Alat Gratisan

Surat lamaran kerja

Data kamu

Baris yang kamu kosongkan tidak muncul di suratnya, jadi tidak ada titik dua menggantung. Nomor telepon dan surel sebaiknya jangan dua-duanya kosong — itu satu-satunya cara perusahaan menghubungimu.

Lowongan yang dilamar

Sumber lowongan bukan basa-basi: HRD yang memasang iklan di beberapa tempat memakai kalimat itu untuk tahu iklan mana yang jalan, dan surat yang menyebutnya langsung terbaca sebagai balasan atas iklan tertentu, bukan surat sebar.

Ditujukan kepada
Isi surat

Kotak ini isinya kamu. Selama belum kamu ubah, kalimatnya disusun ulang mengikuti isian di atas; begitu kamu mengetik satu huruf pun di dalamnya, halaman ini berhenti menyentuhnya — termasuk kalau nanti kamu memperbaiki nama perusahaannya.

Tidak perlu diberi nomor — suratnya yang menomori. Baris "Lampiran" di kepala surat dihitung dari daftar ini, jadi jumlahnya tidak mungkin berbeda dengan isinya.

Suratmu

Hal:
Lampiran:

Dengan hormat,

Hormat saya,

Susun surat lamaran kerja yang tinggal dicetak: data diri, posisi yang dilamar, dari mana kamu tahu lowongannya, dan daftar lampiran yang jumlahnya dihitung sendiri dari daftarnya. Badan suratnya draf yang bisa kamu tulis ulang, dan begitu kamu mengetik di dalamnya halaman ini berhenti menggantinya.

Halaman ini menyusun surat lamaran kerja dalam bentuk baku surat resmi Indonesia: tanggal, baris Hal dan Lampiran, tujuan surat, data diri, badan surat, daftar lampiran, dan blok tanda tangan. Hasilnya tinggal dicetak, atau disimpan sebagai PDF dari kotak dialog cetak untuk dilampirkan di email.

Badan suratnya milik kamu, bukan milik halaman ini

Kotak badan surat sudah terisi draf begitu kamu membuka halamannya, dan draf itu ikut berubah setiap kali kamu mengganti posisi, perusahaan, atau sumber lowongan, selama isinya masih persis seperti yang kami taruh di sana. Begitu kamu mengetik satu huruf, kotak itu berhenti disentuh.

Aturan itu ada karena kebalikannya adalah kerusakan yang paling mahal di halaman seperti ini. Kamu menulis tiga paragraf tentang pekerjaan yang benar-benar kamu incar, lalu menyadari nama perusahaannya kurang satu huruf, memperbaikinya, dan tulisanmu hilang tanpa suara, di kotak yang sedang tidak kamu lihat.

Draf itu sendiri ditulis dengan satu syarat, yaitu setiap kalimatnya harus aman dikirim apa adanya, karena sebagian surat memang begitu. Jadi tidak ada tanda kurung, tidak ada “tulis di sini”, dan tidak ada kalimat perintah kami yang bisa tertinggal dan sampai ke meja HRD atas namamu. Yang tetap perlu kamu kerjakan sendiri adalah paragraf keduanya, bagian tentang apa yang pernah kamu kerjakan. Bagian itulah satu-satunya yang membedakan suratmu dari surat pelamar lain.

Baris Lampiran dihitung dari daftarnya

Jumlah berkas di kepala surat tidak punya kolom sendiri. Ia dihitung dari daftar lampiran yang kamu tulis, sehingga tidak mungkin berbeda dengan isinya.

Ini bukan kerapian belaka. Angka itu satu-satunya hal di suratmu yang bisa diperiksa pembacanya tanpa mengenalmu. Kepala surat menulis empat berkas, yang tiba di mejanya tiga, dan kesimpulan yang muncul adalah berkasmu kurang, bukan bahwa kamu salah ketik. Nomor urut juga ditambahkan sendiri oleh suratnya, jadi nomor yang terlanjur kamu ketik di depan barisnya dibuang supaya tidak tercetak dua kali.

Data diri yang kamu kosongkan juga tidak muncul sebagai baris kosong. Surat yang memuat “Surel :” tanpa apa pun di belakangnya terbaca sebagai kesalahan cetak, bukan sebagai kolom yang sengaja dilewati.

Yang halaman ini tidak lakukan

Ini bukan pembuat CV dan bukan pengirim lamaran. Tidak ada akun, tidak ada riwayat lamaran, dan tidak ada satu pun isian yang dikirim ke mana-mana. Semuanya disusun di HP atau komputer yang kamu pakai.

Yang tersimpan di situ untuk kunjungan berikutnya hanya isi suratnya: posisi, perusahaan, bagian yang dituju, sumber lowongan, pendidikan, kota, badan surat, dan daftar lampiran. Data dirimu tidak ikut. Nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor telepon, dan surel tidak disimpan di mana pun, karena itu bukan hal yang pantas dititipkan oleh halaman gratis, apalagi kalau kamu mengetiknya di komputer bersama. Harganya jujur. Baris-baris itu memang harus kamu isi lagi setiap kali, dan paragraf yang kamu tulis sendiri, yang paling lama dikerjakan, tidak.

