Kalkulator cuti melahirkan
Hitung lama cuti melahirkan dan upah yang diterima selama cuti menurut UU 4/2024: tiga bulan pertama, perpanjangan yang bersyarat, dan bulan-bulan terakhir yang dibayar sebagian. Semua angka bulan dan persennya bisa kamu ubah, dan lembar hasilnya menuliskan angka yang benar-benar dipakai untuk dibawa ke HRD.
Alat ini menghitung dua hal sekaligus: berapa lama cutimu dan berapa upah yang kamu terima selama cuti itu, dengan dasar UU 4/2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan. Setiap angka bulan dan persennya adalah kolom yang bisa kamu ubah, dan lembar hasilnya menuliskan angka yang benar-benar dipakai.
Enam bulan itu batas atas, bukan jatah
Kalimat yang paling luas beredar sejak 2024 adalah “cuti melahirkan sekarang enam bulan”. Yang tertulis di Pasal 4 adalah paling singkat 3 bulan pertama, ditambah paling lama 3 bulan berikutnya kalau ada kondisi khusus yang dibuktikan surat keterangan dokter, bidan, atau psikolog klinis.
Karena itu kolom perpanjangan di sini mulai dari 0 dan kotak surat keterangannya berdiri sendiri. Kalau perpanjangan diisi tanpa surat keterangan dicentang, lembar hasilnya mengatakan itu apa adanya, sebab yang akan menanyakan surat itu adalah orang yang menerima lembarnya.
Upahnya tidak rata sepanjang cuti
Pasal 5 menyebut upah dibayar penuh untuk 3 bulan pertama dan bulan keempat, lalu 75% untuk bulan kelima dan keenam. Pembacaan “enam bulan gaji penuh” karena itu melebihkan angkanya persis sebesar potongan dua bulan terakhir. Pada upah 8 juta, 48 juta versus 44 juta.
Selisih itu ditulis di halaman ini dalam rupiah, bukan sebagai peringatan, karena kalimat “hati-hati jangan salah paham” tidak pernah mengubah rencana belanja siapa pun. Angka empat juta mengubahnya. Kalau kantormu membayar penuh sampai akhir, isi saja 100 di kolom persennya; yang lebih baik daripada aturan minimum tetap berlaku.
Aturannya masih baru, jadi angkanya kolom
UU 4/2024 belum lama terbit dan peraturan pelaksananya belum lengkap. Praktik antar kantor juga belum seragam, termasuk pembagian cuti sebelum dan sesudah melahirkan: UU 13/2003 Pasal 82 menyebut 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan sesudah, sedangkan UU 4/2024 menyebut 3 bulan pertama tanpa memerinci pembagiannya.
Halaman gratis adalah tempat terakhir yang boleh menyatakan hak ketenagakerjaan sebagai angka mati. Jadi lama cuti dasar, lama perpanjangan, jumlah bulan yang diupah penuh, dan persen untuk sisanya semuanya kolom. Bawaannya diberi label beserta dasarnya, dan yang tercetak adalah angka yang kamu pakai. Hasilnya perkiraan untuk dicocokkan bersama HRD, bukan penetapan hak. Untuk pertanyaan yang tidak selesai di meja HRD, yang berwenang adalah pengawas ketenagakerjaan di Dinas Ketenagakerjaan.
Keguguran diatur tersendiri
Pilihan jenis di kolom pertama bukan pemanis. Untuk keguguran, Pasal 4 menyebut istirahat 1,5 bulan atau sesuai surat keterangan dokter atau bidan, dan soal upahnya UU 13/2003 Pasal 84 lazim dibaca sebagai upah penuh, bukan berjenjang seperti cuti melahirkan. Mengganti jenisnya di sini ikut mengganti lama cuti bawaannya, dan kalau ada bulan yang terlanjur jatuh ke upah sebagian, lembarnya menyebutkan itu supaya diperiksa dulu.
Yang dihitung di halaman lain
Upah cuti bukan satu-satunya angka yang bergerak di tahun kelahiran. Besaran THR ditentukan masa kerja dan upah sebulan, dan dihitung di kalkulator THR. Kalau kamu kembali bekerja di tengah bulan, gaji bulan itu dihitung terpisah di kalkulator gaji prorata. Cara pembaginya berbeda antar kantor, jadi ada pertanyaannya sendiri di sana.
Pertanyaan umum
- Cuti melahirkan sekarang enam bulan, kan?
