Alat Gratisan

Pembagi kelompok acak

Daftar nama

Satu nama per baris. Nomor absen di depan nama tidak ikut terbawa, jadi tempelan dari daftar bernomor atau dari kolom Excel bisa langsung dipakai.

Cara membaginya

Kode ini yang menentukan susunannya, dan kode itu ikut tercetak di lembarnya. Daftar nama yang sama dengan kode yang sama selalu menghasilkan kelompok yang sama — jadi kalau ada yang menuduh pembagiannya diatur, susunannya bisa diulang di depan mereka. Kodenya boleh diganti jadi apa saja, misalnya tanggal atau nama bab.

Susunannya diacak dari kode itu, bukan dari urutan nama.

Tempel daftar nama siswa, tentukan jumlah kelompok atau jumlah anggota per kelompok, dan pembagiannya tersusun acak lalu bisa langsung dicetak. Setiap hasil punya kode yang ikut tercetak, jadi pembagian yang sama bisa diulang kalau ada yang menuduhnya diatur.

Alat ini membagi satu daftar nama menjadi beberapa kelompok secara acak, lalu mencetaknya. Tempel nama-namanya satu per baris, tentukan mau berapa kelompok, atau berapa anak per kelompok, dan hasilnya langsung terlihat.

Yang membuatnya bisa dipertanggungjawabkan

Bagian yang sulit dari membagi kelompok bukan mengacaknya, melainkan tuduhan sesudahnya. Selalu ada yang merasa dipisahkan dari temannya dengan sengaja, dan kalimat “ini acak, kok” tidak bisa diperiksa oleh siapa pun.

Karena itu setiap pembagian di sini punya kode acak yang ikut tercetak di lembarnya. Daftar nama yang sama dengan kode yang sama selalu menghasilkan kelompok yang sama, di HP mana pun, hari apa pun. Susunan yang diatur diam-diam tidak bisa diulang; susunan yang berasal dari sebuah kode bisa diulang di depan orang yang menuduhnya. Kodenya boleh diganti menjadi apa saja, misalnya tanggal atau nama babnya, supaya gampang diingat.

Kalau ingin susunan baru, tekan Acak ulang. Kodenya berganti, dan yang tercetak adalah kode yang baru itu.

Sisanya dibagi rata

Jumlah siswa jarang habis dibagi. Sisanya disebar ke kelompok-kelompok awal, sehingga selisih anggota antar kelompok paling banyak satu orang. 32 nama menjadi enam kelompok keluar sebagai 6, 6, 5, 5, 5, 5, bukan lima kelompok berisi enam ditambah satu kelompok berisi dua. Kelompok kecil sendirian itu yang biasanya harus dibongkar lagi oleh gurunya.

Hal yang sama berlaku kalau yang diisi adalah jumlah anggota per kelompok. Angka itu diperlakukan sebagai target, jadi sepuluh nama dengan target empat menjadi 4, 3, 3. Lembarnya menuliskan target yang diisi beserta jumlah kelompok yang terbentuk, supaya selisihnya jelas asalnya.

Yang tidak bisa dilakukan alat ini

Alat ini tidak bisa menjamin dua anak tertentu tidak sekelompok, tidak bisa menyeimbangkan kemampuan, dan tidak tahu siapa yang sedang bermusuhan dengan siapa. Pengacakannya murni.

Kalau ada pasangan yang memang harus dipisah, cara paling jujur adalah mengeluarkan satu nama dari daftar, membagi sisanya, lalu menempatkan nama itu sendiri, sambil mengatakan ke kelas bahwa satu penempatan dilakukan manual. Kode di lembar itu menjamin bagian yang diacak saja, dan mengaku begitu jauh lebih kuat daripada berpura-pura semuanya kebetulan.

Pertanyaan umum

Anak-anak menuduh pembagiannya diatur. Bagaimana membuktikannya acak?
Di lembar hasilnya ada kode acak. Ketik ulang daftar nama yang sama dengan kode yang sama, di HP siapa pun dan kapan pun, dan kelompoknya keluar persis sama. Kalau susunannya benar-benar diatur, mengulanginya mustahil; kalau berasal dari kodenya, mengulanginya justru gampang. Itu sebabnya kodenya dicetak, bukan disembunyikan.
Urutan nama yang saya tempel berpengaruh tidak?
Tidak. Daftar namanya diurutkan dulu di dalam alatnya sebelum diacak, jadi yang menentukan hanya kumpulan namanya dan kodenya, bukan urutan mengetiknya. Ini disengaja. Kalau urutan ketik ikut berpengaruh, orang tua yang mengetik ulang daftarnya untuk mengecek akan mendapat hasil berbeda padahal alatnya benar.
Jumlah siswanya tidak habis dibagi. Sisanya ditaruh di mana?
Dibagi rata, bukan ditumpuk di kelompok terakhir. Tiga puluh dua nama menjadi enam kelompok keluar sebagai 6, 6, 5, 5, 5, 5, bukan lima kelompok berisi enam dan satu kelompok berisi dua. Kelompok sisa yang cuma berdua itu justru yang biasanya harus dibetulkan sendiri oleh gurunya.
Saya isi 4 anggota per kelompok, kok ada kelompok yang isinya 3?
Karena angka itu diperlakukan sebagai target, dan jumlah anggotanya diseimbangkan. Sepuluh nama dengan target 4 menjadi tiga kelompok berisi 4, 3, dan 3, bukan 4, 4, dan 2. Di lembarnya tertulis target yang kamu isi beserta jumlah kelompok yang jadinya, supaya selisih itu tidak terbaca sebagai salah hitung.
Bisa memastikan dua anak tertentu tidak sekelompok?
Tidak bisa, dan lebih baik dikatakan terus terang. Alat ini mengacak murni, tanpa aturan tambahan. Kalau ada pasangan yang memang harus dipisah, hapus dulu salah satu namanya dari daftar, bagi sisanya, lalu tempatkan nama itu sendiri. Sebaiknya katakan ke kelas bahwa satu penempatan dilakukan manual, karena kode di lembar itu hanya menjamin bagian yang diacak.
Nomor absen di depan nama ikut terbawa?
Tidak. Baris seperti "1. Ahmad Fauzi", "2) Bunga Lestari", atau tempelan kolom nomor dari Excel akan dibersihkan nomornya. Tanda koma justru tidak dianggap pemisah, supaya nama bergelar seperti "Ani Rahmawati, S.Pd." tetap terbaca sebagai satu orang.
Daftar nama siswa saya disimpan atau dikirim ke mana?
Tidak ke mana-mana. Semua pengacakan terjadi di HP atau komputer yang Ibu atau Bapak pakai, dan daftar namanya tidak dikirim ke mana pun dan tidak ikut tersimpan setelah halamannya ditutup. Daftar nama siswa satu kelas adalah data pribadi anak orang, dan tempatnya bukan di tangan kami.