Berkas pelengkapnya disiapkan di tempat lain di situs ini. Pas foto untuk lamaran bisa dipotong ke ukuran cetak di Potong pas foto & foto visa, tanda tangan di atas kertas bisa dijadikan berkas tembus pandang di Tanda tangan transparan, dan kalau ijazah serta transkrip masih berupa foto, semuanya bisa disatukan lewat Foto jadi PDF lalu digabung dengan surat ini di Gabung PDF sesuai urutan yang diminta.

Kalau yang kamu butuhkan justru surat untuk keluar dari pekerjaan yang sekarang, bentuknya berbeda dan alasannya ada di halamannya sendiri: Surat pengunduran diri.

Pertanyaan umum

Draf yang muncul sendiri itu aman dikirim apa adanya?
Aman dalam arti tidak ada yang memalukan di dalamnya: tidak ada tanda kurung, tidak ada kalimat perintah, tidak ada bagian yang kelihatan belum diisi. Itu memang syarat yang dipegang saat menulisnya, karena sebagian surat memang dikirim persis seperti yang keluar. Tapi aman bukan berarti bagus. Paragraf keduanya cuma menyebutkan pendidikanmu, dan kalimat itu bisa muncul di surat siapa saja. Yang membuat HRD berhenti membaca adalah satu paragraf tentang apa yang pernah kamu kerjakan.
Saya sudah menulis sendiri, lalu memperbaiki nama perusahaannya. Tulisan saya hilang?
Tidak. Draf hanya disusun ulang selama isi kotaknya masih persis seperti yang halaman ini taruh di sana. Begitu kamu mengetik satu huruf pun di dalamnya, kotak itu jadi milikmu dan tidak disentuh lagi, termasuk kalau setelah itu kamu mengganti posisi, perusahaan, atau sumber lowongannya. Kalau kamu memang ingin kembali ke draf, ada tombol 'Susun ulang draf', dan tombol itu memang mengganti isinya.
Daftar lampirannya perlu saya nomori sendiri?
Tidak usah, suratnya yang menomori. Kalau kamu terlanjur menulis '1.' di depan, nomor itu dibuang supaya tidak tercetak jadi '1. 1. Daftar riwayat hidup'. Angka yang jadi bagian isi tetap aman: '3 lembar fotokopi ijazah' tidak berubah jadi 'lembar fotokopi ijazah'.
Angka di baris Lampiran kok tidak bisa saya ubah?
Karena angka itu dihitung dari daftarnya, bukan diketik terpisah. Itu satu-satunya angka di suratmu yang bisa dicek pembacanya tanpa mengenalmu sama sekali. Kepala surat bilang empat berkas, dia menghitung tiga, dan yang muncul di kepalanya adalah 'berkasnya kurang satu', bukan 'suratnya salah ketik'. Tambah atau kurangi barisnya, angkanya ikut.
Perlu tanda tangan basah?
Untuk lamaran yang dikirim lewat email, nama yang tercetak di bawah 'Hormat saya' sudah lazim diterima. Kalau berkasnya diminta dalam bentuk fisik atau perusahaannya memang meminta tanda tangan, cetak dulu suratnya lalu tanda tangani di atas nama itu. Ruang kosongnya memang disediakan setinggi tanda tangan.
Bisa langsung jadi PDF untuk dilampirkan di email?
Bisa lewat tombol Cetak: di kotak dialog cetak, pilih tujuan 'Simpan sebagai PDF'. Itu berlaku di Chrome, Safari, maupun di HP. Pastikan ukuran kertasnya A4 dan skalanya 100%, karena dua pengaturan itu ikut apa yang terakhir kamu pakai, bukan apa yang halaman ini minta.
Data yang saya isi disimpan di mana?
Tidak dikirim ke mana pun. Tidak ada akun, dan tidak ada tempat lain yang menerimanya. Yang tersimpan di HP atau komputer yang kamu pakai hanya isi suratnya: posisi yang dilamar, perusahaan dan alamatnya, bagian yang dituju, dari mana kamu tahu lowongannya, pendidikan, kota, badan surat, dan daftar lampiran. Itu supaya telepon masuk atau halaman yang termuat ulang tidak menghapus kerja setengah jam. Yang TIDAK disimpan adalah data dirimu: nama, tempat dan tanggal lahir, alamat rumah, nomor telepon, dan surel. Baris-baris itu memang sengaja dilupakan, karena surat lamaran sama seringnya diketik di komputer warnet atau lab kampus, dan itulah isian yang tidak pantas ditinggalkan di komputer yang dipakai orang lain. Jadi saat kembali, suratnya sudah ada dan data dirimu yang diisi lagi. Kalau kamu memang sedang memakai komputer bersama, kosongkan isiannya sebelum pergi.
Saya baru lulus dan belum punya pengalaman kerja. Paragraf keduanya diisi apa?
Diisi hal yang bentuknya sama dengan pekerjaan meski namanya bukan pekerjaan: magang, kerja praktik, tugas akhir, kepanitiaan, organisasi, atau proyek kuliah yang hasilnya bisa disebut. Sebutkan apa yang kamu kerjakan dan hasilnya, bukan sifat diri. 'Menyusun laporan keuangan bulanan koperasi kampus selama satu tahun' lebih berguna daripada 'teliti dan bertanggung jawab', karena yang pertama bisa ditanyakan saat wawancara dan yang kedua tidak.