Proyeksi investasi rutin bulanan
| Setoran per bulan | ||
| Lama menabung | ||
| Asumsi imbal hasil | ||
| Total setoran — uang yang kamu masukkan | ||
| Proyeksi saldo akhir |
| Kalau imbal hasilnya ternyata | Proyeksi saldo akhir | Bagian dari asumsi |
|---|---|---|
Hitungan, bukan janji dan bukan saran. Imbal hasilnya diketik sendiri dan tidak ada produk apa pun yang disebut di sini. Biaya pembelian dan pengelolaan, pajak atas hasil investasi, dan kenaikan harga barang belum dihitung.
Setor angka yang sama tiap bulan selama sekian tahun, dengan asumsi imbal hasil yang kamu ketik sendiri. Keluar tiga angka terpisah: proyeksi saldo akhirnya, uang yang benar-benar kamu setorkan, dan bagian yang cuma berasal dari asumsinya. Aritmetika biasa, tidak menyarankan produk apa pun.
Isi setoran per bulan, lama menabung, dan satu asumsi imbal hasil per tahun. Halaman ini menyebut tiga angka terpisah: proyeksi saldo akhirnya, uang yang benar-benar kamu setorkan, dan bagian yang cuma berasal dari asumsinya. Yang ketiga itu yang paling sering hilang dari kalkulator lain, dan justru yang paling perlu dilihat.
Kolom asumsi sengaja dibiarkan kosong
Semua isian di halaman ini punya angka awal kecuali satu. Imbal hasil tidak, karena angka bawaan apa pun akan terbaca sebagai perkiraan kami tentang hasil uang orang lain. Halaman yang tidak tahu apa-apa tentang keadaanmu tidak boleh menyiratkan hal itu.
Selama kolom itu kosong, lembar hasilnya tetap menyebutkan total setoranmu, karena angka itu memang diketahui. Ia perkalian, bukan ramalan. Proyeksi saldonya baru muncul setelah kamu sendiri yang mengetik asumsinya.
Hampir separuh angkanya bukan uang siapa pun
Setoran 1 juta sebulan selama 10 tahun dengan asumsi 12% per tahun berujung di Rp 230.038.689. Dari angka itu, Rp 120.000.000 adalah uang yang benar-benar berpindah dari rekeningmu, dan Rp 110.038.689 (47,8% dari totalnya) dihasilkan oleh angka yang diketik ke satu kotak.
Karena itu ketiganya berdiri sendiri-sendiri di lembar hasil, bukan dilebur jadi satu angka besar. Satu angka besar terbaca seperti rencana; tiga angka terpisah menunjukkan bagian mana yang sudah pasti kalau kamu disiplin, dan bagian mana yang bergantung pada tebakan.
Separuh imbal hasil bukan separuh pertumbuhan
Di bawah hitungan utamanya ada tabel kecil berisi angka yang sama dengan asumsi lain: yang kamu isi, separuhnya, dan nol. Bukan untuk meramal. Dua di antaranya sudah pasti tidak terjadi.
Gunanya terlihat begitu barisnya bersebelahan. Pada contoh tadi, asumsi 6% menghasilkan pertumbuhan Rp 43.879.347, bukan separuh dari Rp 110.038.689. Memotong asumsi jadi setengah menghapus enam puluh persen pertumbuhannya. Itu ukuran seberapa berat satu angka yang diketik tanpa dasar, dan itu tidak bisa disampaikan lewat kalimat peringatan.
Yang tidak masuk hitungan
Biaya pembelian dan penjualan, biaya pengelolaan tahunan, pajak atas hasil investasi, dan kenaikan harga barang semuanya di luar hitungan ini. Keempatnya bergerak ke arah yang sama, jadi angka di sini adalah batas atas dan bukan perkiraan tengah.
Urutannya juga tidak bisa ditiru sama sekali. Hasil sebenarnya tidak rata, dan dengan setoran rutin, rata-rata yang sama dalam urutan yang berbeda tidak berujung di saldo yang sama.
Aritmetika, bukan saran
Tidak ada produk yang disebut di halaman ini, tidak ada angka yang direkomendasikan, dan tidak ada penilaian atas hasilmu. Halaman ini tidak tahu, dan tidak akan menebak, apakah asumsimu wajar atau apakah uang itu sebaiknya ada di situ. Untuk keputusan yang menyangkut produk keuangan atau pajaknya, yang perlu kamu ajak bicara adalah pihak yang berwenang di bidangnya.
