Alat Gratisan

Penyusutan aset

Aset

Harga perolehan diisi sampai asetnya siap dipakai: harga belinya, ongkos kirim, dan biaya pasang. Nilai residu adalah taksiranmu sendiri tentang berapa asetnya masih laku saat umur manfaatnya habis — boleh diisi 0 kalau memang dianggap tidak bersisa, dan angka itu yang menentukan sampai mana penyusutannya berhenti.

Umur manfaat

Berapa tahun aset ini kamu perkirakan masih dipakai, bukan berapa lama barangnya bertahan sampai rusak total. Taksiranmu sendiri yang dipakai di sini. Untuk pelaporan pajak, masa manfaat dan tarifnya diatur tersendiri menurut kelompok harta di Pasal 11 UU PPh beserta aturan pelaksanaannya — angkanya bisa berbeda dari yang kamu isi di sini, jadi cek ke sumber resminya atau ke konsultan pajakmu. Boleh diisi pecahan, misalnya 2,5 tahun; tahun terakhirnya nanti tinggal sebagian.

Penyusutan per tahun

Harga perolehan
Nilai residu
Dasar penyusutanharga perolehan dikurangi nilai residu
Umur manfaat
MetodeGaris lurus
TahunPenyusutanAkumulasiNilai buku akhir

Metode garis lurus untuk pembukuan sendiri. Penyusutan fiskal untuk pajak memakai kelompok harta, masa manfaat, dan tarifnya sendiri menurut Pasal 11 UU PPh beserta aturan pelaksanaannya, jadi angkanya bisa berbeda dari daftar ini.

Hitung penyusutan aset metode garis lurus, dari harga perolehan dikurangi nilai residu lalu dibagi umur manfaat, lengkap dengan jadwal tiap tahun dan nilai buku di akhir tahunnya. Untuk pembukuan usahamu sendiri, bukan hitungan penyusutan fiskal.

Penyusutan membagi harga sebuah aset ke tahun-tahun pemakaiannya, supaya biaya membeli mesin tidak menumpuk di satu bulan. Isi harga perolehan, nilai residu, dan umur manfaatnya. Hasilnya penyusutan per tahun, per bulan, dan daftar nilai buku di akhir tiap tahun.

Yang dibagi itu dasar penyusutan, bukan harga perolehan

Ini kesalahan yang paling sering membuat nilai buku jatuh terlalu cepat. Yang dibagi adalah harga perolehan dikurangi nilai residu.

  • Mesin jahit dibeli 12.000.000, ditaksir masih laku 2.000.000 setelah 5 tahun
  • Dasar penyusutannya 10.000.000 → 10.000.000 ÷ 5 = 2.000.000 per tahun
  • Kalau dibagi harga perolehannya saja: 12.000.000 ÷ 5 = 2.400.000 per tahun, dan setelah lima tahun mesinnya tercatat nol, padahal masih laku 2 juta

Arah salahnya selalu sama. Biaya tiap tahun jadi kebesaran, dan aset yang masih bernilai tercatat habis. Karena itu baris dasar penyusutan ikut ditulis di lembar hasilnya, di antara isian dan jawabannya, supaya hitungannya bisa diikuti orang lain yang membaca daftarmu.

Nilai residu menentukan di mana penyusutannya berhenti

Nilai residu adalah taksiranmu tentang berapa asetnya masih laku saat umur manfaatnya habis. Angka itu jadi lantai. Nilai buku turun sampai ke situ lalu berhenti, tidak sampai nol. Kalau kamu memang tidak berencana menjualnya, isi 0 dan penyusutannya berjalan sampai habis.

Angka per tahunnya dibulatkan ke rupiah, dan selisih pembulatannya dikumpulkan di tahun terakhir. Itu disengaja. Tiga tahun dari 10 juta yang dibulatkan sendiri-sendiri berjumlah 9.999.999 dan menyisakan satu rupiah yang tidak ada penjelasannya di daftar aset. Selisih semacam itu paling mahal dicari justru karena tidak ada baris yang kelihatan salah.

Ini pembukuan sendiri, bukan penyusutan fiskal

Halaman ini memakai metode garis lurus dengan umur manfaat taksiranmu sendiri. Itu cara yang lazim untuk pembukuan internal: nilainya sama tiap tahun, gampang dicek, dan cukup untuk tahu berapa biaya alat yang sebenarnya kamu tanggung tiap bulan.

Penyusutan untuk pelaporan pajak adalah hitungan yang lain. Kelompok harta, masa manfaat, dan metodenya diatur di Pasal 11 UU PPh beserta aturan pelaksanaannya, dan ketentuannya bisa berubah, jadi tidak ada satu pun tarif fiskal yang halaman ini nyatakan sebagai angka yang berlaku. Perlakukan hasil di sini sebagai perkiraan untuk pembukuanmu, dan cocokkan dengan sumber resminya atau dengan konsultan pajakmu sebelum dipakai di SPT. Selisih antara hitungan komersial dan fiskal itu wajar; namanya koreksi fiskal, dan memang diperhitungkan tersendiri.

