Rata-rata skor UTBK
Masukkan skor tujuh subtes UTBK, lalu tentukan sendiri bobot tiap subtes. Isian awalnya sama rata. Hasilnya selalu ditampilkan berdampingan dengan rata-rata bobot sama, supaya kelihatan berapa banyak angkanya bergerak karena pilihan bobotmu. Untuk membandingkan hasil antar percobaan sendiri.
Isi skor tujuh subtes UTBK, tentukan bobot tiap subtes, dan halaman ini menghitung rata-ratanya, sekaligus menunjukkan berapa hasilnya kalau semua subtes dianggap sama berat.
Bobotnya tidak diterbitkan, jadi bobotnya kolom
Ini bagian yang paling sering dicari dan paling jarang dijawab jujur. Tidak ada tabel bobot subtes UTBK yang bisa dikutip. Skor UTBK diolah dengan teori respons butir, sehingga nilai satu soal ikut ditentukan tingkat kesulitannya dan pola jawaban seluruh peserta, bukan sekadar jumlah benar. Setelah itu tiap program studi menimbang subtesnya sendiri sesuai bidangnya, dan ketentuan itu tidak terbit sebagai rumus yang bisa disalin.
Kalau halaman ini memasang bobot tertentu lalu mencetaknya, tebakan itu akan berubah jadi angka yang terlihat resmi begitu ia ada di atas kertas. Jadi bobotnya kolom yang kamu isi, isian awalnya sama rata, dan kolom Bobot ikut tercetak di hasil supaya siapa pun yang membacanya tahu angka itu dihitung dengan apa.
Bobot di sini perbandingan, bukan persen. Angka 2 dan 1 sama saja dengan 200 dan 100, dan jumlahnya tidak perlu 100.
Kolom kosong bukan nilai nol
Rata-rata dari subtes yang belum ada skornya adalah kesalahan yang paling mahal di halaman seperti ini, karena hasilnya tetap terlihat wajar. Satu kolom kosong dari tujuh, kalau ikut dibagi, menurunkan hasilnya kira-kira sepertujuh, cukup untuk membuat orang mengira nilainya turun padahal ia cuma belum mengetik satu angka.
Karena itu subtes tanpa skor tidak ikut dibagi, dan namanya ditulis di bawah hasil. Begitu juga subtes yang kamu keluarkan dengan bobot 0. Ia keluar dari pembagi, bukan masuk sebagai nol.
Halaman ini tidak punya garis aman
Tidak ada baris “aman”, tidak ada warna hijau, tidak ada perkiraan peluang diterima. SNBT tidak menetapkan nilai minimum kelulusan. Penerimaan ditentukan peringkat terhadap pendaftar lain di program studi yang sama pada tahun berjalan, jadi ambangnya bergerak tiap tahun mengikuti siapa yang mendaftar dan berapa kursinya.
Ambang yang beredar di internet umumnya rata-rata skor peserta yang diterima tahun-tahun sebelumnya. Data itu menarik dibaca, tapi bukan syarat, dan bukan sesuatu yang bisa dihitung dari lembar skormu sendiri.
Yang benar-benar bisa dijawab angka ini
Satu hal, dan itu berguna: perbandingan dengan percobaanmu sendiri. Rata-rata tryout bulan lalu dibanding tryout bulan ini, dengan bobot yang sama, memberi satu angka yang bergerak ke arah yang jelas. Kolom Rata-rata percobaan sebelumnya ada untuk itu, dan hasilnya menyebut selisihnya langsung.
Yang kedua, baris per subtes menunjukkan mana yang paling menahan rata-ratamu, dan itu biasanya pertanyaan yang lebih berguna daripada angka gabungannya. Kalau hasilnya membuatmu mau menambah porsi belajar di satu subtes, pembagian jamnya bisa disusun di Jadwal belajar.
Penimbangan seperti di halaman ini juga muncul lagi nanti waktu kuliah, dengan aturan yang justru diterbitkan. Nilai mata kuliah ditimbang SKS-nya, dan hitungannya ada di Konversi IPK ke GPA.
