Undian acak
Tempel daftar nama, tentukan berapa pemenang, dan undiannya diambil dari sebuah kode yang ikut tercetak di lembar hasilnya. Daftar peserta dan kode yang sama selalu menghasilkan pemenang yang sama, jadi peserta yang kalah bisa mengulang undiannya sendiri. Bisa mengecualikan pemenang babak sebelumnya.
Alat ini mengambil pemenang dari satu daftar nama (satu orang atau beberapa sekaligus) lalu mencetak lembar pemenangnya. Yang membedakannya dari alat undian pada umumnya adalah hasilnya bisa diulang oleh orang yang kalah.
Yang bisa diperiksa cuma yang bisa diulang
Undian di layar punya masalah yang tidak dimiliki kertas di dalam kotak. Tidak ada yang bisa menyaksikannya. Nama yang berhenti berputar di layar dan nama yang sudah diketik sejak tadi kelihatannya sama persis, dan pertanyaan “itu diacak beneran, atau diatur?” selalu muncul begitu hadiahnya nyata.
Karena itu di sini tidak ada animasi. Yang ada kode undian, dan kode itu ikut tercetak di lembar hasilnya bersama daftar pesertanya. Daftar dan kode yang sama selalu menghasilkan pemenang yang sama, di HP siapa pun, kapan pun. Susunan yang benar-benar diatur mustahil diulang; susunan yang berasal dari sebuah kode bisa diulang di depan orang yang menuduhnya.
Kalau acaranya memang menuntut tontonan, kertas di dalam kotak tetap cara terbaik dan alat lain di situs ini bisa mencetak kuponnya: kupon doorprize bernomor urut, lengkap dengan potongan untuk panitia.
Celah yang tidak bisa ditutup alat ini
Kode membuktikan bahwa pemenangnya keluar dari kode itu. Kode tidak membuktikan bahwa kodenya dipilih tanpa mengintip hasilnya lebih dulu. Panitia yang menekan Acak ulang berkali-kali sampai keluar nama yang ia inginkan tetap bisa melakukannya, dan tidak ada bagian dari alat ini yang bisa menghalanginya.
Yang menutup celah itu bukan alat, melainkan urutan kerja: tetapkan kodenya sebelum mengundi, dan umumkan. Tanggal acara, nomor meja, atau angka yang disebut salah seorang tamu semuanya bisa dipakai. Kode yang sudah telanjur diketahui orang banyak tidak bisa diganti diam-diam, dan sejak saat itu lembar hasilnya benar-benar membuktikan sesuatu.
Nama dobel, dan pemenang babak sebelumnya
Dua hal yang paling sering merusak undian justru terjadi sebelum pengacakan dimulai.
Nama yang dobel memberi satu orang dua kali peluang. Penyebabnya hampir selalu daftar hadir yang ditempel dari dua sumber, dan tidak ada yang menyadarinya sampai hadiahnya sudah diberikan. Alat ini menggabungkan nama yang sama persis dan menuliskan berapa yang digabung, supaya jumlah pesertanya bisa kamu cocokkan dengan jumlah orang yang benar-benar hadir.
Pemenang babak sebelumnya ditempel ke kolom tidak ikut diundi. Nama-nama itu dibuang dari daftar peserta sebelum diacak, dan yang dikecualikan ikut tertulis di lembarnya. Tanpa itu, orang lain tidak akan bisa mengulang undian babak kedua meski memegang kodenya.
Kalau yang kamu butuhkan sebenarnya membagi satu kelas atau satu tim menjadi beberapa kelompok, itu pekerjaan yang berbeda dan ada alatnya sendiri: pembagi kelompok acak, yang memakai cara pembuktian yang sama.
Daftar namanya tidak ke mana-mana
Semua pengacakan terjadi di HP atau komputer yang kamu pakai. Daftar nama karyawan atau siswa tidak dikirim ke mana-mana dan tidak tersimpan setelah halamannya ditutup. Selain orang yang ikut melihat layarmu, tidak ada yang tahu siapa saja yang kamu tempel di situ.
Pertanyaan umum
- Ada yang menuduh undiannya sudah diatur. Bagaimana membuktikannya?
