Iuran BPJS bulanan
Hitung iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sebulan per program: JHT, JKK, JKM, dan JP, masing-masing dengan tarif dan pembagiannya sendiri. Terlihat mana yang dipotong dari gajimu dan mana yang dibayar perusahaan di luar gaji. Semua tarif dan batas upahnya bisa kamu ganti.
Tarif pekerja dan tarif pemberi kerja dijumlahkan jadi satu angka, lalu orang mengira gajinya dipotong sebelas persen padahal yang keluar dari slip empat. Halaman ini memisahkan lima baris program dan menaruh potongan pekerja bersebelahan dengan beban pemberi kerja. Isi gajimu sebulan, lalu ganti tarif yang tidak cocok.
Tiap program punya dasar upahnya sendiri
Perhitungan cepat meleset di titik ini, karena dasar upah tiap program tidak sama. BPJS Kesehatan punya batas atas upah, dan di atas batas itu iurannya berhenti naik. JP juga punya batas atas, dengan angka yang berbeda. JHT, JKK, dan JKM tidak punya batas sama sekali dan terus mengikuti upah berapa pun.
Akibatnya, pada satu orang bergaji besar, tiga program dihitung dari tiga angka dasar yang berbeda sekaligus. Menjumlahkan tarif pekerja jadi satu persentase lalu mengalikannya dengan gaji penuh akan melebihkan potongannya. Itu cara yang paling mudah dan paling sering dipakai, dan angkanya tidak akan pernah cocok dengan slip gaji. Halaman ini menghitung selisihnya, lalu menyebutkannya kalau terjadi.
Satu slip, gaji 15 juta
Angka di bawah memakai tarif dan batas upah yang jadi isian awal halaman ini, bukan pernyataan bahwa semuanya berlaku di kantormu. JKK dan JKM tidak muncul di daftar ini karena keduanya sepenuhnya beban pemberi kerja, jadi kelompok risikonya tidak mengubah potongan pekerja.
- Kesehatan, 1% dari batas upah 12.000.000 dan bukan dari 15.000.000: 120.000
- JHT, 2% dari upah penuh, karena JHT tidak punya batas: 300.000
- JP, 1% dari batas upah 11.086.300: 110.863
- Potongan pekerja: 530.863
Cara cepatnya menjumlahkan dulu ketiga tarif pekerja itu, 1% tambah 2% tambah 1%, lalu mengalikannya dengan 15.000.000. Keluarnya 600.000. Selisih 69.137 sebulan, selalu ke arah yang sama, dan susah dilacak justru karena tidak ada yang kelihatan salah: ketiga persennya benar, gajinya benar, cuma dasarnya yang ternyata tiga angka berbeda.
Di bawah kedua batas upah itu, ketiganya memang dihitung dari angka yang sama dan cara cepat tadi cocok. Selisihnya baru muncul pada gaji yang melewati batas.
Semua tarifnya isian, termasuk kedua batas upahnya
Tarif dan batas upah di sini adalah isian awal dengan dasarnya, bukan pernyataan bahwa angka itu berlaku hari ini. Tarif BPJS Kesehatan mengikuti Perpres 82/2018 dengan batas upah dari Perpres 64/2020, JHT dari PP 46/2015 jo. PP 60/2015, JKK dan JKM dari PP 44/2015, dan JP dari PP 45/2015. Semuanya bisa kamu ganti. Lembar hasilnya mencetak angka yang benar-benar dipakai.
Satu yang paling perlu diganti adalah batas atas upah JP, yang disesuaikan berkala. Ia satu-satunya angka di halaman ini yang berubah tanpa peraturan baru diterbitkan, jadi isian awalnya diberi tahun. Kalau tahunnya sudah lewat, ambil angka yang berlaku dari pengumuman BPJS Ketenagakerjaan lalu ketik di sini. Untuk angka yang bergerak, halaman gratis bukan sandaran.
Yang dipotong dan yang dibayar perusahaan bukan angka yang sama
Lembar hasilnya menaruh dua angka besar berdampingan: yang dipotong dari upah pekerja, dan yang dibayar pemberi kerja di luar upah. JKK dan JKM seluruhnya ada di kolom pemberi kerja. Anggota keluarga tambahan pada BPJS Kesehatan seluruhnya ada di kolom pekerja.
Pemisahan itu berguna ke dua arah. Buat karyawan, yang benar-benar keluar dari gaji cuma kolom pekerja. Buat pemilik usaha, kolom kiri adalah biaya karyawan yang nyata dan sering lupa dianggarkan. Angkanya bisa langsung dipakai saat menyusun slip gaji karyawan.
Yang halaman ini tidak tahu
Halaman ini tidak tahu upah mana yang dilaporkan kantormu ke BPJS, tidak tahu program apa saja yang didaftarkan, dan tidak menghitung PPh 21. Baris terakhirnya adalah upah setelah potongan iuran, bukan gaji bersih. Iuran BPJS Kesehatan mandiri yang dibayar sendiri per kelas juga bukan yang dihitung di sini. Yang ini khusus peserta lewat kantor.