Pertanyaan umum
- Bobot tiap subtes UTBK sebenarnya berapa?
- Tidak ada angka yang bisa dikutip, dan itu bukan karena belum ketemu. Skor UTBK diolah dengan teori respons butir, sehingga nilai satu soal ikut ditentukan tingkat kesulitannya dan pola jawaban seluruh peserta. Setelah itu tiap program studi menimbang subtesnya sendiri sesuai bidangnya. Yang diterbitkan cuma skor akhir per subtes, bukan cara menggabungkannya. Karena itu kolom Bobot di sini kosong dari klaim. Isian awalnya sama rata, dan angka apa pun yang kamu isi adalah pilihanmu sendiri, bukan aturan yang halaman ini tahu.
- Rata-rata berapa yang aman supaya lolos?
- Halaman ini tidak akan menyebut angka itu, dan alasannya bukan kehati-hatian. Angka seperti itu memang tidak ada. SNBT tidak menetapkan nilai minimum kelulusan. Yang menentukan adalah peringkatmu di antara pendaftar lain pada program studi yang sama di tahun itu, jadi ambangnya bergerak tiap tahun mengikuti siapa saja yang ikut mendaftar dan berapa kursi yang tersedia. Skor yang lolos tahun lalu bisa tidak cukup tahun ini di prodi yang sama.
- Kenapa hasilnya beda dengan yang saya hitung sendiri di kalkulator?
- Hampir selalu karena subtes yang kolom skornya masih kosong. Kalkulator biasa membacanya sebagai nol dan tetap membaginya, jadi satu kolom kosong dari tujuh menurunkan hasilnya sekitar sepertujuh. Angkanya tetap terlihat seperti skor UTBK yang wajar, cuma lebih rendah. Di sini subtes tanpa skor tidak ikut dibagi, dan namanya ditulis di bawah hasil supaya kamu tahu rata-ratanya berasal dari berapa subtes.
- Saya cuma mau menghitung empat subtes TPS. Bisa?
- Isi 0 di kolom Bobot untuk tiga subtes yang tidak ingin kamu ikutkan. Bobot 0 mengeluarkan subtesnya dari pembagi, bukan memasukkannya sebagai nilai nol, dan namanya tetap tercetak di hasil sebagai subtes yang dikeluarkan. Itu disengaja. Rata-rata dari sebagian subtes tanpa keterangan subtes mana saja adalah angka yang tidak bisa dibaca ulang siapa pun bulan depan, termasuk olehmu sendiri.
- Kenapa rata-rata bobot sama ikut ditampilkan padahal saya sudah mengisi bobot?
- Supaya kamu bisa melihat berapa banyak dari angka besar itu yang datang dari pilihan bobot, bukan dari skormu. Kalau Penalaran Matematika kamu beri bobot tiga karena mau masuk teknik, hasilnya akan naik atau turun beberapa puluh poin dibanding hitungan sama rata, dan selisih itu isinya asumsi, bukan capaian. Baris Selisih yang datang dari pembobotan menyebut angkanya langsung.
- Apakah panitia SNBT merangking pakai rata-rata seperti ini?
- Tidak. Yang dipakai panitia adalah skor tiap subtes hasil pengolahan teori respons butir, ditimbang menurut ketentuan program studi yang kamu pilih, dan dibandingkan dengan seluruh pendaftar prodi tersebut. Rata-rata sederhana antar subtes bukan bagian dari proses itu. Yang bisa dilakukan halaman ini adalah memberimu satu angka ringkas untuk dibandingkan dengan angka ringkas milikmu sendiri di percobaan lain.
- Kalau saya isi ulang untuk tryout berikutnya, yang lama hilang?
- Iya, yang tersimpan di HP-mu cuma isian yang paling terakhir. Sebelum menimpanya, catat dulu rata-rata yang sekarang lalu ketikkan ke kolom Rata-rata percobaan sebelumnya. Hasil berikutnya akan langsung menyebut selisihnya. Supaya selisih itu berarti, pakai bobot yang sama seperti waktu angka lama dihitung, karena kalau bobotnya ikut berubah, selisihnya bercampur dengan perubahan bobot.