Catatan qadha puasa
Catat puasa qadha yang sudah kamu jalani satu per satu, lihat sisa hutangnya, dan lihat berapa hari lagi sampai Ramadan berikutnya beserta hari-hari yang justru tidak boleh dipuasai. Catatannya tersimpan di HP kamu sendiri dan bisa diunduh sebagai cadangan.
Isi berapa hari puasa yang perlu kamu qadha, lalu catat setiap hari yang sudah dijalani beserta tanggalnya. Halaman ini menghitung sisanya, dan menuliskan berapa hari lagi tersisa sampai Ramadan berikutnya datang.
Satu tanggal, satu kali
Alat semacam ini paling mudah salah ke satu arah, yaitu mengurangi hutang untuk puasa yang tidak pernah dijalani. Tombol yang sekadar menambah satu angka akan membuat orang yang membuka halaman ini pagi lalu sore kehilangan dua hari hutang tanpa satu tanda pun di layar.
Karena itu yang dicatat adalah tanggalnya, bukan jumlahnya. Mencatat tanggal yang sudah ada di daftar ditolak dengan alasannya, begitu juga tanggal yang belum datang. Efek sampingnya justru yang paling berguna. Catatanmu punya tanggal semuanya, sehingga lembar yang dicetak bisa ditunjukkan kepada orang lain dan diperiksa.
Batas waktunya, dan yang diperselisihkan sesudahnya
Qadha diselesaikan sebelum Ramadan berikutnya tiba. Yang tidak disepakati adalah apa yang terjadi kalau terlewat tanpa uzur. Kalangan Syafi’i menyebut ada tambahan fidyah satu mud makanan pokok per hari di samping qadha-nya, sementara kalangan Hanafi menyebut yang tersisa tetap qadha saja tanpa tambahan apa pun. Halaman ini menuliskan dua-duanya di lembar hasil dan tidak memilih.
Yang disepakati adalah qadha-nya sendiri tidak gugur oleh keterlambatan.
Sisa waktunya juga tidak ditulis sebagai satu angka polos. Lima hari dalam setahun tidak boleh dipuasai (Idulfitri, Iduladha, dan tiga hari tasyrik), jadi lembar hasilnya menyebutkan berapa hari yang tersisa dan berapa hari di antaranya yang benar-benar bisa dipakai. Selisih itu tidak terasa kalau waktumu masih berbulan-bulan, dan sangat terasa kalau tinggal sepekan.
Tanggalnya hisab, bukan rukyat
Tanggal Hijriah di sini dihitung dengan kalender Umm al-Qura, tabel hisab yang sudah tersedia di hampir semua HP dan komputer sekarang. Awal Ramadan di Indonesia ditetapkan lewat rukyat dan sidang isbat, dan hasilnya bisa berbeda satu hari, kadang berbeda antar organisasi. Jadi ini alat perencanaan, bukan penentu awal Ramadan. Kalau kamu perlu memeriksa satu tanggal secara terpisah, konversinya ada di Konversi Masehi–Hijriah.
Catatannya hidup di satu HP saja
Situs ini tidak punya akun dan tidak menyimpan apa pun di tempat kami, jadi catatanmu tersimpan di HP yang sedang kamu pakai saja. Itu berarti ia tidak ikut pindah ke HP baru, tidak ada tempat untuk masuk dan mengambilnya kembali, dan hilang kalau isi situs ini kamu bersihkan.
Ini bukan kekurangan yang ditutupi. Tombol Unduh CSV berdiri sejajar dengan tombol cetak, dan berkasnya memuat setiap tanggal beserta jumlah hutang dan sisanya. Unduh sekali sebulan dan simpan di tempat yang ikut pindah. Lembar cetaknya juga bisa dipakai sebagai cadangan yang tidak bisa terhapus.
Kalau ada hari yang memang tidak bisa diqadha
Fidyah hanya untuk hari yang benar-benar tidak bisa diganti dengan puasa. Orang tua renta dan orang sakit menahun yang tidak diharapkan sembuh adalah keadaan yang paling jelas. Takaran dan nilai rupiahnya dihitung di kalkulator fidyah, termasuk kalau kamu mengikuti pendapat yang menambahkan fidyah karena qadha tertunda melewati Ramadan.
Selama masih mampu berpuasa, yang diminta adalah qadha-nya. Banyak orang mencicilnya di hari Senin dan Kamis sekalian; tanggalnya untuk bulan berjalan ada di kalender puasa sunnah, lengkap dengan hari yang justru tidak boleh dipuasai.
Pertanyaan umum
- Catatan saya hilang kalau ganti HP?
- Ya, dan itu perlu kamu tahu sebelum memakainya berbulan-bulan. Catatan ini disimpan di HP yang sedang kamu pakai, bukan di sebuah akun dan bukan di tempat kami, karena situs ini memang tidak punya keduanya. Akibatnya: ia tidak ikut pindah ke HP baru, tidak ada tempat untuk masuk dan mengambilnya kembali, dan hilang seluruhnya kalau isi situs ini kamu bersihkan. Karena itu tombol Unduh CSV berdiri sejajar dengan tombol cetak, bukan disembunyikan sebagai pelengkap. Unduh sekali sebulan dan simpan berkasnya di tempat yang ikut pindah.
- Qadha harus berurutan, atau boleh dicicil sehari-sehari?