- Serahkan lembar hasilnya. Di situ ada kode undian dan daftar pesertanya. Siapa pun yang mengetik ulang daftar itu dengan kode yang sama (di HP sendiri, di rumah, seminggu kemudian) akan mendapat pemenang yang sama persis, termasuk urutannya. Kalau pemenangnya benar-benar diatur, mengulanginya mustahil; kalau berasal dari sebuah kode, mengulanginya justru gampang. Itu sebabnya kodenya dicetak, bukan disembunyikan.
- Bagaimana kalau panitianya menekan “acak ulang” sampai keluar nama yang dia mau?
- Bisa, dan alat ini tidak bisa mencegahnya. Lebih baik dikatakan terus terang daripada dibungkus kalimat meyakinkan. Kode cuma membuktikan bahwa pemenangnya memang keluar dari kode itu, bukan bahwa kodenya dipilih tanpa melihat hasil. Penawarnya bukan alat, melainkan urutan kerja: tetapkan kodenya sebelum mengundi dan umumkan di depan peserta. Bisa tanggal acara, nomor meja, atau angka yang disebut salah seorang tamu. Kode yang sudah telanjur diketahui orang banyak tidak bisa diganti diam-diam.
- Kenapa tidak ada animasi nama berputar seperti alat undian lain?
- Karena animasi itu tidak membuktikan apa pun. Tidak ada satu orang pun di ruangan yang bisa memastikan nama yang berhenti di layar keluar dari pengacakan atau sudah diketik sejak tadi. Keduanya tampak sama persis. Yang bisa diperiksa cuma sesuatu yang bisa diulang, dan itu yang dikerjakan alat ini. Kalau memang butuh tontonan, kertas di dalam kotak masih cara terbaik. Semua orang melihat kertasnya diaduk dan tangan mengambil.
- Urutan nama yang saya tempel berpengaruh?
- Tidak. Daftarnya diurutkan dulu di dalam alatnya sebelum diacak, jadi yang menentukan cuma kumpulan namanya dan kodenya. Ini bukan soal kerapian. Orang yang mengecek hampir pasti mengetik ulang daftarnya dengan urutan lain, dari daftar hadir, dari grup, dari ingatan. Kalau urutan ketik ikut berpengaruh, pemeriksaan yang jujur akan menghasilkan tuduhan yang keliru, tepat di alat yang mau mencegahnya.
- Di daftar saya ada nama yang dobel. Apa akibatnya?
- Orang itu punya dua kali peluang menang, dan itu kecurangan yang tidak disengaja dan tidak kelihatan. Penyebabnya biasanya daftar hadir yang ditempel dari dua sumber. Alat ini menggabungkan nama yang sama persis jadi satu peserta dan menuliskan berapa yang digabung di lembarnya, supaya angka pesertanya bisa kamu cocokkan. Kalau di daftarmu memang ada dua orang berbeda yang namanya sama, pilih “dianggap orang berbeda”, dan bedakan tulisannya, misalnya dengan nama bagian di belakangnya, supaya waktu dipanggil tidak ada dua orang yang berdiri.
- Pemenangnya tidak hadir. Boleh diundi ulang?
- Tidak perlu diundi ulang, dan sebaiknya memang tidak. Lembarnya sudah memuat nama cadangan, yaitu nama-nama berikutnya dari urutan undian yang sama, jadi asalnya tetap kode yang sama dan tetap bisa diperiksa. Undian ulang yang dilakukan setelah tahu siapa yang tidak hadir adalah undian baru dengan peserta yang sudah tersaring, dan itu yang biasanya diributkan. Umumkan aturan cadangannya sebelum mengundi, bukan sesudah nama pertama dipanggil.
- Babak kedua, tanpa pemenang babak pertama. Caranya?
- Tempel nama pemenang babak pertama ke kolom “tidak ikut diundi”, lalu undi lagi. Nama-nama itu dibuang dari daftar peserta sebelum diacak, dan lembar babak kedua menuliskan siapa saja yang dikecualikan supaya undiannya tetap bisa diulang orang lain. Satu hal wajar yang sering mengagetkan adalah susunan pemenang babak kedua tidak mirip sama sekali dengan babak pertama meski kodenya sama, karena yang diacak memang daftar yang sudah berbeda isinya.