Kalau yang kamu urus adalah akhir hubungan kerja dan bukan gaji berjalan, saldo JHT bisa dicairkan dan itu terpisah dari kompensasi PHK. Kompensasinya sendiri disusun di kalkulator pesangon PHK. Hasil di sini perkiraan untuk dicocokkan dengan slip gaji dan dengan HRD, bukan penetapan kewajiban.
Pertanyaan umum
- Gaji saya dipotong berapa persen untuk BPJS?
- Tergantung program apa saja yang kamu ikuti dan berapa gajimu, dan itu sebabnya halaman ini memisahkan lima baris alih-alih memberi satu persentase. Yang keluar dari gaji pekerja hanya bagian pekerja pada BPJS Kesehatan, JHT, dan JP; JKK dan JKM seluruhnya dibayar pemberi kerja. Dan pada gaji besar persentase efektifnya turun sendiri, karena dua dari tiga program itu berhenti di batas upahnya. Isi gajimu dan lihat kolom kanan. Angka itu yang seharusnya cocok dengan potongan di slip gajimu.
- Gaji saya naik, kenapa iuran JP-nya tidak ikut naik?
- Karena JP punya batas atas upah. Di atas batas itu, iurannya dihitung dari batasnya dan berhenti di situ berapa pun gajimu. Kesehatan juga begitu, dengan batas yang berbeda angkanya, sementara JHT, JKK, dan JKM tidak punya batas sama sekali dan terus mengikuti gaji. Itu sebabnya kolom dasar upah di lembar hasilnya bisa berisi tiga angka berbeda pada satu orang yang sama. Itu bukan salah ketik.
- Angka batas upah JP di halaman ini masih berlaku sekarang?
- Belum tentu, dan halaman ini sengaja tidak menjaminnya. Batas upah JP disesuaikan berkala. Ia satu-satunya angka di sini yang bisa berganti tanpa peraturan baru diterbitkan. Isian awalnya diberi tahun, dan kamu bisa menggantinya dengan angka yang berlaku dari pengumuman BPJS Ketenagakerjaan. Halaman ini tidak mengambil data dari mana pun; angka bawaan yang tidak pernah basi tidak ada, yang ada hanya angka basi yang terlihat resmi.
- Kenapa hasil di sini tidak sama dengan potongan di slip gaji saya?
- Urutan yang paling sering jadi penyebabnya: pertama, upah yang dilaporkan kantor ke BPJS mungkin bukan gaji kotormu, biasanya upah pokok ditambah tunjangan tetap saja. Kedua, kantor mungkin mendaftarkan sebagian program saja. Ketiga, tarif JKK berbeda menurut tingkat risiko perusahaan. Keempat, batas upah yang dipakai mungkin sudah berganti dari isian awal di sini. Ganti angka-angka itu di halaman ini satu per satu sampai cocok, dan yang tersisa tidak cocok itulah yang pantas ditanyakan ke HRD.
- Iuran 4% dari perusahaan itu ikut dipotong dari gaji saya juga?
- Tidak. Bagian pemberi kerja dibayar perusahaan di luar gajimu. Ia tidak muncul sebagai potongan di slip, dan tidak mengurangi yang kamu terima. Halaman ini menaruh keduanya berdampingan justru supaya jelas mana yang mana, karena menjumlahkan keduanya lalu menyebutnya iuran BPJS kamu membuat orang mengira gajinya dipotong sebelas persen padahal yang keluar dari slipnya empat. Buat pemberi kerja, kolom kiri itu biaya karyawan yang perlu masuk anggaran.
- Tarif JKK perusahaan saya yang mana?
- Ditetapkan menurut tingkat risiko lingkungan kerja perusahaan, dan perusahaanlah yang masuk kelompok tertentu, bukan kamu yang memilih. Kantor yang seluruhnya pekerjaan kantoran ada di kelompok risiko rendah, sementara pabrik, konstruksi, dan pertambangan ada di kelompok yang jauh lebih tinggi. Selisihnya lebih dari tujuh kali lipat antara ujung terendah dan tertinggi. Pilihan tingkat risiko di halaman ini cuma jalan pintas untuk mengisi kotaknya; kalau slip gajimu atau surat dari BPJS menulis angka lain, ketik angka itu.
- Orang tua saya bisa ikut BPJS Kesehatan dari kantor?
- Bisa, sebagai anggota keluarga tambahan, dan iurannya ditanggung pekerja, bukan perusahaan. Karena itu halaman ini menaruhnya sebagai baris tersendiri, bukan menaikkan tarif pekerja diam-diam. Kalau ditumpuk jadi satu, kamu akan melihat persentase pekerja yang tidak cocok dengan tarif mana pun yang pernah kamu baca, dan tidak ada yang menjelaskan selisihnya. Cek dulu ke HRD apakah kantormu memfasilitasi pendaftarannya, karena tidak semua melakukannya.
- Angka ini sudah termasuk potongan pajak?
- Belum. Yang ada di sini hanya iuran BPJS, jadi baris terakhir adalah upah setelah potongan iuran, bukan gaji bersih yang masuk rekening. PPh 21 dihitung terpisah, dan sebagian iuran punya perlakuan pajaknya sendiri. Kalau yang kamu cari adalah rincian gaji utuh berikut komponen lainnya, susun dulu di lembar slip gaji lalu isikan potongan dari sini ke sana.