Checklist takeover KPR
Daftar Berkas Takeover KPR
Syarat berkas ditentukan kebijakan tiap bank dan bisa berbeda antar cabang. Daftar ini titik awal, bukan pengganti konfirmasi ke bank yang dituju.
Pilih jalurnya — pindah bank, beli rumah yang masih KPR, atau oper kredit bawah tangan — lalu daftar berkasnya menyesuaikan. Berkas penjual tidak muncul kalau tidak ada penjualnya, dan slip gaji tidak muncul untuk wiraswasta. Lengkap dengan jumlah lembar dan mana yang harus asli.
Daftar syarat berkas takeover KPR gampang dicari, dan hampir selalu salah untuk pembacanya. Bukan karena isinya keliru, tapi karena yang beredar adalah gabungan semua kemungkinan.
Akibatnya satu arah saja: orang menyiapkan berkas penjual untuk urusan yang tidak punya penjual, lalu tetap kurang satu yang diminta banknya.
Yang halaman ini putuskan adalah mana yang dibuang
Pilih jalurnya, dari mana penghasilanmu, dan status kawinmu. Sisanya menyaring sendiri. Wiraswasta tidak diminta slip gaji. Yang belum menikah tidak diminta buku nikah. Jalur pindah bank tidak diminta KTP penjual, karena memang tidak ada penjualnya.
Jumlah lembar dan keterangan asli atau fotokopi ikut dibawa di tiap baris. “Fotokopi KTP” tanpa “2 lembar” adalah setengah jawaban, dan setengah jawaban itu yang bikin orang antre dua kali.
Tiga jalur, tiga daftar yang berbeda
Pindah bank memindahkan KPR-mu sendiri ke bank lain. Yang bertambah adalah berkas KPR yang sedang berjalan: akad lama, surat keterangan sisa pokok, bukti bayar angsuran.
Beli rumah yang masih KPR menambahkan seluruh berkas penjual ke tanggunganmu, termasuk surat persetujuan pasangannya. Itu satu lembar yang paling sering terlupa dan paling sering membatalkan akad di hari H.
Oper kredit bawah tangan tidak lewat bank, jadi berkas banknya memang tidak berlaku. Halaman ini tidak memberi daftar yang terkesan resmi untuk jalur itu — yang diberikan kelengkapan untuk notaris, ditambah peringatan bahwa nama debiturnya tidak berubah.
Yang halaman ini tidak hitung
Biayanya. Provisi, appraisal, notaris, asuransi, dan penalti pelunasan dipercepat semuanya kebijakan bank dan berbeda antar cabang. Mengarang angkanya berarti memberi bekal menawar yang salah. Yang disebut cuma bahwa pos-pos itu ada, supaya kamu memintanya tertulis.
Penalti pelunasan dipercepat layak disebut sendiri: selisih bunga yang kelihatan menguntungkan bisa habis oleh satu kali bayar penalti, dan angkanya ada di perjanjian kredit lamamu, bukan di brosur bank baru.
Untuk membandingkan skema pembiayaannya lebih dulu, ada KPR syariah vs konvensional. Untuk mengukur cicilan yang masih masuk akal dari penghasilanmu, ada cicilan maksimal dari penghasilan. Kalau yang membingungkan angka bunganya sendiri, ada bunga flat vs efektif.
Pertanyaan umum
- Takeover KPR itu yang mana? Istilahnya dipakai untuk beberapa hal.
- Tiga hal, dan berkasnya berbeda jauh. Pindah bank artinya KPR-mu sendiri dipindah ke bank lain karena bunganya lebih murah — tidak ada penjual di sini. Jual beli artinya kamu membeli rumah yang KPR-nya masih berjalan, dan berkas penjual ikut jadi tanggunganmu. Oper kredit bawah tangan artinya peralihan tanpa lewat bank sama sekali. Daftar yang beredar di internet menggabungkan ketiganya, jadi pembacanya menyiapkan berkas penjual untuk urusan yang tidak punya penjual dan tetap kurang satu yang diminta banknya.
- Kenapa daftar ini lebih pendek daripada yang saya temukan di tempat lain?
- Karena yang di tempat lain itu gabungan semua kemungkinan. Halaman ini membuang yang tidak berlaku untukmu: wiraswasta tidak diminta slip gaji, yang belum menikah tidak diminta buku nikah, dan jalur pindah bank tidak diminta KTP penjual. Yang mahal bukan berkas berlebih, melainkan satu yang kurang, karena itu berarti datang lagi. Jadi syarat yang tidak punya kondisi apa pun tetap ditampilkan, bukan disembunyikan.
- Oper kredit bawah tangan aman tidak?
- Halaman ini tidak menilai aman atau tidaknya, tapi ada satu fakta yang perlu kamu tahu sebelum uang berpindah: oper kredit tanpa lewat bank tidak mengubah nama debitur. Sertifikat dan utangnya tetap atas nama penjual sampai KPR-nya lunas dan dibalik nama, dan bank berhak menolak mengakui perjanjian itu. Daftar berkas untuk jalur ini adalah kelengkapan untuk notaris, bukan pengganti persetujuan bank. Peringatan itu ikut tercetak di lembarnya.
- Biayanya berapa?
- Tidak dihitung di sini, dan itu disengaja. Provisi, appraisal, notaris, asuransi, dan penalti pelunasan dipercepat semuanya ditentukan kebijakan bank dan berbeda antar cabang. Mengarang angkanya berarti memberi kamu bekal menawar yang salah, dan itu lebih buruk daripada tidak memberi angka sama sekali. Yang disebutkan cuma bahwa pos-pos itu ada, supaya kamu memintanya tertulis.
- Penalti pelunasan dipercepat itu apa, kok ikut disebut?
- Waktu KPR-mu dipindah, bank lama menerima pelunasan lebih awal dari jadwal, dan umumnya menagih penalti untuk itu. Besarannya ada di perjanjian kredit yang kamu tanda tangani dulu. Ini yang paling sering terlewat waktu orang membandingkan bunga: selisih bunga yang kelihatan menguntungkan bisa habis oleh penalti sekali bayar. Tanyakan angkanya sebelum berkas diserahkan, bukan sesudah.
- Sertifikat rumahnya masih di bank lama. Bagaimana?
- Memang begitu keadaannya, dan daftar ini sudah menganggap begitu. Yang diminta di awal adalah fotokopi sertifikat, ditambah surat keterangan dari bank lama bahwa dokumen jaminannya mereka simpan. Penyerahan sertifikat aslinya terjadi antar bank pada saat akad, bukan lewat tanganmu.
- Daftarnya bisa dipakai untuk semua bank?
- Sebagai titik awal, ya. Sebagai daftar final, tidak, dan lembarnya mengatakan itu sendiri. Syarat berkas ditentukan kebijakan tiap bank dan sering berbeda antar cabang, ditambah permintaan tambahan yang muncul per kasus setelah berkas dinilai. Gunanya daftar ini supaya kamu tidak mulai dari nol dan tidak bolak-balik untuk berkas yang sudah pasti diminta semua bank.
- Bisa dicetak untuk dibawa ke bank?
- Itu memang bentuk yang dituju. Lembarnya punya kotak centang di tiap baris, jumlah lembar dan keterangan asli atau fotokopi ikut tercetak, dan keadaan yang kamu pilih tercetak di kepala lembar. Bagian terakhir itu penting: map berkas sering diperiksa orang yang tidak menyusunnya, dan lembar yang tidak menyebut untuk keadaan apa dia disusun tidak bisa dicek ulang.