Sebelum dan sesudah ini
Kalau uang yang mau disetorkan rutin ini sebenarnya masih menjadi cadangan untuk keadaan mendesak, targetnya bisa kamu pisahkan dulu di kalkulator dana darurat. Uang yang harus bisa diambil mendadak punya pertimbangan yang berbeda dari uang yang boleh diam bertahun-tahun. Dan kalau salah satu asumsi yang mau kamu uji berasal dari bunga simpanan berjangka, hasil bersihnya setelah pajak bisa dihitung lebih dulu di kalkulator bunga deposito.
Pertanyaan umum
- Kolom imbal hasilnya saya isi berapa?
- Kamu yang isi, dan kolomnya sengaja dibiarkan kosong. Angka bawaan apa pun akan terbaca sebagai perkiraan kami tentang hasil uangmu, dan halaman gratisan bukan tempat yang pantas untuk menyiratkan hal itu. Isi angka yang mau kamu uji, entah dari brosur produk, dari catatan hasil beberapa tahun terakhir, atau dari tebakanmu sendiri. Sumbernya tidak mengubah statusnya. Begitu diketik ke kotak, ia asumsi.
- Berarti hasilnya nanti benar segitu?
- Tidak. Yang dilakukan halaman ini cuma menjumlahkan satu deret setoran yang sama tiap bulan, dibungakan dengan satu angka yang tidak berubah. Hasil sebenarnya berubah tiap tahun, bisa minus, dan tidak pernah rata seperti di sini. Angka di layar adalah jawaban dari pertanyaan 'kalau asumsinya begini, hasilnya berapa', bukan jawaban dari 'nanti dapat berapa'.
- Kenapa hasilnya beda dengan kalkulator lain?
- Hampir selalu karena tiga asumsi yang jarang ditulis. Halaman ini membagi imbal hasil setahun dengan 12, memajemukkannya bulanan, dan menganggap setoran masuk di akhir bulan. Bedanya nyata. Setoran 1 juta selama 10 tahun dengan asumsi 12% keluar Rp 230.038.689 di sini, tapi Rp 221.930.041 kalau 12% itu dibaca sebagai bunga majemuk setahun penuh. Selisih delapan juta dari cara membaca satu angka yang sama. Kalau setoran dianggap masuk di awal bulan, angkanya naik lagi. Karena itu ketiga asumsi tadi ikut tercetak di lembar hasilnya.
- Kenapa bagian pertumbuhannya jadi besar sekali di periode panjang?
- Karena setoran awal punya waktu paling banyak untuk berbunga, dan setiap tambahan tahun bekerja di atas hasil tahun sebelumnya. Makin panjang periodenya, makin besar bagian angka akhir yang berasal dari asumsi dan bukan dari uang yang kamu masukkan. Itu juga berarti proyeksi 20 tahun jauh lebih rapuh terhadap salah asumsi daripada proyeksi 3 tahun, bukan lebih meyakinkan.
- Biaya dan pajaknya sudah dihitung?
- Belum, satu pun tidak. Biaya pembelian dan penjualan, biaya pengelolaan tahunan, dan pajak atas hasil investasi berbeda-beda menurut jenis dan tempatnya, dan halaman ini tidak tahu kamu memakai yang mana. Menebaknya justru menghasilkan angka yang terlihat pasti tentang sesuatu yang tidak kami ketahui. Semuanya menurunkan hasil, jadi angka di sini adalah batas atas, bukan perkiraan tengah. Untuk perlakuan pajaknya, yang berwenang menjawab bukan kalkulator.
- Angkanya besar, tapi apa nilainya masih sama nanti?
- Tidak, dan halaman ini tidak menghitungnya. Yang tertulis adalah rupiah di masa depan, bukan daya beli hari ini. Harga barang ikut naik selama periode yang sama. Cara memakainya yang paling jujur adalah membandingkan proyeksi dengan proyeksi lain di halaman ini, bukan dengan harga barang yang kamu lihat di toko hari ini.
- Imbal hasilnya boleh saya isi minus?
- Boleh, dan hasilnya memang akan lebih kecil dari total setoranmu. Barisnya berganti nama jadi penyusutan. Satu hal tetap tidak bisa ditiru halaman ini. Hasil sebenarnya datang berurutan, dan dengan setoran rutin, rata-rata yang sama dalam urutan yang berbeda tidak menghasilkan saldo yang sama. Tahun buruk yang jatuh di akhir memukul lebih keras daripada tahun buruk yang jatuh di awal, karena uang yang terkena jauh lebih banyak.