Timesheet mingguan
LEMBAR JAM KERJA
| Hari | Masuk | Pulang | Istirahat | Jam kerja | Lembur harian |
|---|
| Total jam kerja | ||
| Jam normal | ||
| Lembur harian | ||
| Lembur mingguan | ||
| Total lembur |
Jam kerja dihitung dari jam masuk ke jam pulang dikurangi istirahat. Angka dalam kurung adalah jam desimal.
Lembar ini mencatat jam kerja, bukan perhitungan upah.
Isi jam masuk, jam pulang, dan menit istirahat tiap hari; halaman ini menghitung jam kerja per hari, total seminggu, dan berapa jam yang lewat dari batas harian dan mingguan yang kamu tetapkan. Shift yang pulangnya lewat tengah malam dihitung penuh dan ditandai. Lembarnya bisa langsung dicetak untuk diserahkan.
Isi jam masuk, jam pulang, dan menit istirahat untuk tiap hari. Halaman ini menghitung jam kerja per hari, totalnya seminggu, dan berapa jam yang lewat dari batas harian dan batas mingguan yang kamu tetapkan sendiri, lalu menyusunnya jadi satu lembar yang bisa dicetak dan diserahkan.
Shift yang lewat tengah malam dihitung penuh
Ini yang paling sering rusak di aplikasi hitung jam kerja, dan yang paling merugikan orang yang kerjanya malam. Masuk 22:00 pulang 06:00 kalau dikurangi begitu saja menghasilkan minus 16 jam, lalu ditampilkan sebagai nol atau sebagai angka minus, dan seminggu shift malam lenyap tanpa ada yang terlihat rusak.
Di sini jam pulang yang lebih kecil dari jam masuk dibaca sebagai hari berikutnya, jadi shift tadi keluar 8 jam. Barisnya diberi tanda (+1 hari) di lembar hasil, bukan cuma di layar. Yang membaca lembar ini tidak ada di sana waktu shiftnya jalan, dan tanpa tanda itu barisnya terlihat seperti salah ketik.
Satu keadaan sengaja tidak ditebak, yaitu jam masuk yang sama persis dengan jam pulang. Cara terpendek menulis aturan tengah malam akan menjawab 24 jam di situ, padahal jauh lebih sering artinya baris itu baru terisi separuh. Jadi barisnya tidak dihitung, dan lembarnya menyebutkan kenapa.
Batas jam kerja itu isian, bukan pernyataan
UU 13/2003 (yang ketentuan jam kerjanya dilanjutkan UU 6/2023 dan PP 35/2021) menyebut dua pola yang sama-sama sah: 7 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk enam hari kerja, atau 8 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk lima hari kerja. Perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau PKB boleh menetapkan yang lebih pendek, dan sebagian sektor punya aturan jam kerjanya sendiri.
Karena itu kedua batasnya jadi kolom yang bisa kamu ubah, dengan pola lima hari sekadar sebagai isian awal, dan angka yang benar-benar dipakai ikut tercetak di lembar hasilnya. Tanpa baris itu, angka lembur di lembar ini tidak bisa diperiksa oleh orang yang menandatanganinya. Kalau angkanya akan dibahas dengan HRD, pastikan dulu ke sana, bukan ke halaman gratis.
Satu jam tidak dihitung dua kali
Kalau kedua batasnya diisi, jam yang sudah jadi lembur harian tidak ikut lagi dalam hitungan lembur mingguan. Enam hari masing-masing 9 jam dengan batas 8 dan 40 menghasilkan 6 jam lembur harian, 8 jam lembur mingguan, dan 40 jam normal, persis 54 jam yang dijalani.
Menjumlahkan keduanya secara terpisah menghasilkan 20 jam lembur di minggu yang isinya 54 jam, dan lembar yang barisnya tidak bisa dijumlahkan sendiri oleh pembacanya adalah lembar yang dikembalikan. Karena itu dasar hitungannya ikut tertulis di lembarnya, bukan cuma di halaman ini.
Yang halaman ini tidak hitung
Upahnya. Lembar ini berhenti di jam, karena rupiahnya butuh hal-hal yang tidak ada di sini: dasar upah sebulan, pembagi jam, pengali yang naik per jam, dan tabel yang berbeda untuk hari istirahat dan libur resmi. Semuanya ada di kalkulator upah lembur. Bawa angka jam dari sini ke sana.
Halaman ini juga tidak tahu apakah lemburmu sudah diperintahkan dan disetujui tertulis, apakah hari itu hari libur resmi, dan apakah jabatanmu termasuk yang dikecualikan dari upah lembur. Lembar ini adalah catatanmu sendiri, dan yang membuatnya berarti adalah tanda tangan yang kamu minta di atasnya.
