Sewa vs beli alat usaha
Sewa atau beli alat — perbandingan biaya
| Beli | Sewa | |
|---|---|---|
| Uang keluar di awal | ||
| Biaya per bulan | ||
| Taksiran harga jual alat di akhir | tidak ada | |
| Setara per bulan | ||
Perkiraan, bukan penawaran. Tarif sewa, biaya perawatan, dan harga jual di akhir diisi sendiri.
Bandingkan menyewa alat usaha dengan membelinya: harga alat plus biaya perawatan melawan tarif sewa, sepanjang periode yang kamu tentukan. Hasilnya bulan ke berapa membeli mulai lebih murah, biaya bersih kedua pilihan, dan nilai jual alat di akhir periode.
Alat yang sama bisa lebih murah disewa atau lebih murah dibeli, dan yang menentukan bukan harganya melainkan berapa lama kamu butuh. Isi harga alat, biaya perawatannya, tarif sewa, dan lama pemakaian. Hasilnya bulan ke berapa membeli mulai lebih murah, dan berapa biaya bersih kedua pilihan sampai akhir periode.
Yang mengejar modal awal cuma selisihnya
Ini kesalahan yang membuat hitungan di kepala selalu meleset ke arah yang sama.
- Mesin 24.000.000, kirim dan pasang 1.000.000 → modal awal 25.000.000
- Sewanya 2.200.000 sebulan, administrasi awalnya 500.000, jadi jarak yang harus dikejar 25.000.000 − 500.000 = 24.500.000
- Listrik 150.000 sebulan tetap kamu tanggung dua-duanya, jadi ada di kedua sisi
- Servis dan sparepart kalau alatnya milik sendiri: 350.000 sebulan
- Yang benar-benar mengejar jarak itu: 2.350.000 − 350.000 = 2.000.000 sebulan
- 24.500.000 ÷ 2.000.000 = 12,25 → membeli mulai lebih murah di bulan ke-13
Kalau harga alatnya dibagi tarif sewa saja: 24.000.000 ÷ 2.200.000 = 11 bulan. Dan di bulan ke-11, membeli sudah menghabiskan 28,85 juta sementara menyewa baru 26,35 juta, masih ketinggalan 2,5 juta. Dua bulan itu bukan selisih pembulatan; itu bulan-bulan saat seseorang mengira alatnya sudah menguntungkan.
Di lembar hasilnya, baris selisih per bulan duduk persis di bawah dua baris yang menghasilkannya, supaya angka pembaginya kelihatan dan bisa dibantah.
Biaya yang ada di kedua pilihan harus ditulis di kedua pilihan
Listrik, bahan habis pakai, dan upah operator biasanya tetap kamu tanggung entah alatnya milik sendiri atau sewaan. Biaya seperti itu punya kolomnya sendiri di sini, dan efeknya saling menghapus: bulan impasnya tidak berubah sedikit pun karenanya.
Yang berubah justru kalau biaya itu salah tempat. Menaruh listrik di kolom servis berarti membebankan tagihan yang sama ke satu pihak saja, dan bulan impasnya mundur karena ongkos yang sebenarnya bukan milik pilihan itu. Kolom servis diisi biaya yang muncul karena alatnya milikmu: servis berkala, sparepart, oli, kalibrasi, asuransi alat.
Nilai jual di akhir bukan bagian dari bulan impas
Alat yang dibeli masih punya nilai saat periodenya habis, dan itu memang mengurangi biaya bersih memilikinya. Tapi nilai itu baru jadi uang kalau alatnya benar-benar dijual, dan hanya di akhir.
Jadi di halaman ini nilai jual muncul sekali saja, di baris biaya bersih sepanjang periode. Ia tidak ikut menentukan bulan impasnya. Kalau ia ikut dihitung di sana, halaman ini akan menyebut sebuah bulan saat alatnya masih di tempatmu, uangnya belum ada, dan tagihannya sudah dianggap terbayar. Dua angka itu sengaja duduk berjauhan di lembar hasilnya supaya bedanya kelihatan.
Yang tidak ada kolomnya di sini
Keleluasaan berhenti. Sewa bisa dihentikan bulan depan; alat yang sudah dibeli tidak. Kalau usahamu baru mulai atau permintaannya belum jelas, keleluasaan itu punya nilai nyata yang tidak ada kolomnya di sini. Itu alasan yang sah untuk menyewa meskipun angkanya kalah tipis.
Alat menganggur dan waktu menunggu servis. Hitungan ini menganggap alatnya siap dipakai tiap bulan. Pada penyewaan, unit rusak biasanya diganti penyedianya; kalau alatnya milikmu, hari-hari mati itu tetap kamu tanggung.
Nilai waktu uang dan pajak. 25 juta yang keluar hari ini diperlakukan sama dengan 25 juta yang keluar dicicil sebulan-sebulan lewat sewa. Perlakuan pajak keduanya juga berbeda dan tidak dihitung di sini.
Sesudah alatnya dibeli
Kalau jawabannya membeli, dua hitungan lanjutannya berbeda dan sering tertukar. Untuk tahu kapan alat itu mengembalikan harganya lewat tambahan penjualan, pakai balik modal alat usaha. Yang dibagi di sana adalah keuntungan yang ditambahkan alatnya, bukan tarif sewa yang tidak jadi kamu bayar.
