Kalkulator gaji prorata
Hitung gaji untuk bulan saat kamu baru masuk kerja atau resign di tengah bulan. Pilih cara hitung yang dipakai kantormu, hari kalender atau hari kerja, dan hasilnya keluar lengkap dengan cara perhitungannya.
Kasus yang sama bisa keluar sebagai dua angka gaji yang berbeda: satu dibagi jumlah hari dalam bulan itu, satu dibagi jumlah hari kerja. Tidak ada yang salah di antara keduanya. Alat ini bertanya alih-alih menebak, jadi isi gaji sebulan penuh, tanggalnya, lalu pilih pembagi yang dipakai kantormu.
Dua cara hitung, dua hasil berbeda
Perusahaan di Indonesia membagi gaji prorata dengan dua cara: dibagi jumlah hari dalam bulan itu, atau dibagi jumlah hari kerja. Mana yang dipakai adalah kebijakan masing-masing kantor, dan pilihannya ada di formulir. Halaman ini mengikuti, tidak memutuskan.
Contohnya dengan kasus yang sama persis. Gaji sebulan 6.000.000, dan kamu menjalani tiga minggu terakhir di bulan itu: 15 hari kerja dari 22, atau 21 hari kalender dari 31.
- Dibagi hari kerja, 15 dari 22: 4.090.909
- Dibagi hari kalender, 21 dari 31: 4.064.516
Selisihnya 26.393 untuk bulan yang sama, orang yang sama, dan gaji yang sama. Kecil, tapi bukan angka yang bisa dicocokkan dengan cara menghitung ulang lebih teliti — yang membedakan bukan ketelitian, melainkan pembagi yang dipakai. Dua-duanya jawaban yang sah.
Kalau kamu belum tahu mana yang dipakai kantormu, tanyakan ke HRD sebelum memakai angkanya untuk berdebat.
Cara perhitungannya ditampilkan
Di bawah hasilnya ada barisan seperti 15 dari 22 hari kerja × Rp 6.000.000. Ini disengaja. Angka telanjang tidak bisa dibandingkan dengan slip gaji, sementara cara hitungnya bisa. Kalau hasil dari HRD berbeda, biasanya pembaginya yang lain, dan itu langsung terlihat.
Yang tidak dihitung di sini
Yang dihitung di sini hanya gaji pokok bulanan yang kamu isi sendiri. Tunjangan, lembur, potongan BPJS, pajak, dan THR tidak ikut. Hari libur nasional juga tidak dipotong, karena tanggalnya berubah tiap tahun dan ditetapkan di luar sini. Kalau kantormu memotongnya, ubah saja angka hari kerja sebulannya.
Pertanyaan umum
- Kenapa harus memilih hari kalender atau hari kerja?
- Karena tiap kantor berbeda dan hasilnya memang tidak sama. Sebagian membagi gaji dengan jumlah hari dalam bulan itu, sebagian membagi dengan jumlah hari kerja. Alat ini tidak menentukan mana yang benar untuk kamu. Itu aturan kantormu, dan kalau belum tahu, tanyakan ke HRD.
- Tanggal masuk atau hari terakhir itu ikut dihitung?
- Ikut. Kalau kamu mulai kerja tanggal 10, tanggal 10 itu terhitung sebagai hari kerja. Begitu juga kalau hari terakhirmu tanggal 10, hari itu tetap dihitung.
- Hari libur nasional dipotong tidak?
- Tidak, dan ini disengaja. Hari libur nasional berubah tiap tahun dan penetapannya di luar kendali kami, jadi alat ini tidak berpura-pura tahu. Kalau kantormu memotongnya, ubah saja angka hari kerja sebulan sesuai perhitungan kantormu.
- Angka saya beda dengan hitungan HRD, siapa yang benar?
- Kemungkinan besar cara pembaginya yang berbeda, bukan salah hitung. Cara perhitungan ditampilkan di bawah hasilnya supaya bisa langsung dibandingkan. Kalau HRD memakai pembagi lain, ganti pilihannya di sini dan angkanya akan cocok.
- Selisih dua cara itu biasanya sebesar apa?
- Cukup kecil untuk mudah dikira salah hitung, dan itu masalahnya. Pada gaji 6.000.000 untuk tiga minggu terakhir sebulan, dibagi hari kerja hasilnya 4.090.909 dan dibagi hari kalender 4.064.516 — selisihnya 26.393. Kalau angkamu beda dengan HRD sebesar itu, kemungkinan besar pembaginya yang lain, bukan salah satu di antara kalian yang keliru menghitung. Kalau bedanya jauh lebih besar, yang perlu dicek biasanya gaji pokok yang dipakai atau jumlah harinya.
- Ini termasuk THR atau uang lembur?
- Tidak. Alat ini hanya menghitung gaji pokok bulanan yang kamu masukkan sendiri, dibagi secara proporsional. Tunjangan, lembur, potongan, dan THR tidak ikut dihitung.