Pertanyaan umum
- Shift saya masuk 22:00 dan pulang 06:00. Isinya bagaimana?
- Isi apa adanya: masuk 22:00, pulang 06:00. Jangan diakali jadi 22:00–24:00 lalu 00:00–06:00 di dua baris, dan jangan ditulis terbalik. Halaman ini yang mengenali bahwa jam pulangnya jatuh di hari berikutnya, menghitungnya 8 jam, dan menandai barisnya dengan (+1 hari) di lembar hasil supaya yang membaca tidak menganggapnya salah ketik. Satu-satunya baris yang tidak bisa ditebak adalah kalau jam masuk dan jam pulangnya sama persis. Itu dianggap belum terisi, bukan shift 24 jam.
- Kenapa lembur harian dan lembur mingguan tidak dijumlahkan begitu saja?
- Karena jamnya akan terhitung dua kali. Enam hari kerja masing-masing 9 jam, dengan batas 8 jam sehari dan 40 jam seminggu. Lembur hariannya 6 jam, lalu yang tersisa sebagai jam normal tinggal 48 jam. Yang di atas 40 dari sisa itu adalah 8 jam, jadi totalnya 14 jam lembur dan 40 jam normal, pas 54 jam yang benar-benar dijalani. Kalau lembur mingguan dihitung dari total 54 jam, hasilnya 20 jam lembur pada minggu yang cuma 54 jam, dan barisnya tidak bisa dijumlahkan sendiri oleh siapa pun yang memeriksa.
- Batas per harinya saya isi 7 atau 8?
- Tergantung pola hari kerja di tempatmu, dan keduanya sama-sama ada di aturan yang sama: 7 jam sehari untuk enam hari kerja seminggu, 8 jam sehari untuk lima hari kerja, dua-duanya dengan batas 40 jam seminggu. Isian awal di sini memakai pola lima hari karena itu yang paling umum di kantor, tapi kalau kamu masuk Senin sampai Sabtu, angkanya 7. Perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau PKB boleh menetapkan jam kerja yang lebih pendek, dan itu yang berlaku. Tanya HRD, lalu isi angka yang benar-benar dipakai. Angka yang kamu isi ikut tercetak di lembarnya.
- Istirahat satu jam ikut dipotong, padahal saya tetap di lokasi. Salah?
- Yang diisi di kolom istirahat hanya waktu istirahat yang memang tidak dibayar dan benar-benar bebas dari pekerjaan. Kalau kamu tetap harus menjaga pos, mengangkat telepon, atau menunggu pelanggan, banyak perusahaan menghitungnya sebagai jam kerja, dan itu memang sering jadi pangkal selisih dengan HRD. Halaman ini tidak memutuskan yang mana yang benar di tempatmu. Isi sesuai kesepakatan yang berlaku, dan kalau ada bedanya, tulis di kolom catatan supaya alasannya ikut terbaca di lembar yang kamu serahkan.
- Totalnya beda dengan mesin absensi kantor. Siapa yang benar?
- Belum tentu ada yang salah. Tiga penyebab yang paling sering: mesin absensi membulatkan jam masuk dan pulang ke kelipatan tertentu (misalnya 15 menit), sebagian kantor tidak menghitung menit sebelum jam masuk resmi sebagai lembur, dan menit istirahatnya dipotong dengan angka tetap tanpa melihat jam scan. Lembar ini menghitung apa adanya dari jam yang kamu isi, dan mencetak istirahat tiap harinya, jadi selisihnya bisa ditelusuri baris per baris, bukan diperdebatkan sebagai satu angka total.
- Bisa dipakai untuk periode dua minggu atau sebulan?
- Bisa. Tambah barisnya dan tulis tanggal di kolom hari, misalnya '1 Sep' sampai '15 Sep'. Yang perlu diingat cuma satu, yaitu batas mingguan dihitung terhadap seluruh baris yang ada di lembar itu, jadi kalau barisnya dua minggu, isi batas mingguannya dua kali lipat atau kosongkan dengan 0 supaya yang dihitung tinggal batas hariannya. Angka yang kamu pakai ikut tercetak, jadi pembacanya tahu terhadap apa lemburnya dihitung.
- Lembar ini bisa dipakai sebagai bukti kalau ada perselisihan?
- Ini catatan yang kamu susun sendiri, bukan data absensi resmi perusahaan, dan halaman ini tidak mengirim apa pun ke mana-mana. Semuanya dihitung di HP atau komputer yang kamu pakai. Kekuatannya ada pada tanda tangan. Lembar yang ditandatangani atasan sebagai tanda diperiksa jauh lebih berarti daripada catatan yang disimpan sendiri. Karena itu kolom tanda tangannya ada dua, dan dasar hitungannya ikut tercetak supaya bisa diperiksa saat itu juga, bukan sebulan kemudian.