Angka per bulannya dipakai di dua tempat

Penyusutan per bulan adalah biaya yang jalan terus tanpa kamu keluarkan uang lagi, jadi tempatnya di biaya tetap. Masukkan angka itu ke kalkulator BEP supaya titik impasmu ikut menanggung harga alatnya, bukan cuma sewa dan gaji.

Yang tidak boleh adalah memasukkannya sebagai pengeluaran di arus kas bulanan. Uangnya sudah keluar sekali waktu asetnya dibeli; mencatatnya lagi tiap bulan membuat kasmu terlihat lebih boros daripada yang sebenarnya terjadi.

Yang alat ini tidak bisa

Tahun pertama dihitung penuh dua belas bulan. Kalau asetnya kamu beli di tengah tahun buku, pakai angka per bulannya dan kalikan dengan bulan pemakaian yang sebenarnya. Daftar di halaman ini belum menggesernya untukmu.

Metodenya cuma garis lurus. Saldo menurun, jumlah angka tahun, dan metode unit produksi tidak ada di sini, jadi kalau pembukuanmu memakai salah satunya angka di halaman ini tidak akan cocok. Satu lembar juga untuk satu aset: umur manfaat dan nilai residu berbeda tiap barang, dan merata-ratakan seluruh daftar aset jadi satu hitungan akan menyesatkan.

Pertanyaan umum

Nilai residu saya isi berapa kalau tidak tahu?
Isi taksiranmu sendiri tentang berapa barangnya masih laku saat kamu berhenti memakainya, dan kalau memang tidak terpikir mau dijual, isi 0. Angka itu berpengaruh besar. Residu 2 juta pada mesin 12 juta membuat yang disusutkan tinggal 10 juta, jadi penyusutan per tahunnya lebih kecil dan nilai bukunya berhenti di 2 juta, bukan di nol. Cara paling gampang menaksirnya adalah melihat harga barang sejenis yang seumuran itu di pasar barang bekas.
Angka dari sini bisa saya pakai untuk lapor pajak?
Jangan langsung. Yang dihitung di sini penyusutan komersial untuk pembukuan usahamu sendiri, dengan umur manfaat taksiranmu. Penyusutan fiskal punya aturannya sendiri: kelompok harta, masa manfaat, dan metodenya diatur di Pasal 11 UU PPh beserta aturan pelaksanaannya, dan angkanya bisa berubah. Selisih antara keduanya itu wajar dan biasa muncul sebagai koreksi fiskal. Cek ke sumber resminya atau ke konsultan pajakmu sebelum angka ini masuk SPT.
Asetnya saya beli bulan Juli, bukan Januari. Hitungannya bagaimana?
Daftar di halaman ini menghitung tahun pertama sebagai satu tahun penuh, jadi untuk pembelian di tengah tahun angkanya belum pas. Yang bisa kamu pakai adalah angka per bulannya. Kalikan dengan berapa bulan aset itu benar-benar dipakai di tahun buku pertama, lalu sisanya bergeser ke tahun-tahun berikutnya. Untuk mesin 12 juta dengan residu 2 juta dan umur 5 tahun, itu Rp 166.667 sebulan, jadi dipakai enam bulan berarti sekitar 1 juta di tahun pertama.
Kenapa penyusutan tahun terakhir angkanya beda beberapa rupiah?
Karena pembagiannya tidak selalu habis dalam rupiah. Dasar penyusutan 10 juta dibagi 3 tahun keluar 3.333.333,33 setahun, dan tiga baris yang masing-masing dibulatkan cuma berjumlah 9.999.999, dan nilai bukunya berhenti satu rupiah di atas nilai residu tanpa penjelasan apa pun. Jadi selisih pembulatannya dikumpulkan di tahun terakhir, dan lembar hasilnya menyebut angka persisnya supaya bisa kamu cocokkan.
Umur manfaat HP atau laptop kerja diisi berapa tahun?
Tidak ada angka baku yang bisa kami sebutkan di sini, karena umur manfaat itu memang taksiran kamu sendiri tentang berapa lama alat itu dipakai, bukan berapa lama barangnya bertahan sampai mati total. Patokan yang paling jujur adalah riwayatmu sendiri. Kalau selama ini HP kasir kamu ganti tiap dua tahun, isi 2. Kalau angkanya untuk keperluan pajak, kelompok hartanya diatur tersendiri dan bukan taksiran.
Penyusutan ini uang yang keluar tiap bulan?
Bukan. Uangnya sudah keluar sekali waktu asetnya dibeli; penyusutan cuma membagi biaya itu ke tahun-tahun pemakaiannya supaya laba tiap periode tidak terlihat terlalu bagus di tahun beli dan terlalu bagus juga di tahun-tahun sesudahnya. Karena itu penyusutan masuk hitungan laba rugi, tapi tidak pernah muncul sebagai kas keluar di catatan arus kasmu.
Aset saya banyak. Bisa dihitung sekaligus?
Belum bisa. Halaman ini menghitung satu aset per lembar, karena umur manfaat dan nilai residunya berbeda-beda tiap barang dan menggabungkannya jadi satu rata-rata akan menyesatkan. Untuk daftar aset, hitung satu per satu lalu simpan atau cetak lembarnya masing-masing; angka per bulannya tinggal kamu jumlahkan sendiri.