- Boleh dicicil, dan itu pendapat kebanyakan ulama. Hutang puasa tidak disyaratkan berurutan, boleh Senin pekan ini dan Kamis pekan depan. Yang perlu kamu perhatikan justru niatnya. Puasa wajib diniatkan sejak malam, sebelum fajar, tidak seperti puasa sunnah yang niatnya masih bisa dipasang pagi hari. Soal apakah satu hari bisa sekaligus diniatkan qadha dan puasa sunnah Senin–Kamis, ulama berbeda pendapat; sebagian membolehkan penggabungan niat, sebagian mensyaratkan satu niat satu ibadah. Kalau kamu memang mau menggabungkan, tanyakan dulu ke ustaz yang kamu percaya.
- Saya sudah lupa berapa hari yang ditinggalkan. Isi berapa?
- Ambil perkiraan yang lebih banyak, bukan yang lebih sedikit. Kalau ingatanmu antara enam sampai sembilan hari, isi sembilan. Kelebihan puasa tidak merugikan siapa pun, sementara kekurangan berarti hutang yang tidak pernah ditutup dan kamu tidak akan pernah tahu. Untuk perempuan, jumlah hari haid dalam satu Ramadan biasanya menjadi patokan yang paling mudah diingat. Halaman ini tidak menebak angkanya untukmu karena hanya kamu yang tahu apa yang terjadi tahun itu; yang dikerjakan di sini adalah menjaga catatannya setelah angkanya kamu tetapkan.
- Sudah lewat Ramadan berikutnya dan hutang saya belum lunas. Bagaimana?
- Qadha-nya tidak gugur, dan itu yang disepakati. Yang berbeda pendapat adalah apakah ada tambahannya. Kalangan Syafi'i menyebut penundaan tanpa uzur sampai masuk Ramadan berikutnya menimbulkan kewajiban tambahan berupa fidyah satu mud makanan pokok per hari, dan sebagian pendapat melipatgandakannya mengikuti jumlah tahun tertundanya. Kalangan Hanafi menyebut tidak ada tambahan apa pun, yang tersisa tetap qadha saja. Kalau kamu mengikuti pendapat yang pertama, takaran dan nilai rupiahnya bisa dihitung di kalkulator fidyah, dan pastikan lebih dulu ke ustaz atau amil zakat karena bagian berlipat itu sendiri diperselisihkan.
- Tanggal Ramadan di sini beda satu hari dengan pengumuman pemerintah.
- Wajar, dan halaman ini tidak berpura-pura menjadi penentunya. Tanggal Hijriah di sini dihitung dengan kalender Umm al-Qura, hisab tabular yang sudah ada di dalam HP dan komputer sekarang dan dipakai Arab Saudi, sementara awal Ramadan di Indonesia ditetapkan lewat rukyat dan sidang isbat, yang hasilnya bisa berbeda satu hari dan kadang berbeda antar organisasi. Untuk keperluan halaman ini selisih satu hari tidak mengubah apa pun yang penting. Gunanya adalah tahu kamu punya waktu berbulan-bulan atau tinggal beberapa pekan. Menjelang batasnya, ikuti pengumuman resmi, bukan angka di sini.
- Kenapa satu tanggal tidak bisa dicatat dua kali?
- Karena kekeliruan yang paling mungkin terjadi di alat semacam ini adalah mengurangi hutang untuk puasa yang tidak pernah dijalani. Kalau tombolnya sekadar menambah satu angka, membuka halaman ini pagi lalu sore dan menekannya lagi akan mengurangi sisa hutangmu dua hari, dan tidak ada apa pun di layar yang akan memberitahumu. Dengan tanggal sebagai kuncinya, pengulangan itu ditolak dengan kalimat yang menyebutkan sebabnya. Efek sampingnya menguntungkan. Catatanmu jadi punya tanggal semua, sehingga lembar yang dicetak bisa ditunjukkan kepada orang lain.
- Perempuan yang haid — puasanya diqadha, salatnya tidak?
- Betul, dan ini termasuk yang tidak diperselisihkan. Aisyah radhiyallahu anha ditanya kenapa perempuan haid mengqadha puasa tetapi tidak mengqadha salat, dan jawabannya adalah bahwa memang begitu yang diperintahkan kepada mereka. Jadi hari haid di dalam Ramadan masuk hitungan hutang puasa dan dicatat di halaman ini seperti hari lain. Yang berbeda urusannya adalah perempuan hamil dan menyusui. Ulama berbeda pendapat apakah mereka cukup mengqadha, cukup membayar fidyah, atau keduanya, tergantung alasan tidak berpuasanya.
- Ada hari yang tidak boleh dipakai mengqadha?
- Ada lima dalam setahun, dan halaman ini mengurangkannya dari sisa waktumu: Idulfitri, Iduladha, dan tiga hari tasyrik sesudah Iduladha. Karena itu lembar hasilnya tidak cuma menulis berapa hari lagi sampai Ramadan, tetapi juga berapa hari yang benar-benar bisa dipakai, dua angka yang bisa berbeda kalau batasnya sudah dekat. Di luar lima hari itu ada juga yang diperselisihkan, misalnya berpuasa pada hari syak yaitu 30 Syakban, dan berpuasa khusus di hari Sabtu; keduanya tidak ikut dikurangkan di sini karena pendapatnya memang tidak satu.