentase. Yang bisa diubah cuma tiga hal: harga jualnya, isi kemasannya, atau harga beli kemasannya. Yang paling sering menolong adalah mengganti dus yang kebesaran dengan ukuran yang pas. Kardus kecil lebih murah dan sekaligus mengurangi ongkir volumetriknya. Kalau order sekecil itu memang tidak bisa untung, biasanya jawabannya minimum order, bukan bubble wrap yang lebih tipis.
Ongkir dan potongan marketplace ikut dihitung di sini?
Tidak, dan itu disengaja. Ongkir dibayar pembeli atau ditanggung promo, potongan marketplace berbeda tiap kanal, dan mencampur ketiganya jadi satu angka membuat tidak ada satu pun yang bisa diperbaiki sendiri-sendiri. Yang dihitung di sini cuma barang yang kamu beli untuk membungkus. Ukuran dus memang memengaruhi ongkir, tapi lewat berat volumetrik. Itu perhitungan lain dengan pembagi kurirnya sendiri.
Kemasan itu masuk HPP atau biaya operasional?
Tergantung siapa yang kamu tanya, dan halaman ini tidak memutuskannya untukmu. Banyak penjual memasukkan dus dan bubble wrap ke HPP karena jumlahnya jelas per order; sebagian akuntan memisahkannya sebagai biaya penjualan karena sifatnya mengikuti pengiriman, bukan produksi. Yang penting angkanya cuma dihitung sekali. Kalau kamu sudah memasukkan kemasan ke HPP, jangan menguranginya lagi dari untung per order di halaman ini, nanti terpotong dua kali.