Alat Gratisan

Ongkir volumetrik

Ukuran dus dan berat

Ukur dusnya setelah dipacking, di bagian yang paling menonjol — kurir mengukur yang di depannya, bukan ukuran kardus polosnya.

Aturan kurir kamu

Pembagi 6000 adalah angka yang paling umum dipakai kurir di Indonesia (per 2024), tapi 5000 dan 4000 juga dipakai, dan bisa berbeda antar layanan di kurir yang sama. Cocokkan dengan halaman syarat kurirmu atau tanyakan ke agennya — angka ini yang paling menentukan hasilnya. Pembulatan ke atas per 1 kg juga umum, bukan aturan resmi yang berlaku di semua tempat.

Berat yang ditagih

Ukuran dus
Pembagi volumetrik
Berat volumetrik
Berat timbangan
Pembulatan
Tambahan karena volume

Hitung berat volumetrik dari panjang x lebar x tinggi dibagi pembagi kurir, lalu bandingkan dengan berat timbangan. Kurir menagih yang lebih besar, dan halaman ini menunjukkan yang mana dan berapa kilo tambahannya. Angka pembaginya bisa kamu ubah sesuai kurir dan layanannya.

Kurir menagih berat yang lebih besar antara berat timbangan dan berat volumetrik, yaitu panjang × lebar × tinggi dibagi angka pembagi. Isi ukuran dusnya, halaman ini menunjukkan yang mana yang dipakai dan berapa kilo tambahannya.

Pembagi itu bukan angka yang seragam

6000 adalah angka yang paling sering disebut untuk kurir di Indonesia, tapi 5000 dan 4000 juga dipakai, dan bisa berbeda antar layanan di kurir yang sama. Karena itu pembaginya jadi kolom yang bisa kamu ubah, dengan 6000 hanya sebagai isian awal, bukan angka yang halaman ini nyatakan sebagai fakta.

Selisihnya bukan hal kecil. Dus 40 × 30 × 20 cm keluar 4 kg dengan pembagi 6000, dan 6 kg dengan pembagi 4000. Kalau kamu sering kirim, satu kali cek ke halaman syarat kurirmu akan lebih berharga daripada angka apa pun yang bisa kami tebak di sini.

Pembulatan menentukan apakah volumenya benar-benar mahal

Kebanyakan kurir membulatkan berat ke atas per 1 kg. Efeknya sering tidak disadari. Kalau berat volumetriknya 2,6 kg dan timbangannya 2,2 kg, keduanya jadi 3 kg, jadi volumenya memang memimpin, tapi tagihannya sama saja.

Itu sebabnya halaman ini memisahkan dua kalimat: berat mana yang dipakai, dan berapa kilo tambahan yang benar-benar kamu bayar karenanya. Yang kedua yang menentukan apakah mengganti dus ada gunanya. Kalau tambahannya nol, dusmu sudah tidak jadi masalah.

Yang halaman ini tidak tahu

Tarif per kg kamu yang isi, dan kolomnya boleh dikosongkan. Hasil utamanya tetap keluar tanpa itu. Perkiraan rupiahnya cuma berat ditagih dikali tarifmu, belum termasuk asuransi, packing kayu, biaya jemput, atau minimum tarif per kiriman. Cocokkan dengan resi terakhirmu, bukan sebaliknya.

Kalau kiriman ini bagian dari titip beli dari luar negeri, ongkir yang keluar di sini bisa langsung kamu masukkan sebagai biaya kirim di kalkulator jastip, supaya harga ke pembeli sudah menanggungnya.

Pertanyaan umum

Pembagi saya 6000 atau 5000?
Kamu yang isi, dan itu memang disengaja. 6000 paling umum disebut, tapi 5000 dan 4000 juga dipakai, dan bisa berbeda antar layanan di kurir yang sama. Kargo dan reguler sering tidak sama. Selisihnya bukan hal kecil. Dus yang sama keluar 4 kg di 6000 dan 6 kg di 4000. Cek halaman syarat kurirmu atau tanya agennya, lalu isi angka itu di sini.
Kok berat volumetriknya lebih besar dari berat asli barangnya?
Karena yang dibayar bukan cuma beratnya, tapi tempat yang dipakai di mobil. Satu dus bantal seberat 1 kg memakan ruang yang sama dengan dus berisi 8 kg buku, dan kurir menagih ruang itu. Selama barangnya ringan tapi besar, berat volumetrik yang akan menang.
Berat volumetriknya lebih besar, tapi katanya tidak ada tambahan biaya?
Itu efek pembulatan, dan justru bagian yang paling sering bikin orang repacking sia-sia. Kalau volumetriknya 2,6 kg dan timbangannya 2,2 kg, keduanya dibulatkan jadi 3 kg. Volumenya memang memimpin, tapi tagihannya sama saja. Halaman ini menyebut keduanya terpisah supaya kamu tahu kapan mengecilkan dus itu ada gunanya.
Dusnya saya ukur sebelum atau sesudah dipacking?
Sesudah, dan di bagian yang paling menonjol. Kurir mengukur paket yang ada di depannya, termasuk bubble wrap, lakban, dan sisi yang menggembung. Mengukur kardus polosnya bikin hasil di sini lebih kecil daripada yang nanti ditagih di konter.
Kalau kirim beberapa dus sekaligus?
Hitung satu per satu. Tiap dus punya berat volumetriknya sendiri dan dibandingkan sendiri dengan beratnya sendiri, karena ruang yang dipakai memang per dus. Menjumlahkan dulu semua ukurannya jadi satu kotak besar akan menghasilkan angka yang tidak dipakai kurir mana pun.
Angka ongkirnya pasti sama dengan yang di konter?
Tidak dijamin. Yang dihitung di sini adalah berat yang ditagih, dan itu bagian yang bisa dipastikan dari ukuran dusmu sendiri. Perkiraan rupiahnya cuma berat itu dikali tarif yang kamu isi, jadi belum termasuk asuransi, biaya packing kayu, atau minimum tarif per kiriman. Pakai sebagai perkiraan, bukan sebagai kuitansi.
Bagaimana caranya supaya tidak kena berat volumetrik?
Kecilkan dusnya, bukan beratnya. Ganti dus yang kebesaran dengan yang pas, kurangi rongga isian, dan kalau barangnya lentur pertimbangkan packing yang lebih rapat. Cek lagi di sini setelah dus diganti. Kalau tambahan kilonya jadi nol, ukuran barunya sudah cukup.