Di pembukuan, alat itu tidak dicatat sekaligus sebagai biaya bulan pembelian; bebannya dipecah per tahun lewat penyusutan aset. Taksiran harga jual yang kamu isi di halaman ini adalah angka yang sama dengan nilai residu di sana. Pakai taksiran yang sama di keduanya, karena dua taksiran berbeda untuk barang yang sama akan membuat catatanmu bertengkar sendiri.
Pertanyaan umum
- Kenapa bulan impasnya lebih lama daripada harga alat dibagi tarif sewa?
- Karena alat milik sendiri juga punya biaya bulanan, dan biaya itu memotong keunggulannya. Mesin seharga 24 juta yang sewanya 2,2 juta sebulan kelihatan menang dalam 11 bulan; begitu servis dan sparepartnya 350 ribu sebulan ikut dihitung, yang mengejar jaraknya tinggal 2 juta sebulan dan jawabannya pindah ke bulan ke-13. Selisih dua bulan itu jatuh persis di masa seseorang mengira alatnya sudah mulai menghemat, dan di situlah biasanya keputusan berikutnya diambil.
- Listrik dan bahan habis pakai saya isi di kolom mana?
- Di kotak sewa, kolom 'biaya jalan yang tetap kamu tanggung', bukan di kolom servis dan perawatan. Bedanya penting. Biaya yang tetap keluar meskipun alatnya sewaan ada di kedua pilihan dan saling menghapus, jadi tidak mengubah bulan impasnya sama sekali. Menaruhnya di kolom servis berarti membebankan tagihan listrik ke pilihan membeli saja, dan itu memundurkan bulan impasnya karena ongkos yang bukan milik pilihan itu.
- Nilai jual alat di akhir saya taksir dari mana?
- Cari iklan alat yang sama, seumuran dengan rencana pemakaianmu, di marketplace barang bekas atau grup jual beli alat usaha. Kalau ada, tanyakan penawaran tukar tambah ke penjualnya. Kalau alatnya jenis yang jarang laku bekas atau kamu memang tidak berniat menjualnya, isi 0 dan biaya bersihnya dihitung tanpa itu. Yang jangan dilakukan adalah mengisi angka besar supaya hasilnya enak dibaca. Itu satu-satunya kolom di halaman ini yang isinya murni taksiran, jadi juga yang paling mudah dipakai untuk membohongi diri sendiri.
- Kenapa nilai jualnya tidak ikut mempercepat bulan impas?
- Karena di bulan impas alatnya belum dijual dan uangnya belum ada di tangan siapa pun. Bulan impas di halaman ini murni soal uang yang sudah keluar, yaitu sejak bulan ke berapa yang sudah kamu bayarkan untuk membeli tidak lagi lebih besar daripada yang sudah kamu bayarkan untuk menyewa. Nilai jual muncul sekali, di baris biaya bersih sepanjang periode, karena di situlah ia benar-benar terjadi, dan hanya kalau alatnya memang dijual.
- Hasilnya bilang membeli tidak pernah balik. Salah isi?
- Belum tentu. Kalau biaya servis dan perawatan bulanannya menyamai atau melebihi tarif sewanya, jarak sebesar modal awal memang tidak pernah terkejar, berapa lama pun alatnya dipakai. Itu justru hal paling berguna yang bisa diketahui sebelum uangnya keluar. Yang pantas diperiksa dulu taksiran servisnya, karena angka itu yang menentukan. Kalau taksirannya sudah benar, penyedia sewanya memang sedang menawarkan sesuatu yang sulit ditandingi.
- Sewanya harian atau mingguan, bukan bulanan.
- Ubah dulu jadi angka sebulan, dan pakai jumlah hari yang benar-benar kamu sewa, bukan 30. Alat yang dipakai 12 hari sebulan dengan tarif 250 ribu per hari itu 3 juta sebulan, bukan 7,5 juta. Ini juga pengingat yang berguna. Kalau alatnya cuma dipakai beberapa hari dalam sebulan, membeli hampir selalu kalah, karena alat yang menganggur tetap menagih biaya perawatan dan tempat.
- Alatnya mau saya beli dengan cicilan, bukan tunai.
- Pakai harga tunainya di kolom harga alat, lalu perlakukan hasil halaman ini sebagai perbandingan alatnya saja. Menyewa dan mencicil sama-sama membayar bulanan, jadi godaannya besar untuk langsung menumpuk angsuran kredit melawan tarif sewa. Padahal keduanya berhenti di tempat yang berbeda: cicilan berakhir dan alatnya jadi milikmu, sewa berjalan selama alatnya masih dipakai. Kalau kamu memang mau membandingkan bulanan lawan bulanan, isi angsuran kreditnya sebagai tarif sewa di satu hitungan terpisah dan bacalah hasilnya dengan mengingat bedanya itu.
- Kalau sewanya termasuk operator atau teknisi?
- Masukkan biaya orangnya ke sisi membeli, di kolom servis dan perawatan, sebesar upah yang harus kamu bayar sendiri untuk pekerjaan yang sama. Kalau tidak, kamu sedang membandingkan alat lengkap dengan orangnya melawan alat kosong, dan sewanya akan terlihat mahal karena alasan yang salah. Sebaliknya kalau kamu memang sudah punya orang yang bisa mengoperasikannya, biarkan kosong. Biaya itu sudah kamu tanggung sebelum ada alat ini.