Kalkulator pesangon PHK
Hitung uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak menurut PP 35/2021. Pengalinya ditentukan alasan PHK, bukan masa kerja. Pilih alasannya dan lembar hasilnya mencetak berapa bulan upah, berapa pengalinya, dan pasal mana yang dipakai.
Alat ini menyusun perkiraan kompensasi PHK dengan struktur UU 13/2003 sebagaimana diubah UU 6/2023, memakai besaran dan pengali pada PP 35/2021: uang pesangon menurut masa kerja, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, dan uang pisah.
Yang menentukan angkanya adalah alasan PHK
Tabel masa kerja mudah dihafal dan beredar di mana-mana, misalnya sembilan bulan upah untuk masa kerja delapan tahun ke atas. Yang jarang ikut beredar adalah pengalinya, dan pengali itulah yang membuat dua orang dengan gaji dan masa kerja identik menerima angka yang jauh berbeda.
PP 35/2021 memberi pengali yang berbeda untuk tiap alasan: 0,5 kali untuk efisiensi karena perusahaan rugi, 1 kali untuk efisiensi yang tujuannya mencegah kerugian, 0,75 kali untuk keadaan memaksa yang tidak sampai menutup perusahaan, 1,75 kali untuk pensiun, 2 kali untuk pekerja yang meninggal dunia. Karena itu alasannya jadi pertanyaan pertama di halaman ini.
Dan sebagian alasan tidak memberi uang pesangon sama sekali. Mengundurkan diri atas kemauan sendiri dan mangkir lima hari kerja berturut-turut setelah dua kali dipanggil masuk kelompok itu. Yang tersisa hanya uang penggantian hak dan uang pisah, dan besaran uang pisah datang dari perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau PKB, bukan dari peraturannya. Kelompok itu tidak disembunyikan di dasar daftar pilihan di sini; namanya ditulis apa adanya, karena orang yang paling perlu membacanya adalah orang yang sedang disodori surat pengunduran diri padahal yang terjadi sebenarnya adalah PHK.
Pitanya punya tebing, dan tebingnya bisa sebulan lagi
Pita masa kerja dibaca ke bawah, per tahun penuh. Masa kerja 2 tahun 11 bulan masuk pita “kurang dari 3 tahun”, yaitu 3 bulan upah pesangon, dan uang penghargaan masa kerja nol karena tabelnya baru mulai di 3 tahun. Genap 3 tahun, angkanya jadi 4 bulan dan 2 bulan.
Kalau masa kerjamu tinggal beberapa minggu dari pita berikutnya, halaman ini menghitung berapa rupiah selisihnya dan mengatakannya di layar. Tanggal berakhirnya hubungan kerja memang tidak selalu bisa dipilih, tapi kalau sedang dirundingkan, itu angka yang pantas diketahui sebelum tanda tangan.
Tabelnya juga berhenti, dan berhentinya sering terlewat. Uang pesangon mentok di 9 bulan upah pada masa kerja 8 tahun, dan uang penghargaan masa kerja melompat dari 8 ke 10 bulan di masa kerja 24 tahun tanpa mengikuti polanya sendiri. Meneruskan deret yang rapi ke atas akan menghasilkan 21 bulan upah untuk masa kerja 20 tahun, dan angka seperti itu jarang dicurigai karena datang dari kalkulator.
Pengalinya boleh lebih baik, dan lembarnya akan mengatakannya
PP 35/2021 adalah aturan minimum. “Kompensasi dua kali pesangon” adalah tawaran yang benar-benar ada di meja perundingan efisiensi, dan halaman ini tidak boleh menolaknya. Jadi kedua kolom pengali bisa kamu ganti, dengan angka pasalnya hanya sebagai isian awal.
Kalau angkanya kamu ganti, lembar hasilnya menuliskan bahwa pengali yang dipakai berbeda dari pasalnya, lengkap dengan angka pasalnya. Itu supaya hasil perundingan tidak terbaca sebagai kutipan peraturan, dan supaya hasil perundingan yang justru lebih kecil dari pasalnya juga tidak terbaca begitu.
Yang halaman ini tidak tahu
Halaman ini tidak menilai apakah alasan PHK-nya sah, tidak tahu isi perjanjian kerjamu, dan tidak menghitung pajak atas pesangon. Nilai sisa cuti per hari dan ongkos pulang ke tempat penerimaan kerja kamu yang isi nominalnya, karena pembagi upah hariannya berbeda antar kantor.
Komponen lain di luar pesangon dihitung terpisah: gaji bulan terakhir, sisa bonus, dan potongan lebih mudah disusun di kalkulator final pay resign, sementara THR yang belum dibayar dihitung di kalkulator THR.
Hasil di sini adalah perkiraan untuk dicocokkan, bukan penetapan hak. PHK yang sebenarnya diselesaikan lewat perundingan bipartit, lalu mediasi, lalu Pengadilan Hubungan Industrial kalau tidak ada kesepakatan. Cek dengan HRD, serikat pekerja, atau pengacara ketenagakerjaan sebelum menandatangani apa pun. Cek juga peraturannya sendiri, karena aturan ketenagakerjaan berubah dan halaman gratis adalah tempat terakhir yang pantas dijadikan sandaran.
Pertanyaan umum
- Saya mengundurkan diri, pesangonnya berapa?
