Alat Gratisan

Kalkulator pre-order

Data usaha
Pesanan
Pembayaran
Jadwal pengerjaan

Kalau tanggal mulainya jatuh di hari yang tidak dihitung, pengerjaan dianggap mulai hari kerja berikutnya — dan tanggal itu ikut ditulis di konfirmasinya. Hari libur nasional dan cuti bersama tidak dihitung otomatis; cek kalender tahun berjalan, apalagi kalau pesanannya melewati Lebaran atau akhir Desember.

Catatan
Konfirmasi untuk pembeli
Nama Usaha
KONFIRMASI
PRE-ORDER
Pembeli
Pesanan
Total harga pesanan
Uang muka (DP)
Sisa pembayaran

Mulai dikerjakan
Lama pengerjaan
Perkiraan selesai

Tanggal selesai adalah perkiraan. Hari libur nasional dan cuti bersama belum ikut dihitung.

Hitung uang muka pre-order dari persen atau nominal, sisa yang harus dilunasi, dan perkiraan tanggal selesai dari tanggal mulai plus lama pengerjaan dalam hari kerja. Hasilnya satu lembar konfirmasi PO yang bisa langsung dikirim ke pembeli, lengkap dengan dasar DP dan tanggalnya.

Isi total harga pesanan, uang mukanya, dan lama pengerjaan. Hasilnya satu lembar konfirmasi pre-order untuk dipegang pembeli: berapa yang sudah dibayar, atas dasar apa, berapa sisanya, kapan dilunasi, dan kira-kira kapan pesanannya selesai.

Uang muka: persen atau nominal, dan itu ditulis

“DP 30%” dan “DP Rp 525.000” hari ini sama saja. Keduanya berhenti sama begitu pesanannya berubah. Tambah 10 pcs, dan yang satu ikut naik sementara yang lain tidak.

Karena itu lembar konfirmasinya tidak cuma menulis nominalnya, tapi juga dasarnya: 30% dari total harga, atau nominal tetap kalau kamu mengisinya sebagai rupiah. Dua bulan kemudian, waktu pesanannya sudah berubah dan ingatan dua pihak berbeda, kalimat itu yang menjawab.

Sisa dihitung dengan pengurangan, bukan dengan persen kedua

Kalau DP dan sisanya sama-sama dihitung sebagai persen lalu dibulatkan sendiri-sendiri, keduanya tidak selalu kembali ke total. Pesanan 999.999 dengan pembagian 50 : 50 keluar 500.000 dan 500.000, dan jumlahnya lebih satu rupiah. Di sini sisa selalu total dikurangi DP, jadi dua angka di lembar konfirmasi selalu berjumlah persis totalnya.

Kedengarannya sepele sampai pembeli menjumlahkannya sendiri di depanmu, di atas kertas yang kamu sendiri yang buat.

“20 hari kerja” itu bukan satu aturan

Ada bengkel yang menghitung Senin–Jumat, ada yang Senin–Sabtu, dan banyak pesanan yang dijanjikan dalam hari kalender. Selisihnya besar, karena 20 hari dari tanggal yang sama bisa berakhir empat minggu lagi atau kurang dari tiga minggu, tergantung yang mana yang kamu maksud.

Jadi basisnya kamu yang pilih, dan yang tercetak di konfirmasi adalah tanggalnya, bukan aturannya. Kalau tanggal mulainya jatuh di hari yang tidak dihitung, hari pertama digeser ke hari kerja berikutnya dan tanggal itu ikut ditulis, supaya pembeli yang menghitung sendiri dari tanggal transfer tidak datang lebih awal lalu menyangka kamu telat.

Hari libur nasional dan cuti bersama tidak dihitung otomatis, dan itu juga tertulis di lembarnya. Tanggal Lebaran bergeser tiap tahun dan cuti bersama baru diumumkan belakangan, jadi daftar libur yang ditanam di sini akan basi tanpa ada yang sadar. Cek kalender tahun berjalan, lalu tambahkan sendiri harinya.

Yang halaman ini tidak putuskan

DP hangus atau tidak kalau pembeli batal, denda kalau pelunasannya telat, siapa yang menanggung ongkir, dan apa yang terjadi kalau bahannya naik di tengah pengerjaan. Semua itu kesepakatan, dan tidak ada rumusnya. Tulis di kolom catatan supaya ikut tercetak di lembar yang dipegang pembeli.