- Enam bulan itu batas atasnya, bukan jatah semua orang. UU 4/2024 Pasal 4 menyebut cuti melahirkan paling singkat 3 bulan pertama, lalu paling lama 3 bulan berikutnya kalau ada kondisi khusus yang dibuktikan surat keterangan dokter, bidan, atau psikolog klinis. Jadi tiga bulan pertama itu haknya, tiga bulan berikutnya perlu alasan medis dan suratnya. Karena itu kolom perpanjangan di sini mulai dari 0. Kalau langsung diisi 3, halaman ini ikut menyebarkan kekeliruan yang paling luas beredar sejak undang-undang itu terbit.
- Selama cuti, gaji saya penuh atau dipotong?
- Tidak rata sepanjang cuti, dan di situ letak selisihnya. UU 4/2024 Pasal 5 menyebut upah dibayar penuh untuk 3 bulan pertama dan bulan keempat, lalu 75% untuk bulan kelima dan keenam. Pada upah 8 juta, enam bulan yang dikira penuh semua keluar 48 juta, sedangkan hitungan berjenjangnya 44 juta. Selisih 4 juta itu biasanya baru ketahuan setelah rencana belanjanya disusun. Kolom bulan penuh dan persennya bisa kamu ubah, karena kantor boleh membayar lebih baik daripada aturan minimum.
- Kondisi khusus untuk perpanjangan itu apa saja?
- Yang disebut undang-undangnya adalah keadaan yang membuat ibu atau bayinya perlu waktu lebih, antara lain masalah kesehatan, gangguan kesehatan, atau komplikasi setelah persalinan, baik pada ibunya maupun pada anak yang dilahirkan. Yang membuatnya berlaku adalah surat keterangan dari dokter, bidan, atau psikolog klinis. Di halaman ini ada kotak centangnya sendiri, dan kalau belum dicentang, lembar hasilnya menulis bahwa perpanjangan itu dihitung tanpa surat keterangan.
- Cutinya dihitung dari sebelum melahirkan atau sesudah?
- Ini bagian yang belum seragam, dan halaman ini tidak memutuskannya untukmu. UU 13/2003 Pasal 82 menyebut 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan sesudah melahirkan, sementara UU 4/2024 menyebut paling singkat 3 bulan pertama tanpa memerinci pembagiannya, dan peraturan pelaksananya belum lengkap. Praktiknya berbeda antar kantor, banyak yang menyesuaikan dengan perkiraan tanggal lahir dan kesepakatan tertulis. Isi tanggal mulai sesuai kesepakatanmu dengan HRD, lalu lembar ini menghitung hari terakhirnya dari situ.
- Kalau keguguran, istirahatnya berapa lama dan dibayar?
- UU 4/2024 Pasal 4 menyebut istirahat 1,5 bulan atau sesuai surat keterangan dokter atau bidan. Jadi kalau suratnya menyebut lebih lama, yang dipakai suratnya. Soal upahnya, UU 13/2003 Pasal 84 lazim dibaca sebagai upah penuh selama masa istirahat itu, dan aturan 75% pada cuti melahirkan tidak dibuat untuk kasus ini. Pilih jenisnya di kolom pertama, lama cutinya akan ikut berganti ke 1,5 bulan, dan kamu tetap bisa mengubahnya kalau surat keteranganmu menyebut angka lain.
- Saya bisa diberhentikan karena mengambil cuti melahirkan?
- UU 4/2024 Pasal 5 menyebut ibu yang menggunakan hak cutinya tidak dapat diberhentikan dan tetap memperoleh haknya. Kalau yang terjadi berbeda (cuti ditolak, upah tidak dibayar, atau posisi hilang saat kembali), yang berwenang menangani adalah pengawas ketenagakerjaan di Dinas Ketenagakerjaan setempat. Lembar hasil dari sini bisa kamu bawa sebagai rincian angka, bukan sebagai bukti hak.
- THR dan cuti tahunan saya bagaimana selama cuti melahirkan?
- Keduanya perhitungan yang berbeda dan tidak ikut dihitung di sini. Jatah cuti tahunanmu tidak dipotong oleh cuti melahirkan, dan masa kerja tetap berjalan selama cuti. Cek lagi ke HRD kalau di kantormu diperlakukan lain. Untuk THR, yang menentukan besarannya adalah masa kerja dan upah sebulan, bukan sedang cuti atau tidak.
- Angka di sini bisa saya pakai untuk menuntut kantor?
- Bukan untuk itu. Yang tercetak adalah perhitungan dari angka yang kamu isi sendiri, dengan dasar hukumnya ditulis di bawahnya supaya bisa ditelusuri. Gunanya untuk membahas angka bersama HRD dengan rincian, bukan dengan ingatan. Kalau ada selisih, yang perlu dibandingkan cuma empat hal: upah dasarnya, lama cutinya, berapa bulan yang dibayar penuh, dan berapa persen sisanya. Keempatnya ada di lembar hasil.