- Tidak ada. PP 35/2021 Pasal 50 tidak memberi uang pesangon maupun uang penghargaan masa kerja untuk pekerja yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri; yang tetap ada adalah uang penggantian hak dan uang pisah, dan besaran uang pisah diatur perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau PKB, bukan oleh peraturannya. Ini bagian yang paling mahal untuk salah dipahami. Tabel masa kerja yang beredar tanpa pengali membuat orang dengan masa kerja sepuluh tahun menghitung tiga belas bulan upah untuk sesuatu yang memang tidak ada. Kalau kamu sedang disodori surat pengunduran diri padahal yang terjadi adalah PHK, perbedaan angkanya bukan puluhan ribu.
- Masa kerja dan gaji saya sama persis dengan teman sekantor, kenapa pesangonnya beda?
- Karena alasan PHK-nya beda, dan itulah yang mengalikan tabelnya. Masa kerja hanya menentukan berapa bulan upah; alasannya menentukan angka itu dikali 0,5, 0,75, 1, 1,75, 2, atau nol. Efisiensi saat perusahaan rugi memakai 0,5 dan efisiensi untuk mencegah kerugian memakai 1. Dua-duanya dalam percakapan sehari-hari sama-sama disebut efisiensi, dan selisihnya dua kali lipat. Tanyakan alasan resmi yang tertulis di surat PHK-nya, bukan yang disebut lisan.
- Upah yang dipakai gaji pokok saja atau semuanya?
- Upah pokok ditambah tunjangan tetap. Tunjangan tetap adalah yang dibayar rutin dengan nilai sama tanpa dikaitkan kehadiran, misalnya tunjangan jabatan. Uang makan dan uang transport harian yang cuma keluar kalau kamu masuk termasuk tunjangan tidak tetap, jadi tidak ikut. Kalau di slip gajimu tidak ada tunjangan tetap sama sekali, isi upah pokoknya saja. Kalau kamu tidak yakin sebuah komponen termasuk yang mana, itu pertanyaan pertama untuk HRD, karena satu komponen yang salah masuk akan dikalikan berkali-kali oleh tabelnya.
- Masa kerja saya 2 tahun 11 bulan, kenapa uang penghargaan masa kerjanya nol?
- Karena tabel uang penghargaan masa kerja di PP 35/2021 Pasal 40 ayat (3) baru dimulai pada masa kerja 3 tahun. Pitanya dibaca ke bawah, bukan dibulatkan, jadi 2 tahun 11 bulan masuk pita di bawah 3 tahun. Sebulan kemudian orang yang sama mendapat 4 bulan upah pesangon dan 2 bulan upah penghargaan, naik dari 3 bulan dan nol. Halaman ini menghitung selisih itu dan menampilkannya kalau masa kerjamu tinggal beberapa minggu dari pita berikutnya. Tanggal berakhirnya kerja tidak selalu bisa dipilih, tapi kalau sedang dirundingkan, angkanya ada gunanya.
- Perusahaan menawarkan dua kali pesangon. Itu boleh, dan bagaimana menghitungnya?
- Boleh, karena PP 35/2021 adalah aturan minimum. Perjanjian kerja, peraturan perusahaan, dan PKB boleh menetapkan yang lebih baik. Ganti saja angka di kolom pengali uang pesangon jadi 2. Lembar hasilnya akan menyebut bahwa pengali yang dipakai berbeda dari pasalnya dan menuliskan angka pasalnya juga, supaya tidak ada yang salah membaca tawaran perundingan sebagai kutipan peraturan. Yang tidak boleh adalah arah sebaliknya. Angka di bawah pasalnya bukan penawaran, itu kekurangan.
- Kenapa sisa cuti dan ongkos pulang harus saya isi sendiri nominalnya?
- Karena PP 35/2021 menyebut komponennya tapi tidak menuliskan cara menilainya. Berapa rupiah satu hari sisa cuti bergantung pada pembagi upah harian yang dipakai kantormu, dan ongkos pulang ke tempat penerimaan kerja bergantung pada dari mana kamu direkrut dulu. Menebak pembaginya di halaman ini cuma akan menghasilkan angka yang terlihat resmi padahal karangan. Tanya HRD nilai per harinya, kalikan sisa harimu, lalu isikan hasilnya.
- Saya karyawan kontrak PKWT, hitungannya sama?
- Tidak, dan halaman ini bukan tempatnya. Sejak UU 6/2023 dan PP 35/2021, pekerja PKWT yang kontraknya berakhir mendapat uang kompensasi yang mekanismenya sendiri dan dihitung dari lama kontrak, bukan uang pesangon dengan tabel dan pengali seperti di sini. Kalau hubungan kerjamu PKWT, yang perlu kamu tanyakan ke HRD adalah uang kompensasi PKWT. Istilahnya berbeda, dan menyebut istilah yang salah membuat pembahasannya mulai dari tempat yang keliru.
- Angka dari sini bisa dipakai untuk menuntut perusahaan?
- Bukan untuk itu, dan tidak akan cukup. Yang keluar di sini adalah perkiraan dari angka yang kamu isi sendiri, dan PHK yang sebenarnya diselesaikan lewat perundingan bipartit lalu, kalau tidak sepakat, lewat mediasi dan Pengadilan Hubungan Industrial. Gunanya lembar ini adalah supaya pembahasan berjalan atas rincian yang bisa dilihat bersama: berapa bulan upah, pengali berapa, pasal mana. Kalau nilainya besar atau alasan PHK-nya kamu ragukan, temui pengacara ketenagakerjaan atau serikat pekerja sebelum menandatangani apa pun.