Alat lain yang biasanya dipakai berurutan dengan ini: hitung HPP untuk memastikan uang mukamu minimal menutup bahan, kwitansi waktu DP-nya benar-benar diterima, invoice waktu menagih sisanya, dan kalkulator denda keterlambatan kalau pelunasannya lewat tempo dan dendanya memang sudah disepakati sejak awal.

Pertanyaan umum

DP-nya sebaiknya berapa persen?
Tidak ada angka bakunya, dan halaman ini sengaja tidak menyarankan satu pun. Yang wajar di konveksi berbeda dengan yang wajar di kue ulang tahun atau furnitur custom. Patokan yang lebih berguna daripada persentase adalah uang mukanya minimal menutup bahan yang harus kamu beli duluan, supaya kalau pesanannya batal kamu tidak nombok modal. Hitung dulu bahan per unitnya, baru tentukan persennya.
Kenapa sisa pembayarannya tidak dihitung dari persen sisanya?
Karena dua persentase yang dibulatkan sendiri-sendiri tidak selalu kembali ke total. Pesanan 999.999 dengan DP 50% menghasilkan 499.999,5, dibulatkan jadi 500.000. Sisanya, kalau juga dihitung 50%, keluar 500.000 lagi. Dijumlahkan jadi 1.000.000, lebih besar satu rupiah daripada pesanannya, dan pembeli yang menjumlahkan sendiri akan menemukannya. Di sini sisa selalu total dikurangi DP yang sudah dibulatkan, jadi dua angka di lembar konfirmasi pasti kembali ke totalnya, berapa pun persennya.
Hari libur nasional dan cuti bersama ikut dihitung?
Tidak, dan itu ditulis di lembar konfirmasinya supaya pembeli tahu. Tanggal Lebaran bergeser tiap tahun dan cuti bersama baru diumumkan lewat SKB tiga menteri, jadi daftar libur yang ditanam di halaman ini akan basi tanpa ada yang sadar. Yang basi itu berubah jadi janji yang tidak bisa kamu tepati. Cek kalender tahun berjalan sendiri, lalu tambahkan harinya di kolom lama pengerjaan.
Tanggal mulainya hari Minggu, kok hari pertamanya jadi Senin?
Karena DP yang masuk hari Minggu tidak membeli satu hari kerja. Kalau basisnya hari kerja dan tanggal mulainya jatuh di hari yang tidak dihitung, hitungannya digeser ke hari kerja pertama berikutnya, dan tanggal itu ikut ditulis di konfirmasi. Tanpa itu, pembeli yang menghitung sendiri dari tanggal transfer akan datang sehari lebih awal dan menyangka kamu telat.
Kalau pembeli batal, DP-nya hangus atau dikembalikan?
Itu kesepakatan kalian, bukan hitungan, jadi halaman ini tidak memutuskannya. Praktiknya beda-beda: ada yang menganggap DP sebagai tanda jadi yang hangus, ada yang mengembalikan setelah dipotong bahan yang sudah dibeli. Yang penting kesepakatannya tertulis sebelum uangnya masuk. Tulis di kolom catatan supaya ikut tercetak di lembar yang dipegang pembeli. Kalau nilainya besar, tanyakan ke orang yang paham hukum perjanjian sebelum dipakai berulang.
Lembar konfirmasi ini sah secara hukum?
Anggap ini catatan kesepakatan, bukan kontrak yang disusun ahli. Isinya sudah cukup untuk menghindari salah ingat: siapa, pesanan apa, berapa yang sudah dibayar, sisanya kapan, dan kira-kira kapan selesai. Simpan juga bukti transfernya dan percakapan pemesanannya; tiga hal itu bersama jauh lebih kuat daripada satu lembar mana pun sendirian.
Pesanannya nambah di tengah jalan, ubah lembar yang lama?
Lebih aman buat konfirmasi baru dengan nomor PO baru, lalu kirim keduanya. Kalau lembar lama ditimpa, tidak ada lagi yang menunjukkan kesepakatan awalnya seperti apa. Yang biasanya jadi ributnya justru itu, tanggal selesai yang lama dipakai untuk pesanan yang sudah bertambah.