Doa harian Islam
Bacaan Doa Islam
Lembar ini titik awal, bukan putusan keagamaan. Bacaan dan tata caranya bisa berbeda antar aliran dan antar daerah. Yang berlaku untukmu adalah yang diajarkan guru atau pemuka agamamu sendiri.
Kumpulan doa harian Islam beserta tulisan Arab, Latin, artinya, dan sumbernya: doa sebelum ujian, sebelum dan sesudah makan, sebelum tidur, bangun tidur, keluar rumah, naik kendaraan, dan doa untuk yang sakit. Bisa disaring per situasi lalu dicetak.
Doa harian yang paling sering dicari justru yang paling sering beredar tanpa keterangan asalnya. Halaman ini menuliskan sumbernya di tiap bacaan — nomor surat dan ayat untuk yang dari Al-Qur’an, nomor riwayat untuk yang dari hadis — dan sumber itu ikut tercetak di lembarnya, bukan cuma tampil di layar.
Doa sebelum ujian yang dipakai kebanyakan orang
Yang paling lazim dibaca sebelum ujian, sidang, atau wawancara adalah doa Nabi Musa di QS Thaha 25–28: permintaan agar dada dilapangkan, urusan dimudahkan, dan lidah tidak kaku. Konteks aslinya bukan ruang ujian — Nabi Musa membacanya sebelum menghadap Fir’aun — dan justru itu yang membuatnya pas untuk keadaan mana pun yang bikin dada sesak sebelum bicara.
Di sebelahnya ada QS Thaha 114, Rabbi zidni 'ilma, yang pendek dan mudah dihafal anak-anak.
Menyaring lebih dulu supaya lembarnya tidak jadi daftar panjang
Tujuh situasi, dan satu doa boleh muncul di lebih dari satu. Doa bangun tidur juga masuk syukur; doa keluar rumah juga masuk doa harian. Yang dicetak cuma yang kamu pilih, jadi lembar untuk ditempel di kamar anak tidak ikut membawa doa naik kendaraan.
Yang tidak diputuskan di sini
Halaman ini tidak menilai derajat hadis, tidak menyusun peringkat keutamaan, dan tidak menyatakan satu rumusan lebih sah daripada rumusan lain yang beredar. Sebagian doa memang punya lebih dari satu riwayat dengan lafal yang sedikit berbeda, dan perbedaan itu bukan sesuatu yang bisa diselesaikan sebuah halaman web.
Kalau kamu menemukan yang keliru, kabari lewat halaman kontak.
Pertanyaan umum
- Kenapa sumbernya ditulis di tiap doa?
- Supaya bisa diperiksa. Doa yang beredar di internet sering datang tanpa keterangan asalnya, dan bacaan yang satu katanya meleset tampil sama meyakinkannya dengan yang benar — apalagi setelah dihafal anak-anak. Dengan nomor surat dan ayat atau nomor hadisnya tertulis, siapa pun yang ingin memastikan tinggal membuka kitabnya, bukan menebak.
- Doa di sini dari Al-Qur'an atau dari hadis?
- Dua-duanya, dan bedanya disebutkan di tiap bacaan. Doa mohon kemudahan diambil dari QS Thaha 25–28, doa sapu jagat dari QS Al-Baqarah 201. Sebagian besar doa harian justru dari hadis, bukan dari Al-Qur'an: doa sebelum tidur, bangun tidur, dan keluar rumah semuanya diriwayatkan lewat hadis, dan nomor riwayatnya ikut ditulis.
- Kenapa derajat hadisnya tidak disebutkan, sahih atau bukan?
- Karena menilai derajat hadis adalah pekerjaan ahli hadis, bukan pekerjaan halaman kalkulator. Yang dikerjakan di sini menyebutkan dari mana sebuah bacaan diambil, lalu berhenti di situ. Kalau kamu perlu tahu derajatnya, bawa nomor riwayat yang tertulis di lembarnya ke ustaz atau kitab syarah yang kamu percaya.
- Tulisan Latinnya bisa dimatikan?
- Bisa, lewat kotak centang di atas. Untuk yang sudah lancar membaca huruf Arab, baris Latin cuma memenuhi lembar dan justru bikin mata berhenti di tempat yang salah. Untuk anak yang belum lancar, baris itu yang dipakai. Pilihannya diingat di HP yang sedang kamu pakai.
- Kenapa tulisan Arabnya dicetak lebih besar dari yang lain?
- Karena huruf Arab kehilangan bentuknya lebih dulu daripada huruf Latin waktu tintanya menipis, dan lembar seperti ini memang dicetak di printer yang tintanya menipis. Titik dan harakat yang menempel jadi satu adalah bacaan yang berubah, bukan sekadar cetakan yang kurang rapi.
- Apa halaman ini menentukan doa mana yang paling utama?
- Tidak. Urutannya di sini urutan penulisan datanya, bukan peringkat keutamaan. Halaman ini menyediakan bacaannya beserta sumbernya; soal mana yang lebih utama untuk keadaanmu, itu pertanyaan yang jawabannya ada pada guru atau ustaz yang kamu ikuti.